MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 14 November 2019 12:54
Berpacu Batas Penahanan Tersangka yang Habis 8 Desember Nanti

PROKAL.CO, SAMARINDA–Dugaan korupsi pembangunan Pasar Baqa menyeret tiga tersangka yang resmi ditahan pada 8 Oktober 2019. Sebulan sudah penahanan ditempuh, perkara tersendat untuk digulirkan ke pengadilan rasuah Samarinda. Hasil perhitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang belum terbit jadi penyebab.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Samarinda Zaenal Effendi mengaku hasil hitung auditor negara itu dikantongi timnya, kasus ini pasti bisa digulirkan secepatnya. “Tim sudah susun rendak (rencana dakwaan). Dakwaan tanpa kerugian negara pasti cacat formil,” tuturnya ditemui media ini di ruang kerjanya.

Sebelum langkah menahan ketiga tersangka diambil, sebenarnya tim pidsus sudah mengantongi kerugian negara sekitar Rp 2 miliar dari nilai proyek Rp 18 miliar. Tapi, ada temuan baru dari uji petik ahli konstruksi asal Universitas Gadjah Mada yang diminta menilik kualitas dan kuantitas konstruksi pembangunan pasar yang dibangun medio 2014–2015 itu. Temuan anyar itu tentu akan meningkatkan jumlah kocek negara yang disalahgunakan.

Karena itu, Korps Adhyaksa Kota Tepian kembali mengajukan penambahan data untuk diverifikasi kerugian riilnya. “Nah, sampai saat ini kami belum terima,” akunya.

Tim pidsus, diakuinya sudah berkoordinasi dengan BPK RI untuk menerima hasil audit itu. Tapi, hingga kini, belum ada respons dari auditor negara tersebut. Apalagi, penahanan tiga tersangka dalam kasus ini sudah diperpanjang dan bakal habis pada 8 Desember mendatang. “Kami juga berpacu dengan waktu,” tegasnya.

Untuk diketahui, kasus pembangunan Pasar Baqa ini menyeret tiga tersangka. Mereka adalah Sayid Syahruzzaman (kontraktor), Sulaiman Sade (kuasa pengguna anggaran), dan Miftahul Khoir (pejabat pelaksana teknis kegiatan/PPTK). Ketiga tersangka ini ditahan guna memaksimalkan penyidikan perkara yang sempat tersendat tiga tahun lebih di meja kerja Kejari Samarinda.

Kejaksaan berpedoman Pasal 21 Ayat 1 dan Ayat 4 KUHAP, memilih menahan ketiga orang ini di rutan sembari merampungkan berkas acara pemeriksaan (BAP). Penahanan memiliki batas waktu, pertama 20 hari dan bisa diperpanjang sekali selama 40 hari. Tenggat waktu penahanan pertama sudah habis pada 28 Oktober dan perpanjangan penahanan kedua tengah bergulir.

“Kami terus upayakan agar hasil audit terbit sebelum penahanan habis,” pungkasnya. (*/ryu/dns/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 09:26

Surat Palsu Kepemilikan Tanah, Mantan RT Dinyatakan Bersalah, Tuntut NCI Ganti Rugi

Merasa tanahnya "dirampas", untuk memuluskan bisnis emas hitam, Buhaera geram.…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:25

Rp 1 Miliar Percantik Trotoar Kusuma Bangsa

SAMARINDA–Penyalahgunaan trotoar oleh pengendara roda dua sebagai alternatif mengatasi kemacetan…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:25

Masalah SKM Berlarut-larut, Asisten II Diganti..!! Sosok Penggantinya Perempuan

SAMARINDA–Meski hingga saat ini belum menuai kepastian, rehabilitasi Sungai Karang…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:21

Truk Senggol Motor, Satu Orang Tewas, Kemana Sopir Truknya?

SAMARINDA–Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan P Suryanata, Kelurahan Bukit…

Jumat, 06 Desember 2019 15:01

Ke Markas Polres Samarinda, Ini Arahan Kapolda Kaltim yang Baru

SAMARINDA - Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono melakukan kunjungan kerja…

Jumat, 06 Desember 2019 14:27

Taspen Serahkan Manfaat Pensiun dan THT ke Kabid Perbendaharaan BPKAD Kaltim

SAMARINDA - PT TASPEN (Persero) menyerahkan manfaat pensiun dan THT…

Kamis, 05 Desember 2019 23:22

Perlu Duduk Bersama Bahas Pembebasan Lahan

SAMARINDA–Pembebasan lahan jalan pendekat Jembatan Mahkota II masih abu-abu. Dinas…

Kamis, 05 Desember 2019 23:19

Kasus Tambang di Lahan Sekolah, Ada Kesepakatan, Peraturan Terabaikan

Aktivitas pertambangan yang menghebohkan warga di Jalan Pusaka, Kelurahan Lok…

Kamis, 05 Desember 2019 23:17

Tak Diberi Uang Bensin, Suami Tega Pukul Istri

SAMARINDA–Lantaran tidak diberi uang Rp 100 ribu, Arisal (45) tega…

Kamis, 05 Desember 2019 23:15

Warga Perkarakan Penggunaan Lahan Sembarangan

Buhaera kaget mendengar sebagian tanahnya berubah jadi kubangan besar yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.