MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 14 November 2019 12:26
Sidang Kayat, Hakim PN Balikpapan yang di-OTT KPK
Hakim Non Aktif Itu Tolak Sertifikat Tanah, Maunya Uang Tunai
Kayat (kiri) saat diamankan.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Lahan seluas 7,6 hektare di Km 8, Transad, Balikpapan Utara, menjadi awal operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret Sudarman dan Jonson Siburian yang diduga menyuap Kayat, hakim di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan pada 3 Mei 2019. Lahan yang berkelindan masalah itu dibeli perusahaan Sudarman, PT Sinar Agung Pakkaraja (SAP) dari Kamaluddin senilai Rp 2,1 miliar.

Namun saat di persidangan, Kamaluddin mengaku hanya menerima Rp 800 juta. “Sisanya dipakai Sudarman. Katanya buat mengurus IMTN (izin membuka tanah negara),” ucapnya saat bersaksi untuk Sudarman dan Jonson Siburian di PN Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, (13/11). Menurut Kamaluddin, uang Rp 2,1 miliar itu bukan milik Sudarman. Melainkan milik Heriyanto, rekan Sudarman di PT SAP.

Pembelian itu tak dibayar tunai, tapi menggunakan cek sebanyak tiga kali. Soal nominal di setiap cek, Kamaluddin menyebut tak ingat. Lahan yang dijualnya itu merupakan warisan ayahnya, Juhri, untuk dia beserta tujuh saudaranya dengan legalitas atas lahan berupa surat penguasaan atas tanah atau segel. Jual-beli ini pun menyeretnya bersama Sudarman dan Khairani, mantan camat Balikpapan medio 2001–2005 (saat itu membawahi Balikpapan Utara) ke meja hijau selepas laporan pemalsuan berkas atas lahan itu diadukan.

“Namun, segel warisan itu sah. Yang dipermasalahkan karena dianggap ada tanda tangan palsu,” katanya ketika terdakwa Jonson menyoal legalitas lahan itu. Dua jaksa KPK, Arief Suhermanto dan Andhi Kurniawan pun melemparkan pertanyaan soal kesaksian Khairani dalam sidang sebelumnya jika dia hanya memaraf segel yang dibeli Sudarman.

Apalagi soal tahun transaksi jual-beli itu dibuat tahun mundur. Seolah-olah dibeli medio 2003 padahal terjadi sekitar 2016-2017. Soal ini, Kamaluddin menegaskan, transaksi terjadi sekitar 2013. Adapun mengapa Khairani diminta menandatangani lantaran perlu verifikasi karena pernah menjabat di lokasi lahan.

Sebelum Kamaluddin, ada tiga saksi yang sudah bersaksi di depan majelis hakim yang dipimpin Agung Sulistiyono bersama Abdul Rahman Karim bersama Arwin Kusumanta ini.

Mereka adalah Jumaiyah (istri Sudarman), Robert Wilman Napitupulu (rekan Sudarman), dan Cristian Soetio (pelapor kasus pemalsuan berkas). Jumaiyah, ketika bersaksi mengaku memang pernah diminta Rossa Isabella, anggota kuasa hukum suaminya, untuk bertemu hakim yang menangani perkara suaminya. Anjangsana pun terjadi selepas dakwaan untuk Sudarman, Khairani, dan Kamaluddin dibacakan medio Oktober 2018.

“Ketemunya di ruang hakim. Saat itu Kayat hanya sendiri di ruangan,” tuturnya. Namun, diakuinya, pertemuan itu tak menghasilkan apa-apa karena Kayat merespons santai percakapan saat itu. “Lihat nanti fakta sidang,” kata Maya, begitu dia dipanggil, mengulang perkataan Kayat kala itu. Setelah itu, tak pernah ada pertemuan antara dirinya dan majelis hakim dari perkara suaminya.

Permintaan uang Rp 800 juta untuk membebaskan ketiganya pun didengarnya dari Rossa dan Jonson ketika berkomunikasi lewat seluler. Disinggung soal sertifikat IMTN milik PT SAP, terang dia, jika diserahkan Sudarman ke Jonson sejak perkara pidana itu diulik Polda Kaltim. Selepas tuntutan dibacakan Jaksa Mirhan dari Kejari Balikpapan, dia sempat berkoordinasi dengan Rossa mempertanyakan seperti apa kompensasi untuk hakim.

Kala itu, Sudarman dituntut lima tahun sementara Kamaluddin dan Khairani dituntut empat tahun. “Kata Rossa, hakim enggak mau sertifikat, maunya tunai,” singkatnya. Lima hari berselang atau pada 17 Desember 2018, vonis bebas diberikan untuk tiga orang itu pada sidang yang bergulir petang sekitar pukul 18.00 Wita.

Pelepasan ketiganya dari rutan baru bisa ditempuh keesokan harinya. Apalagi, dia diberi tahu Rossa untuk memproses administrasi panitera PN Balikpapan yang menangani perkara itu meminta biaya sebesar Rp 15 juta. “Tapi saat itu saya hanya punya Rp 5 juta. Uang itu saya serahkan ke Rossa,” tuturnya menutup kesaksian.

Ketika gilirannya bersaksi, Robert Wilman Napitupulu menerangkan memang selepas tuntutan dibacakan, dari balik jeruji besi, Sudarman sempat meneleponnya.

Dari sambungan seluler itu, Sudarman menceritakan bahwa dua hakim sudah cocok dengan fakta persidangan. Bahwa dirinya tak bersalah dalam kasus itu, tinggal mengurus Kayat untuk setuju. Soal “mahar” untuk pemberian vonis bebas, pengacara asal Balikpapan ini mengaku tak tahu.

“Memang sebelum vonis, Sudarman minta bantuan carikan pembeli. Dia mau jual tanah,” sebutnya. Sejak 2017, Cristian Soetio sudah mengenal Sudarman, mengingat saat itu dia bersama La Bolosi digugat perdata oleh PT SAP atas tumpang tindih kepemilikan lahan di Km 8 itu. Padahal, menurut dia, lahan dengan legalitas segel seluas 1,2 hektare itu dibelinya dari La Bolosi awal 2017. “Sekitar Rp 300 juta belinya,” tuturnya.

Namun, kala lahan itu hendak diproses IMTN untuk bisnis propertinya sekitar 750 meter persegi, justru tumpang tindih dengan IMTN milik PT SAP. Padahal, ketika dia saat membeli lahan itu, tak ada nama Sudarman atau Kamaluddin. Dia pun sempat melaporkan polemik tumpang tindih itu ke Polda Kaltim pada tahun yang sama. “Laporan yang diproses Polda bukan laporan saya, tapi laporan La Bolosi,” sebutnya.

Akhirnya, ketika perkara ini diproses, dia bersama La Bolosi menjadi saksi pelapor kasus itu. Di persidangan, selepas dia bersaksi, jaksa Mirhan yang menangani perkara ini sempat menawarinya untuk bertemu hakim. Kayat pun ditemuinya di kantin PN Balikpapan tapi tak ada percakapan berarti.

“Dia bilang, nanti saja ketemu di The Coast (salah satu restoran di Balikpapan),” sambungnya. Pertemuan terjadi, Cristian mengaku meminta keadilan soal kasus ini ke Kayat. Namun, pengadil di PN Balikpapan itu meminta Rp 500 juta untuk memvonis bersalah tiga orang itu.

“Dia cuma ngomong mangatus (bahasa Jawa), jadi saya asumsi segitu,” katanya. Permintaan itu pun tak diturutinya hingga vonis bebas muncul pada 17 Desember 2018. “Memang ada beberapa kali Kayat telepon saya, tak saya gubris,” singkatnya. Selepas empat saksi ini memberikan keterangan, dua jaksa KPK menilai telah cukup menghadirkan saksi untuk Sudarman dan Jonson Siburian.

Dengan begitu, majelis hakim menjadwalkan sidang akan kembali digelar pada Rabu (20/11) dengan agenda saksi meringankan yang dihadirkan para terdakwa. (*/ryu/riz/k16)


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 13:19

Nego Proyek KFX – IFX Berlanjut, Prabowo Ingin Pastikan Indonesia Tidak Rugi

JAKARTA– Menteri Pertahanan (Menhan) Korea Selatan Jeong Kyeong Doo berjumpa…

Jumat, 13 Desember 2019 11:23

Jadi Pro dan Kontra, Mendikbud Kukuh, Tetap Hapus UN

JAKARTA– Perubahan sistem pendidikan selalu memantik pro-kontra. Begitu pula dengan…

Kamis, 12 Desember 2019 13:50

KOK BISA..?? Terdakwa Narkotika Kabur di Pengadilan

SAMARINDA–Sidang yang bertumpuk dan pengunjung yang padat di Ruang Soebekti,…

Kamis, 12 Desember 2019 13:46

Perbaikan Runway Sesuai Progres, 16 Desember Bandara APT Pranoto Bakal Kembali Dibuka

SAMARINDA–Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Samarinda ditutup selama 25 hari.…

Kamis, 12 Desember 2019 13:24

Ujian Nasional Akhirnya Dihapus, Ini Gantinya....

JAKARTA– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim memastikan ujian…

Kamis, 12 Desember 2019 12:11

Selamat Tinggal Koruptor..!! MK Tunda Hak Politik eks Terpidana

JAKARTA– Publik Patut mengapresiasi KPK atas status terdakwa residivis koruptor…

Rabu, 11 Desember 2019 13:25

Efek IKN, Investasi ke PPU Meningkat

SAMARINDA–Pembangunan jalan tol Balikpapan–Samarinda menyisakan 2,2 kilometer lagi. Posisinya…

Rabu, 11 Desember 2019 13:25

Bekas Lokasi Penyulingan Kembali Ditemukan

TENGGARONG–Penindakan demi penindakan untuk memutus mata rantai pencurian minyak mentah…

Rabu, 11 Desember 2019 13:24

Membongkar Teka-teki dari Kasus Tewasnya Yusuf Ahmad Gazali

Senyum tipis Yusuf Ahmad Gazali jadi penyemangat Melisari selepas pulang…

Rabu, 11 Desember 2019 13:23

Bakal Pakai Bendungan, Enam PLTA Suplai IKN Baru

BALIKPAPAN–Kelistrikan di lokasi ibu kota negara (IKN) direncanakan mengandalkan pasokan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.