MANAGED BY:
SABTU
29 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Kamis, 14 November 2019 11:05
Dibalik Duel KSI Melawan Logan Paul
Berpotensi Kehilangan Rp 3M pemasukan
DUEL KSI melawan Logan Paul dianggap komunitas tinju dunia sebagai lelucon. Petarungan dua pemuda dengan lebih dari 20 juta pengikut di Youtube tersebut nyatanya membuka peluang besar untuk penetrasi fans baru di masa mendatang.

PROKAL.CO, DUEL KSI melawan Logan Paul dianggap komunitas tinju dunia sebagai lelucon. Petarungan dua pemuda dengan lebih dari 20 juta pengikut di Youtube tersebut nyatanya membuka peluang besar untuk penetrasi fans baru di masa mendatang.

Nyatanya, pertarungan edisi kedua, KSI-julukan Olajide Olatunji dan Paul disiarkan langsung sekitar 27 negara. Termasuk Indonesia lewat saluran secara berbayar. DAZN, memegang hak siar pertandingan tersebut untuk wilayah Amerika Serikat dan tujuh negara di Eropa dan Amerika Selatan.

Penonton harus berlangganan DAZN sekitar USD 19,99 (Rp 281 ribu) per bulan atau USD 99,99 (Rp 1,4 juta) per tahun untuk bisa menikmati duel “bergengsi” tersebut. Berbeda dari pertarungan pertama, duel tersebut tidak ditayangkan secara langsung via Youtube. Sebab, pihak terkait tak mau lagi kehilangan potensi pemasukan yang ada.

Eddie Hearn, promotor duel KSI vs Paul menyatakan tayangan langsung tersebut menciptakan pay-per-view terbesar di Inggris tahun ini. "Pertarungan pertama yang dibayar Rp 1,2 juta per view yang dilihat secara global. Kali ini jauh lebih besar," kata pria 40 tahun tersebut sebagaimana dikutip Mirror.

Saking tingginya minat para penonton, akhirnya muncul adanya pembajak yang menayangkan langsung duel mereka via streaming Youtube. Caranya cukup unik. Salah seorang Youtuber merekam dirinya sedang menonton pertandingan lewat pantulan kacamata. Rekaman itu dia siarkan secara langsung lewat Youtube.

Tayangan tersebut disaksikan sekitar 11 ribu penonton via streaming. Sebagaimana dikutip Business Insider, Youtube sudah mengambil alih tayangan bajakan tersebut. Di sisi lain, sampai saat ini, pihak penyelenggara belum merilis jumlah pasti berapa pendapatan lewat streaming dari pertarungan tersebut.

Tahun lalu, pada duel pertama, menghasilkan sekitar USD 11 juta (sekitar Rp 154 miliar). Dengan asumsi 11 ribu penonton via pembajakan di Youtube, DAZN berpotensi kehilangan sekitar USD 220 ribu (sekitar Rp 3 miliar) pemasukan mereka. (nap)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 12:15

Fans MU Walkout di Menit ke-68

KEBERHASILAN mendatangkan Bruno Fernandes tidak menyurutkan niat fans Manchester United…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:14

Batal Pulang Karena Korona

PREMIER League kembali memanggil bomber Marko Arnautovic. Namanya sempat masuk…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:13
REAL MADRID VS ATLETICO MADRID

Puncak Rivalitas Si Gurita dan Si Tembok

MADRID- Belum ada kiper yang memenangi Zamora Trophy lima musim…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:08

Diogo Resmi Diperkenalkan

SAMARINDA - Borneo FC Samarinda akhirnya resmi memperkenalkan Diogo Campos…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:04
Man United vs Wolverhampton

Panggung Rekrutan Baru

MANCHESTER– Manchester United sudah lebih dari sedekade ditinggal minggat Cristiano…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:03

Racing Point Menjadi Aston Martin

SILVERSTONE- Racing Point akan menjalani transformasi signifikan pada musim 2021.…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:02

Misi Jungkalkan Raja

MELBOURNE - Dominic Thiem memastikan diri sebagai penantang juara bertahan…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:01

El Matador Gagal, Pilih CLBK

UPAYA Atletico Madrid mendapatkan striker PSG Edinson Cavani berakhir seiring…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:46

Wajib Kerja Keras

Menukangi Borneo FC Samarinda, beban coach Edson Tavares dipastikan tak…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:45

Borneo FC Ingin Uji Coba Internasional

SAMARINDA - Borneo FC terus mempersiapkan diri menyambut kompetisi musim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers