MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 13 November 2019 22:56
Kasus Pencurian Minyak Mentah, Indikasi Permainan Perusahaan Legal

Tangan Kosong Gerebek di Palaran, Distribusi Penyulingan Minyak Ditelusuri

DILARANG BERAKTIVITAS: Lokasi penyulingan minyak ilegal dibongkar petugas gabungan bersama pemangku kepentingan, tak jauh dari kawasan Tol Balikpapan-Samarinda, Palaran.

PROKAL.CO, Satu demi satu perkara pencurian minyak mentah terbongkar. Peristiwa Sangasanga, Kukar, menjadi pembuka dosa mafia minyak ilegal.

 

JALAN tanah bercampur lumpur, di samping jalur Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), sisi Palaran, tepatnya di RT 1, Kelurahan Simpang Pasir, bisa dilintasi kendaraan roda dua hingga roda enam jenis truk (tangki). Tak dinyana, sekitar 300 meter dari gerbang tol itu, tempat penyulingan minyak mentah beraktivitas.

Di atas tanah berukuran 20x20 meter, tandon, tangki, serta pipa besi yang saling terhubung jadi alat utama. Harian ini sempat berbincang dengan Rudy, pemuda 25 tahun yang mendiami rumah tepat di depan lokasi penyulingan. Tak jauh dari rumahnya, ada rumah lain yang juga dihuni penduduk sekitar.

Jalan selebar 3 meter itu sebagian memang masih beralaskan tanah, namun dapat dilalui truk. Terlihat dari bekas ban kendaraan lalu lalang.

Senin (11/11) petang, kala petugas gabungan menggerebek tempat penyulingan tersebut, sayang tak mendapati seorang pun di sana, kecuali Rudy, yang tak ada sangkut paut dengan aktivitas penyulingan tersebut. Kala disambangi kemarin, lokasinya memang cukup jauh dari permukiman padat. Alat yang digunakan juga tak jauh berbeda dengan yang terungkap di Sambutan. Masih terbilang penyulingan tradisional, menggunakan bahan bakar kayu.

Di lokasi tersebut, ditemukan sebuah tungku penyulingan, tandon berkapasitas 5.000 liter, dan tiga tandon berkapasitas 1.200 liter. Sebanyak 10 tandon kapasitas 1.000 liter, enam di antaranya telah terisi, diduga minyak mentah. Di lokasi penyulingan yang telah ditinggalkan itu juga terdapat batu bata yang disusun, nantinya dibuat satu alat penyulingan baru.

Berbincang dengan Rudy, warga yang rumahnya hanya berkisar 10 meter dari tempat penyulingan itu, mengaku tak tahu dengan aktivitas tersebut. “Saya hanya berkebun di sini,” ungkapnya.

Dia juga tidak mengetahui saat petugas gabungan datang menggerebek tempat tersebut, lantaran ia buru-buru ke rumah keluarganya yang sedang sakit. Namun, ia melihat seorang polisi dengan lambang tugas Polda Kaltim, TNI, Pertamina, dan seorang pria yang disebutnya sopir.

Sekembali dari rumah keluarga, terkejut saat rumahnya justru diobok-obok. Beberapa kendaraan milik keluarganya juga dirusak. Rudy bercerita, beberapa bulan lalu, sempat pulang ke kampung halamannya di Tana Toraja, Sulsel. Dan saat ditinggalkan sebelum Agustus lalu, aktivitas penyulingan belum ada.

"Saya kembali ke sini (Samarinda) bulan lalu tiba-tiba sudah ada (penyulingan)," ucap pemuda yang telah bermukim setahun di lokasi tersebut.

Setiap bekerja, lanjut Rudy, empat hingga lima orang mengawasi kegiatan, dengan menggunakan pakaian coverall merah. Aktivitas penyulingan minyak mentah juga dilakukan malam hari, mulai pukul 18.00-06.00 Wita.

"Sebulan lalu produksinya masih jalan, belakangan ini enggak ada kegiatan, sepertinya tahu kalau ada penggerebekan," lanjutnya.

Selama berjalannya penyulingan, lanjut Rudy, truk tangki bertuliskan PT Indo Bahari Sukses (IBS) bermuatan 5.000 liter, keluar-masuk berkunjung setiap tiga hari sekali. Entah untuk mengambil solar, dan selalu di malam hari. Setiap pulang kerja, seluruh seragam kerja dititipkan di rumahnya. Nah, soal status lahan, pemuda itu hanya mengetahui pemiliknya bernama Mico. "Pernah datang pakai mobil Toyota Fortuner hitam," ucapnya.

Namun, dia menyesalkan penggerebekan yang berimbas pada barang pribadi. "Motor dan mobil dirusak, selang radiator diputus, rumah juga diobrak-abrik," sesalnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa yang ditemui menjelaskan, hingga dini hari kemarin (12/11), pihaknya belum menemukan seorang pun di TKP (Palaran). Sejumlah barang bukti di lapangan juga akan didata kembali.

"Kami masih menyelidiki, rencananya menginventarisasi penemuan baru, belum tahu untuk meminta keterangan terkait pertanggungjawaban penyulingan tersebut," terangnya.

Perwira balok tiga itu melanjutkan, untuk kasus penyulingan yang telah terkuak di daerah Sambutan, pihaknya menetapkan satu tersangka. Enam saksi juga sudah dimintai keterangan. Perihal keterkaitan antar-tempat penyulingan, eks Kasat Reskrim Polres Kukar itu belum bisa memastikan.

"Kami masih telusuri, dari keterangan saksi yang berada di Sambutan, tidak mengenal orang yang berada di Palaran, orang yang melakukan distribusi minyak mentah juga tidak dikenal para saksi," tambahnya.

PT IBS MEMBANTAH

Meski keterangan Rudy menyebut melihat truk yang bertuliskan PT IBS di lokasi penyulingan ilegal di Palaran, perusahaan supplier solar yang telah berdiri sejak 2012 itu menampik terlibat.

Kemarin, Kaltim Post bertemu Tomik Minzathu, selaku Legal PT IBS. Dia menuturkan, meski salah satu truk PT IBS terlihat di kawasan tersebut, belum bisa dipastikan keterlibatan perusahaannya. "Kami hanya sebagai distributor, kami tidak pernah melakukan penyulingan minyak," terangnya.

Persoalan lokasi pasti penyulingan, ia juga tidak mengetahui secara pasti. Solar yang didistribusikan hanya berasal dari Jakarta. Perihal nama Mico yang disebutkan, ia tidak mengenal. "Saya sudah empat tahun, enggak pernah kenal sama yang namanya Mico," kilahnya.

Perusahaan anak cabang PT Azeba itu juga menjelaskan, tidak ada seragam yang digunakan, hanya yang berwarna biru putih dengan les merah di bagian kerah dan ujung lengannya. "Soal seragam seperti yang dipakai saat ini, soal pakaian hanya dipakai saat di laut saja," jelasnya.

Tomik menambahkan, persoalan truk, perusahaannya memang ada menyewakan beberapa unit. Namun, ia juga belum ada pengecekan, dan mencari tahu ada oknum yang menggunakan truk perusahaan itu.

APRESIASI APARAT

Pengungkapan pencurian minyak mentah di Sangasanga, Kutai Kartanegara, disebut Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Wahyu Widhi sebagai langkah positif. Hal ini membuka tabir praktik kecurangan yang merugikan negara.

“Jadi, pada dasarnya saya mengapresiasi kerjanya teman-teman Polda Kaltim, dan yang punya rumah yaitu Pertamina,” ucapnya.

Dijelaskan Widhi, berdasarkan Undang-Undang 23/2014, pengelolaan migas merupakan kewenangan pusat. Dinas ESDM hanya melakukan fungsi koordinasi. Namun, melihat kasus yang baru terungkap ini, dia berharap kasus ini diproses dan ditindaklanjuti.

“Kalau namanya ilegal, sudah enggak benar itu. Apalagi, ini terungkap setelah ada kebakaran di daerah situ, ini kan ternyata ditelusuri ada illegal tapping,” sambung dia.

Meskipun Dinas ESDM Kaltim hanya punya fungsi koordinasi, namun dia mengatakan pihaknya akan siap membantu jika diminta. Tetapi, sesuai dengan peraturan dan kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah.

Hanya, dia menilai setelah ini ada pekerjaan lumayan berat yang harus dilakukan Pertamina, pemerintah Kecamatan Sangasanga dan Pemkab Kutai Kartanegara. Mereka mesti melakukan sterilisasi bangunan di zona-zona terlarang di Sangasanga. Sebab, saat ini banyak masyarakat tinggal dan mendirikan bangunan di area Pertamina yang harusnya steril.

“Apalagi, Pertamina ini objek strategis nasional. Nah ini teman-teman kecamatan dan Pemkab Kukar yang harus segera mensosialisasikan. Ya memang tidak semudah membalikkan telapak tangan,” jelas lelaki berkulit sawo matang ini. (nyc/dra/*/dad/dwi/k15)

 

 

Patgulipat Bisnis Minyak Ilegal

 

- Beraktivitas di RT 01, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran tepatnya sekitar 300 meter dari gerbang tol Balikpapan-Samarinda. Selain itu berada tepat di belakang salah satu rumah warga sekitar.

- Terbongkarnya kasus penyulingan minyak mentah berawal dari peristiwa di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, dua pekan lalu. Setelahnya ditemukan di kawasan Pelita 7, Sambutan. Terbaru di Palaran, kawasan Simpang Pasir.

- Kegiatannya setiap hari pada pukul 18.00-06.00 Wita.

- Terdapat 4-5 pekerja yang setiap hari beraktivitas.

- Setiap tiga hari sekali, truk tangki bermuatan minyak hasil olahan keluar-masuk membawa hasil minyak mentah berupa solar.

- Setiap beraktivitas menggunakan seragam merah.

- Berkegiatan di atas lahan berukuran 20x20 meter.

- Salah satu perusahaan suplai solar PT Indo Bahari Sukses (IBS) disebut kerap keluar-masuk lokasi penyulingan minyak mentah tersebut.

- Sebanyak 10 tandon ukuran 1.000 liter masih berada di lokasi. Enam di antaranya berisi penuh, dua kosong, sisanya ada yang terisi setengah.

- Tiga tandon berukuran 1.200 liter diduga untuk menampung namun kosong.

- Satu tungku yang menggunakan 10 pipa besi terhubung ke tandon untuk menampung minyak hasil olahan.

 

Sumber: Disadur dari keterangan warga sekitar.


BACA JUGA

Jumat, 06 Desember 2019 00:21

Suaka Orang Utan Jompo 10 Km dari Calon Istana Negara

 Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari di Penajam Paser Utara, Kalimantan…

Kamis, 05 Desember 2019 23:13

Hakim Itu Dituntut 10 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

SAMARINDA–Air muka Kayat datar, kala mendengar jaksa penuntut umum (JPU)…

Kamis, 05 Desember 2019 11:32

Satu Tersangka Kembali Ditangkap

TENGGARONG-Dukungan kepada Pertamina, Polri dan TNI dalam mengungkap dalang di…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31

Bawa Misi Dagang, Gubernur Jatim Berkunjung ke Gedung Biru Kaltim Post

Dalam lawatan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa ke…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31
Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Difungsikan Penuh Maret 2020

Beroperasi Sebagian, Tol Balikpapan-Samarinda Bakal Digratiskan

Teka-teki pengoperasian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) akhirnya terjawab. Jalan bebas…

Kamis, 05 Desember 2019 00:29

Dirut Pupuk Kaltim Diperiksa Terkait Perjanjian Pengangkutan Amoniak

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT. Pupuk…

Rabu, 04 Desember 2019 12:00

KPK Periksa Dirut PT Pupuk Kaltim

JAKARTA- Kasus dugaan suap Bidang Pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:55

Stefano ’’Teco’’ Cugurra, Telepon Pembuka Jalan, dan Sejarah di Liga Indonesia

Kedekatan dengan pemain dan kepiawaian meramu taktik dengan ketahanan fisik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:37

Illegal Tapping Terkuak, Hasil Produksi Meningkat

TENGGARONG–Pihak PT Pertamina Field Sangasanga mulai membeberkan hasil investigasi internal…

Rabu, 04 Desember 2019 11:37

Illegal Tapping Terkuak, Hasil Produksi Meningkat

TENGGARONG–Pihak PT Pertamina Field Sangasanga mulai membeberkan hasil investigasi internal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.