MANAGED BY:
SENIN
28 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 13 November 2019 12:03
Formasi Penjaga Tahanan Paling Banyak Peminat

Seleksi CPNS Menyisir Calon ASN Radikal

ilustrasi sipir

PROKAL.CO,

JAKARTA – Antusias masyarakat mengikut tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 sangat tinggi. Tercatat, hingga pukul 16.40 sudah ada 9.103 pelamar yang sudah memasukkan lamaran. Formasi penjaga tahanan (pria) Kementerian Hukum dan HAM menjadi favorit pilihan pelamar pada hari kedua pendaftaran kemarin (12/11). 

Sudah ada 1.051 pelamar yang memilih formasi penjaga tahanan. Kemudian, formasi favorit kedua adalah pelaksana/pemula pemeriksa keimigrasian (pria) dengan 426 pelamar dan penjaga tahanan (perempuan) sebanyak 378 pelamar di posisi ketiga. Dengan jumlah tersebut Kemenkumham menjadi instansi dengan peminat terbanyak. 

Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo membenarkan bahwa peminat CPNS luar biasa. Meski begitu, dengan meningkatnya pelamar, praktis semakin tinggi pula persaingan. Tjahjo mengimbau agar peserta bisa mempersiapkan diri masing-masing dengan sebaik-baiknya. 

Wajar peminat formasi penjaga tahanan (pria) yang tinggi. Sebab, lowongan yang dibutuhkan banyak. Yakni, berjumlah 2.875 orang yang akan disebar di kantor wilayah Kemenkumham seluruh Indonesia. Ditambah, kualifikasinya hanya lulusan SMA. 

Dia mengatakan untuk urusan teknis server pendaftaran, merupakan kewenangan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dia menjelaskan BKN secara berkala melakukaan update sistem untuk menjaga kelancaran proses pendaftaran CPNS 2019. 

Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana mengklaim sistem pendaftaran aman, tidak lelet. Pihaknya sudah menyiapkan kebutuhan penyimpanan data sebesar 5 terabyte dan bandwidth 5 gigabyte. ”Bandwidth baru terpakai 2 gigabyte. Masih banyak ruang. Tahun lalu yang terpakai 4,3 gigabyte,” kata Bima. 

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 21 September 2020 09:52
Pilih Realistis Bukan Pragmatis

Fenomena Calon Tunggal: Antara Aksi Borong Partai hingga Kandidat Punya Kualitas

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Balikpapan dan Kutai…

Senin, 21 September 2020 09:51

Mahar Politik Bikin Pengaderan Parpol Tak Berjalan

DUA dari sembilan daerah di Kaltim hanya memiliki calon tunggal…

Senin, 21 September 2020 09:49

Mobil Terbang dari Turki

MOBIL terbang menjadi teknologi masa depan yang banyak dikembangkan beberapa…

Minggu, 20 September 2020 12:29
Korban Prostitusi Online Diperkosa Penjaga

Terbuai Janji Nikah, Rela Berikan Servis Gratis

NAJIB/KP   Bak pagar makan tanaman, penjaga menggasak korban yang…

Minggu, 20 September 2020 12:26

Hampir 4 Tahun Off, Nah....Akhir Tahun, Rumah Sakit Islam Beroperasi

SAMARINDA–Hampir empat tahun sudah bangunan Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda…

Minggu, 20 September 2020 09:45

Langgar Protokol Kesehatan saat Mendaftar, Tiga Calon Kepala Daerah Ditegur Mendagri

BALIKPAPAN–Kontroversi kampanye di masa pandemi oleh peserta Pilkada Serentak 2020…

Sabtu, 19 September 2020 11:46

Pasien Covid-19 Dirawat di Hotel, Pemerintah Kumpulkan Hotel-Hotel Bintang 3 Sebagai Fasiltas Isolasi

JAKARTA—Pemerintah berencana akan menggunakan hotel-hotel kelas bintang 3 di seluruh…

Sabtu, 19 September 2020 11:35

Resesi Terburuk dalam Satu Dekade, Selandia Baru Optimistis Ekonomi Lekas Pulih

WELLINGTON– Selandia Baru sukses menekan angka penularan Covid-19. Hanya sedikit…

Sabtu, 19 September 2020 11:05

Picu Klaster Baru Covid-19, Tolak Kampanye Diselingi Konser, Kumpulan Massa Tak Lebih 100 Orang

SAMARINDA–Jalannya Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 memunculkan kekhawatiran.…

Sabtu, 19 September 2020 11:00

Nestapa Nelayan Tradisional di Pesisir Kaltim, Ruang Tangkap Makin Kecil, Tersingkir Geliat Perusahaan

ABDUL Kadirkaget bukan kepalang. Ketika bangun dari tidurnya di atas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers