MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 13 November 2019 12:01
Infrastruktur 5 Tahun Butuh Rp 2000 Triliun
Infrastruktur termasuk di dalamnya jalan tol masih menjadi fokus pemerintahan Jokowi.

PROKAL.CO, JAKARTA – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut butuh uang Rp. 2000 triliun untuk melanjutkan agenda pembangunan pemerintah selama 5 tahun mendatang. Alias periode 2020 sampai 2024.

Dalam 5 tahun tersebut, Kementerian PUPR akan berfokus pada sektor Sumber Daya Air (SDA), Jalan dan Jembatan, Pemukiman serta Perumahan.

Di bidang SDA, Basuki mengatakan pihaknya masih berusaha meningkatkan daya tampung air per kapita per tahun. Caranya adalah dengan membangun 15 bendungan baru. Pada 5 tahun periode pertamanya kemarin, Basuki sudah berhasil menyelesaikan pembangunan 45 bendungan baru dari target 65 bendungan.

“Kita akan tingkatkan dengan membangun 15 bendungan baru. Juga ada 1000 embung baru. Tapi kontrak bendungan baru akan dimulai tahun 2021,” kata Basuki kemarin (12/11)

Dalam sektor konektivitas, Basuki mengatakan pihaknya menargetkan akan membangun 2.500 kilometer jalan tol baru. Utamanya yang menjadi fokus saat ini adalah Jalan Tol Lintas Sumataera. Kemudian jalan tol non Trans Jawa jalur selatan mulai dari Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas). “Cigatas saat ini sudah mulai kita lelang,” jelasnya.

Jalur Cigatas nantinya dicita-citakan akan diteruskan hingga ke timur melewati Cilacap hingga ke Kulonprogo, Yogyakarta. Selain itu akses bandara baru Yogyakarta (YIA) juga akan segera disambungkan ke Jalan Tol Yogyakarta-Solo kemudian disambungkan ke Jalan Tol Bawen-Yogyakarta.

“ Dari YIA ke Jogja ke Solo sudah tender. Kita mau tender lagi Bawen-Jogja. Jadi nyambung dari utara ke selatan,” jelas Basuki.  

Sementara untuk jalur utara. Proses lelang sudha komplit untuk Jalan Tol Semarang Demak.Kemudian akan dilanjutkan sampai ke Kudus, Pati, Rembang, Tuban hingga Gresik terus menyambungkan dengan Jalan Tol eksisting yakni Surabaya-Gempol dan Jalan Tol Trans Jawa.

Sementara untuk Jalan Nasional Non-Tol, akan dipersiapkan 3000 kilometer ruas jalan baru. Utamanya fokus pada jalan-jalan di wilayah perbatasan yang sudah tersambung namun masih berupa tanah. Target selanjutnya adalah membangun dan melakukan perkersan. “Nanti juga akan dilengkapi dengan 60 ribu meter jembatan baru. Ada yang berupa underpass maupun flyover,” jelasnya.

Sementara untuk pengadaan air minum, Basuki menyebut saat ini cakupan pelayanan penyediaan ari minum baru total 80 persen. Kurang 20 persen. Cita-citanya, 5 tahun kedepan PUPR akan meningkatkan hingga 90 persen cakupan dengan membangun 10 juta sambungan air. Proyek ini adalah program berjangka 10 tahun.

Peningkatan kualitas bangunan di kawasan kumuh serta perbatasan juga akan dilakukan bersama rehabilitas  sekolah, madrasah, dan pasar sejumlah 5.555 unit. “Ini yang limpahan tugas dari Kemendikbud, Kementerian Agama, dan Kementerian Perdagangan. Program 1 juta rumah juga akan dilanjutkan,” ujarnya.

Dari kebutuhan anggaran sekitar 2000 triliun, Basuki mengatakan kekuatan APBN hanya 110 hingga 120 triliun per tahun. Jika dalam 5 tahun, maka hanya akan didapatkan 620 hingga 650 triliun. “Sisanya nanti dari swasta. Mulai dari KPBU atau investasi,” jelas Basuki.

Dalam pembangunan tahun depan, Basuki juga menyebut porsi BUMN akan dikurangi. Lebih banyak delegasi ke kontraktor swasta.  Basuki akan memulai program pembangunan 5 tahun periode kedua ini secepat-cepatnya. “Januari sudah ada kontrak 30 persen dari total anggaran PU belanja modal. Bisa ditandatangai pada bulan Januari (2020,Red),” jelasnya.

Dibidang permukiman, Kementerian PUPR juga akan melakukan peningkatan akses 90 persen terhadap air minum layak, Akses 80 persen terhadap Sanitasi & Persampahan, pengembangan 11 kawasan PLBN terpadu, penanganan 10.000 hektar kawasan kumuh tersebar di seluruh Indonesia.  

Kemudian di bidang perumahan akan membangun sebanyak 50.000 unit rumah susun, 25.000 unit rumah khusus, 1.500.000 unit rumah swadaya, serta 500.000 unit PSU perumahan yang tersebar di seluruh Indonesia.(tau)


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 23:00

Banjir Samarinda Cuma Komoditas Politik

SAMARINDA-Gaya komunikasi Wali Kota Syaharie Jaang dalam menyikapi banjir di…

Jumat, 17 Januari 2020 22:00

KLHK Investigasi Tambang Ilegal di IKN

BALIKPAPAN–Kegiatan pertambangan di sekitar lokasi calon ibu kota negara (IKN)…

Jumat, 17 Januari 2020 21:00

Tahu Sumedang yang Tiada Henti Diuji, Efisiensi setelah Tol Beroperasi, Omzet Tersisa 25 Persen

Setelah Bandara APT Pranoto Samarinda, kini Tol Balikpapan-Samarinda yang menggerus…

Jumat, 17 Januari 2020 14:31
Minta Polri Usut Tuntas Masalah ASABRI

Direksi ASABRI Bersikeras Bantah Terjadi Korupsi

JAKARTA– Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambangi…

Jumat, 17 Januari 2020 11:51
Dari Penerbangan Perdana Susi Air Samarinda-Maratua

Selamat Tinggal Perjalanan Melelahkan ke Surga Pelepas Penat

Pulau Maratua kini hanya berjarak 1 jam 20 menit dari…

Jumat, 17 Januari 2020 11:42

Titik Longsor Bertambah, Penghuni Kuburan Bisa Keluar

Meski hujan yang mengguyur Kota Tepian tengah mereda. Namun, bahaya…

Jumat, 17 Januari 2020 11:26

Sudah Tidak Ada WNI yang Ditawan Abu Sayyaf

JAKARTA - Pemerintah Filipina memenuhi janjinya kepada pemerintah Indonesia. Melalui…

Jumat, 17 Januari 2020 11:21

Kasus Jiwasraya, Kejagung Blokir 84 Aset Tanah Tersangka

JAKARTA-- Setelah mengamankan sejumlah mobil mewah dan motor sejak Rabu,…

Jumat, 17 Januari 2020 11:01

DKPP Resmi Berhentikan Wahyu Setiawan

JAKARTA– Wahyu Setiawan secara resmi diberhentikan secara tetap sebagai komisioner…

Kamis, 16 Januari 2020 16:34
Panti Asuhan Baitul Walad yang Terus Berjuang di Tengah Banjir

Bisa Bermalam di Musala, Keluar Biaya dan Tenaga Ekstra

Banjir sudah sangat akrab dengan panti asuhan ini. Januari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers