MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 13 November 2019 11:09
Si Kecil Pedas yang Jadi Pemicu Inflasi di Kaltim
Perubahan iklim dan kondisi cuaca, membuat pasokan cabai ke ibu kota Kaltim mengalami gangguan.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Dalam sepuluh tahun terakhir, komoditas cabai berkontribusi cukup besar terhadap inflasi di Kota Tepian. Hingga Agustus 2019, cabai rawit telah lima kali dan cabai merah empat kali menjadi penyumbang inflasi di Samarinda. Cabai rawit tercatat mengalami inflasi sebesar 73,55 persen year on year (yoy) sementara cabai merah sebesar 77,34 persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, pihaknya terus berusaha mengurangi kontribusi cabai terhadap inflasi di Samarinda. Dalam rangka mengurangi kontribusi cabai terhadap inflasi, BI bersama Pemkot Samarinda telah mendorong terbentuknya daerah-daerah penghasil cabai pada 2014 melalui program pengembangan klaster cabai organik di beberapa kantong pertanian di Kota Tepian. “Hanya saja produksi cabai dari daerah saat ini baru bisa memenuhi kebutuhan sekitar 40 persen,” ujarnya, Selasa (12/11).

Dia mengatakan, selain itu perubahan iklim dan kondisi cuaca, seperti saat ini terjadi musim kemarau dan anomali iklim membuat pasokan cabai ke ibu kota Kaltim mengalami gangguan. Jika dilihat sejak Februari 2019, harga merangkak naik dari Rp 30.200-90 ribu pada Agustus 2019. Lalu berangsur menurun hingga angka Rp 41.250 pada September 2019.

Gejolak harga tersebut bagi konsumen di tingkat rumah tangga sangat mengganggu manajemen keuangan di tingkat keluarga. “Banyak hal yang kita lakukan untuk mencegah tingkat inflasi di Kaltim dari cabai,” tuturnya.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Nomor EK.2.1-270/D.I.M.EKON/08/2019 pada 20 Agustus 2019 dengan perihal, koordinasi mitigasi dampak kenaikan harga cabai menyebutkan bahwa salah satu upaya jangka menengah yang dapat diambil dalam mengendalikan harga cabai, adalah mengintensifkan kembali gerakan tanam cabai di kantor-kantor instansi pemerintah daerah dan pemukiman masyarakat.

“Sehingga untuk itu TPID Samarinda bermaksud melakukan upaya peningkatan produksi cabai di kalangan rumah tangga,” katanya.

Hal itu, tambahnya, bisa dilakukan melalui gerakan menanam cabai dalam rangka mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan cabai. BI turut ambil bagian dengan memberikan dukungan melalui pemberian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dalam bentuk pembagian bibit cabai.

“Tak hanya sampai di situ, gerakan menanam cabai harus terpantau, terkoordinir dan terawat, agar bibit cabai berguna dan bisa mengurangi kontribusi komoditas ini terhadap inflasi di Samarinda,” pungkasnya. (ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Minggu, 15 Desember 2019 21:04

WUIHH MAKIN ENAK..!! Tahun 2020, PNS Tak Perlu Ngantor

Abdi negara bisa segera berkantor di mana saja. Pola perhitungan…

Minggu, 15 Desember 2019 21:03

Tak Semua Eselon III dan IV Dihapus

Jabatan Eselon III dan IV bakal tidak ada lagi. Aparatur…

Minggu, 15 Desember 2019 21:00

Jembatan Mahakam IV Diperkirakan Bisa Dipakai Maret 2020

SAMARINDA–Masyarakat Kota Tepian tampaknya harus banyak bersabar. Sebab, Jembatan Mahakam…

Minggu, 15 Desember 2019 20:57

Azura Luna, Warga Kediri yang Jadi Buronan Interpol Hong Kong

Sosialita asal Kediri terlibat banyak kasus penipuan. Kemudian, menghilang setelah…

Minggu, 15 Desember 2019 20:50

Progres Jalan Bontang - Samarinda dan Sangatta 95 Persen, Rampung Bulan Ini

BALIKPAPAN – Proyek preservasi jalan nasional Samarinda, Bontang, dan Sangatta…

Minggu, 15 Desember 2019 20:11

BPS Sebut Ekonomi Indonesia Tahun 2020 Bakal Suram

JAKARTA- Secara mengejutkan Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan pernyataan yang…

Minggu, 15 Desember 2019 14:02

Bandara APT Pranoto Kembali Beroperasi Besok, Maskapai Ini Sudah Buka Reservasi

SAMARINDA - Bandara APT Pranoto akan kembali beroperasi pada hari…

Minggu, 15 Desember 2019 10:00

Pemerintah Kaji Bus Amfibi Jadi Moda Transportasi di Calon Ibu Kota Negara

Melihat karakter geografis calon ibu kota negara, Kalimantan Timur, banyak…

Minggu, 15 Desember 2019 09:52

IKN Perlu Daya Listrik Empat Kali Lipat Jakarta

Pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim berdampak domino. Salah…

Minggu, 15 Desember 2019 09:47

Presiden ke Kaltim Lagi, Resmikan Tol Balsam lalu Tinjau Lahan IKN

SAMARINDA-Jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) direncanakan diresmikan pekan depan. Tepatnya, Selasa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.