MANAGED BY:
MINGGU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 12 November 2019 13:19
Sindikat Sengaja Bangun Rumah di Atas Pipa

SKK Migas Curiga Pencurian Minyak Tak Cuma di Sangasanga

PROKAL.CO, Relokasi bangunan yang berdiri di sekitar area pipa minyak mentah mencuat setelah pencurian minyak mentah mengemuka di Sangasanga. Harus ada langkah konkret agar penerimaan negara tidak hilang.

 

BALIKPAPAN–Pencurian minyak mentah (crude oil) dengan cara melubangi pipa (illegal tapping) milik Pertamina di Sangasanga, Kukar, diyakini berkaitan dengan penyulingan ilegal di Kecamatan Sambutan, Samarinda. Perlu diketahui, lokasi penyulingan tradisional itu ditemukan, Jumat (8/11) lalu.

Tempat penyulingan berdekatan aktivitas perusahaan tambang batu bara di kawasan tersebut. Sementara itu, illegal tapping di Sangasanga terungkap setelah lokasi yang diduga tempat pencurian terbakar, Senin (14/10), di RT 6, Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga.

Kebakaran yang menelan tiga rumah itu berdekatan dengan pipa migas. Di lokasi kejadian ditemukan keran modifikasi. Jaraknya hanya sekitar 500 meter dari aset PT Pertamina EP Field Sangasanga. Lokasi kebakaran membentang jaringan pipa minyak penghubung antara Stasiun Pengumpul Utama (SPU) E menuju Pusat Penampungan Produksi (PPP) milik PT Pertamina EP Field Sangasanga.

Dugaan adanya praktik illegal tapping semakin kuat, kala sebuah truk bermuatan tandon terbakar di lokasi itu. Ditambah, Pihak Polres Kukar yang menurunkan Tim Inafis untuk menggelar olah TKP mengamankan paralon, slang, terpal, mesin penyedot air, klem, dan keran modifikasi di area lokasi kebakaran. Sebenarnya, ada satu lagi truk yang berhasil diselamatkan dari kobaran api.

Kepada Kaltim Post, Senior Manager Operasi SKK Migas Kalsul Roy Widiartha menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina EP Field Sangasanga setelah peristiwa kebakaran di RT 6, Kelurahan Sangasanga Dalam, 14 Oktober lalu. Setelah dibuat pemetaan, hasilnya, ada delapan lokasi illegal tapping di Sangasanga.

Pihaknya yakin, minyak mentah yang ditemukan di lokasi penyulingan ilegal di Sambutan, Samarinda, berasal dari aksi illegal tapping di Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar). “Dua dikonfirmasi dengan membuat bangunan di atas pipa sebagai kamuflase. Enam lainnya dilakukan di bangunan dengan jarak aman dari pipa. Namun ada titik pengambilan minyak dari pipa,” jelas Roy, kemarin (11/11).

Tindak lanjutnya, temuan ini telah dilaporkan ke kepolisian dan TNI. Pekan lalu, tim Pertamina EP Field Sangasanga menghadap bupati Kukar untuk membahas persoalan ini. Hingga kabar pengungkapan lokasi penyulingan tradisional ditemukan di Samarinda, Jumat (8/11) lalu. “Pagi tadi (kemarin), kami juga sudah bertemu Pak Sekda (Sekprov Kaltim). Dan sesuai arahan Pak Gubernur dan Pak Sekda, kami diminta berkoordinasi dengan tim penanganan masalah,” ucapnya.

Lanjut dia, keterlibatan SKK Migas Kalsul dan tim penanganan masalah untuk mencari solusi. Ada upaya untuk melakukan sterilisasi bangunan khususnya di zona-zona terlarang. Terutama yang berdampak langsung pada aspek keselamatan dan gangguan operasi pipa milik Pertamina EP Field Sangasanga.

“Jumlahnya banyak. Sementara dari Pertamina ada 15 lokasi yang perlu ditertibkan,” sebutnya.

Namun, sterilisasi tersebut bakal berdampak pada masalah sosial. Karena itu, pihaknya dan tim penanganan masalah masih mematangkan rencana tersebut dengan Pemkab Kukar. “Kalau memindahkan warga yang sudah berdiam lama pasti ada gejolak. Maka kami minta arahan. Bagaimana win-win solusinya,” ucap dia.

Terkait kerugian akibat kasus ini, dari laporan yang diterima, illegal tapping di Sangasanga ini sempat membuat penurunan produksi minyak mentah. Namun, berapa jumlahnya, pihaknya belum menerima data dari Pertamina EP Field Sangasanga. “Berapa pun jumlahnya, yang jelas penerimaan negara hilang,” sebutnya.

Selain proses identifikasi perambahan di kawasan Pertamina EP Field Sangasanga, SKK Migas Kalsul tengah menelusuri asal minyak mentah yang ada di penyulingan tradisional ilegal di Samarinda. Karena tak menutup kemungkinan asalnya tidak hanya dari pipa milik Pertamina EP Field Sangasanga.

“Kami sudah berkoordinasi dengan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) lainnya. Kami coba perdalam lagi,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, empat lokasi penyulingan minyak mentah yang diduga ilegal di Samarinda ditemukan, Jumat (8/11). Polisi pun kini tinggal menelusuri mata rantai terakhir. Yaitu, siapa pembeli besar hasil penyulingan minyak dari illegal tapping itu? Wilayah yang jadi tempat penyulingan berada di Kecamatan Sambutan. Lokasinya jauh dari permukiman. Tetapi berdekatan dengan sejumlah konsesi pertambangan batu bara.

Tak hanya ratusan ton minyak mentah, aparat mengamankan tungku permanen, tangki penampungan minyak, slang, kayu bakar, dan peralatan pembakaran lainnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun Kaltim Post, tim gabungan dari Pertamina, Polri, dan TNI menciduk seorang warga berinisial Ar. Dia diduga berperan sebagai pemasak atau penyuling. Kepada petugas yang melakukan pengungkapan, dia pun menyebut nama lain berinisial HM.

HM disebut sebagai pemasok minyak mentah tersebut. Ar juga bercerita mengenai jenis truk yang kerap digunakan untuk mengangkut minyak mentah curian. Polresta Samarinda masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus ini. “Masih dalam penyelidikan kasusnya,” ujar Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa kepada awak media.

Lokasi penyulingan yang berada di jalan eks hauling batu bara, diduga erat kaitannya dengan penggunaan minyak hasil penyulingan untuk operasional perusahaan batu bara. Kaltim Post menyambangi lokasi penyulingan yang berlokasi di Jalan Veteran, Minggu (10/11).

Dari pantauan sekitar pukul 12.10 Wita, dua truk pengangkut minyak tampak melakukan pemindahan minyak mentah ke dalam truk.

Keterangan seorang petugas dari pihak Pertamina di lokasi, disebutkan jika seluruh minyak mentah akan diangkut dan dipindahkan ke lokasi yang aman. Sekaligus sebagai barang bukti dan petunjuk untuk dilakukan uji laboratorium. Ini untuk memastikan apakah ada kesamaan dengan minyak mentah yang diproduksi oleh pihak PT Pertamina EP Field Sangasanga.

Asisten Manajer Legal & Relations Pertamina EP Sangasanga Field Frans Alexander A Hukom menyebut, temuan di Sambutan merupakan hasil pengembangan praktik illegal tapping yang beberapa hari lalu terjadi di Field Sangasanga. Patroli pihaknya dengan TNI dan Polri berhasil menemukan lokasi penyulingan minyak ilegal. Setelah sebelumnya hanya mendapati pencurian ilegal di Sangasanga.

“Ini untuk menekan dan menghapus pencurian minyak mentah yang merugikan negara. Saat kami sedang patroli, kami menemukan lokasi tersebut yang ternyata adalah lokasi pemasakan minyak ilegal,” ujarnya.

Dia mengapresiasi TNI dan Polri yang berhasil melakukan pengembangan kasus illegal tapping di Sangasanga, beberapa waktu lalu. Minyak tersebut, lanjut dia, dalam proses uji laboratorium untuk mengetahui dan memastikan asal minyak mentah tersebut. Meski hasil uji laboratorium belum keluar, dia yakin, mengarah pada keterkaitan praktik illegal tapping di Sangasanga. “Karena kalau bukan dari hasil illegal tapping dari mana lagi mereka mendapatkan sumber minyak mentahnya,” katanya. (rdh/riz/k8)


BACA JUGA

Minggu, 15 Desember 2019 10:00

Pemerintah Kaji Bus Amfibi Jadi Moda Transportasi di Calon Ibu Kota Negara

Melihat karakter geografis calon ibu kota negara, Kalimantan Timur, banyak…

Minggu, 15 Desember 2019 09:52

IKN Perlu Daya Listrik Empat Kali Lipat Jakarta

Pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim berdampak domino. Salah…

Minggu, 15 Desember 2019 09:47

Presiden ke Kaltim Lagi, Resmikan Tol Balsam lalu Tinjau Lahan IKN

SAMARINDA-Jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) direncanakan diresmikan pekan depan. Tepatnya, Selasa…

Minggu, 15 Desember 2019 09:44

BPK Temukan Pajak Daerah Tak Maksimal

SAMARINDA–Di tengah kesulitan keuangan yang melanda beberapa daerah di Kaltim,…

Minggu, 15 Desember 2019 09:42

Mesti Ada Pengganti UN yang Berstandar

SAMARINDA–Rencana penghapusan ujian nasional (UN) direspons Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Jumat, 13 Desember 2019 13:19

Nego Proyek KFX – IFX Berlanjut, Prabowo Ingin Pastikan Indonesia Tidak Rugi

JAKARTA– Menteri Pertahanan (Menhan) Korea Selatan Jeong Kyeong Doo berjumpa…

Jumat, 13 Desember 2019 11:35

Tahanan Kabur di PN, Ternyata Kasus Kedua dalam Tiga Tahun Terakhir

SAMARINDA–Kaburnya Syamsul Fajri (Ancu), terdakwa narkotika, saat hendak disidang di…

Jumat, 13 Desember 2019 11:34

Jaringan Listrik di IKN, Di Bawah Tanah

SELAIN infrastruktur jalan, kelistrikan di pusat pemerintahan IKN baru di…

Jumat, 13 Desember 2019 11:33

Pembangunan Jalan IKN Dimulai Duluan

BALIKPAPAN–Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan ibu kota negara (IKN)…

Jumat, 13 Desember 2019 11:23

Jadi Pro dan Kontra, Mendikbud Kukuh, Tetap Hapus UN

JAKARTA– Perubahan sistem pendidikan selalu memantik pro-kontra. Begitu pula dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.