MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Selasa, 12 November 2019 13:06
Isu Dunia Kesehatan di Pulau-Pulau Terpencil Indonesia (2-Habis)
Dua Anak Sepiyana Terdiagnosis Stunting
Dokter Ayu Novita Kartikaningtyas

PROKAL.CO, Namanya Coralina. Di usia 6 tahun ini, berat badannya hanya 6,1 kg dan tingginya 72,5 cm. Dokter menyebut dia mengalami stunting. Kondisi serupa dialami sang adik. Di antara penyebabnya, perkawinan dini dan rendahnya pendidikan.

 

FERLYNDA PUTRI, Pangkep, Jawa Pos

 

SEHARUSNYA tahun ini Coralina bersekolah di TK. Namun, kenyataannya, anak Pulau Sailus, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, itu baru mulai belajar berjalan. Ketika dipanggil, dia menengok. Matanya yang cekung menatap pemilik suara. Namun, dia tidak menjawab.

Enam tahun lalu Coralina lahir di usia kehamilan 7 bulan. Ibunya, Sepiyana, masih berusia 15 tahun. Berat badan lahirnya 2.200 gram. Adik Coralina, Al Ghazali, memiliki cerita sama. Mereka dinyatakan stunting.

Dokter Ayu Novita Kartikaningtyas yang waktu itu menjadi relawan di Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) mewawancarai 10 anak. ”Tujuh anak di antaranya stunting,” ucap lulusan Universitas Brawijaya, Malang, tersebut kemarin (11/11).

Sepiyana adalah salah satu kader kesehatan di Puskesmas Sailus. Coralina sudah mendapatkan treatment dari puskesmas. Perkembangannya sudah membaik. Dokter Asyraf Djamaludin yang juga menjadi relawan RSTKA sempat memberikan assesment lanjut terhadap Coralina.

Menurut dia, kemampuan kognitif bocah tersebut tidak bisa berkembang lebih baik. ”Otak berhenti tumbuh sampai usia 18 bulan. Setelah itu, tengkorak rapat,” ujar pria yang tengah menempuh pendidikan spesialis anak di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, tersebut.

Namun, bukan berarti tak ada harapan untuk bocah itu. Psikomotorik dan psikososialnya harus diasah lagi. Menurut Asyraf, dua hal tersebut cukup membuat Coralina mandiri. ”Dia sudah mulai pinter,” ujarnya.

Pekerjaan rumah lainnya adalah menjamin nutrisi. Imunisasi lengkap dan tambahan untuk Coralina juga harus dipenuhi. Seharusnya Sepiyana dan ibu-ibu lain memenuhi kualitas gizi anak sejak dalam kandungan. Bahkan, sebelum hamil, menurut Asyraf, remaja perempuan juga harus menjaga gizinya. Setidaknya agar tidak mengalami anemia. Pernikahan dini masih menjadi momok. ”Padahal, ada risiko belum paham pola pengasuhan,” ucapnya.

Camat Liukang Tangaya Aminullah Umar mengatakan, pernikahan dini di wilayahnya masih menjadi persoalan. Menurut ceritanya, jika sudah bisa menyelam untuk mencari ikan, laki-laki boleh menikah. Bahkan, ada tradisi, sebelum bekerja, laki-laki disarankan untuk menikah dulu. ”Sementara perempuan tidak bisa menolak ketika sudah dipilih oleh lelaki untuk dikawini,” tutur pria 55 tahun itu.

Menurut dia, salah satu upaya untuk menyelesaikan persoalan tersebut terkait dengan akses pendidikan. Setidaknya jika kesempatan sekolah tinggi, pernikahan dapat ditunda. Di kecamatan tersebut, sayangnya, hanya ada tiga SMA. Padahal, Liukang merupakan wilayah yang terdiri atas 25 pulau dengan total penduduk 19.582 jiwa. Sebanyak 90 persen penduduk bekerja sebagai nelayan.

Pemerintah desa, menurut dia, sudah berusaha melarang pernikahan dini. Namun, ketika tidak dibolehkan, calon pengantin menikah secara agama. Lalu, saat anak mereka akan bersekolah, barulah pasangan tersebut melapor dan dinikahkan secara negara. Semua dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan surat-menyurat.

Liukang Tangaya dikaruniai kekayaan laut yang beragam. Nelayan dapat dengan mudah mencari ikan-ikan besar, gurita, cumi-cumi, dan hasil laut lainnya. Rumput laut dapat tumbuh subur. Pohon kelapa berjejer memagari laut. Sayang, semua hasilnya dijual ke luar pulau untuk memenuhi kehidupan orang kota.

Di Pulau Matalaang, motor-motor cc (cubic centimeter) besar mirip di sinetron dengan mudah ditemui. Anak-anak mudanya dengan bangga putar-putar pulau dengan kendaraan yang dimiliki. Namun, di sana, menurut pemeriksaan RSTKA, 50 persen anak mengalami stunting. Anak-anak bersekolah hanya sampai SMP. Akses kesehatan hanya satu, puskesmas pembantu dengan satu bidan.

Kalau sakit parah, pasien harus dirujuk ke Makassar. Tidak ada kapal perintis. Hanya mengandalkan perahu nelayan yang akan menyetorkan ikan kepada juragan di kota. Begitu juga ketika akan bersekolah. Anak-anak harus ke kota, indekos. Jauh dari orang tua. Biaya lagi.

Penanganan stunting sekarang menjadi program prioritas pemerintahan Joko Widodo. ”Sumber daya alam melimpah yang dimiliki bangsa ini tidak ada apa-apanya tanpa sumber daya manusia yang memiliki kecakapan dalam teknologi,” ujar Menko PMK Muhadjir Effendy.

Dia berpesan kepada semua pihak agar turut aktif memerangi stunting. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat dan organisasi pegiat lingkungan. ”Angka stunting kita saat ini masih sekitar 27 persen dan ini cukup besar,” terang dia.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia diperlukan. ”Harus mengontrol jarak kelahiran dan turunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi,” ujarnya.

Kewajiban itu tak hanya milik sektor kesehatan. Kerja sama lintas sektor harus dilakukan. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan bahwa stunting ditangani bersama. Tiap-tiap lembaga dan kementerian memiliki alokasi dana untuk pengentasan stunting. ”Misalnya program kesejahteraan keluarga yang diampu Kemensos. Peningkatan pengasuhan melalui Kementerian PPPA, BKKBN, dan Kemendikbud,” bebernya. (*/habis/c11/ayi)


BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 11:09

Cerita Kelompok YPAC Music Percussion, Senyumin Aja kalau Ada Yang Nyinyir

YPAC Music Percussion menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menjadi…

Sabtu, 07 Desember 2019 12:16
Rindu Leluhur, Bocah-Bocah Omah Cangkem Diundang ke Kaledonia Baru

Seperti Bertemu Saudara, Trenyuh Gamelan 30 Tahun Ditabuh Lagi

Bocah-bocah yang tergabung dalam Omah Cangkem belum lama ini menorehkan…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:10
SMPN 20 Depok setelah Puluhan Siswanya Terinfeksi Hepatitis A

Diliburkan Tiga Hari, Sediakan Ujian Susulan untuk Yang Masih Dirawat

Pihak sekolah membantah kesimpulan Kementerian Kesehatan bahwa penular virus adalah…

Senin, 02 Desember 2019 12:38

Sijantang Koto dan Abu ”Abadi” Cerobong Pembangkit Listrik

AGUS DWI PRASETYO, Jawa Pos, Sawahlunto   Bocah laki-laki itu…

Kamis, 28 November 2019 13:39
Mengikuti Keseharian Ahmad Tohari, Puluhan Tahun setelah Ronggeng Dukuh Paruk Lahir (2-Habis)

Nyabut Singkong, Dikencingi Dulu, lalu Dimakan Langsung, Itu Pengalaman Nyata

Ahmad Tohari akan terus menulis...selama tak ada ciap-ciap anak ayam…

Rabu, 27 November 2019 12:07
Sehari Bersama Ahmad Tohari, sang Penulis Ronggeng Dukuh Paruk (1)

Dari Gus Dur Belajar tentang Permainan Kata dan Humor

Sampai usia 71 tahun sekarang ini, Ahmad Tohari terus bersetia…

Selasa, 26 November 2019 13:22

Kisah Tutik Suwani, Sarjana Perhotelan yang Pilih Mengajar di SLB

Tugas seorang guru salah satu adalah mengajarkan baca dan tulis…

Selasa, 26 November 2019 11:31

Cerita Penyusunan Buku Saku Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus

Inge dan Yayas pertama menggagas buku ini saat sama-sama menangani…

Rabu, 20 November 2019 10:17
Ahnaf Fauzi Zulkarnain, 10 Besar KJSA Goes Digital 2019

Belajar lewat YouTube, Bikin Robot Pelayan Penderita Stroke

Berawal dari rasa peduli terhadap sesama, siswa MTsN 4 Gunungkidul…

Sabtu, 16 November 2019 12:57

Ananda Badudu yang Ingin Kembali Teruskan Karir Bermusik

Menjadi jurnalis dan musisi sudah dilakoni Ananda Badudu. Namun, begitu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.