MANAGED BY:
MINGGU
12 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 12 November 2019 13:05
Jokowi Singgung Terlalu Banyak Peraturan Menteri
Presiden Jokowi

PROKAL.CO,

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyinggung banyaknya regulasi dalam rapat terbatas tentang program cipta lapangan kerja di Kantor Presiden kemarin (11/11). Diantara yang dia sorot adalah banyaknya peraturan Menteri (permen). Dia menegaskan perbaikan ekosistem regulasi mendukung cipta lapangan kerja.

Jokowi mencontohkan kondisi birokrasi di Amerika Serikat (AS). Di sana setiap Menteri yang akan mengeluarkan permen baru, maka harus mencabut dua permen sebelumnya. ’’Di sini juga mestinya bisa seperti itu,’’ jelasnya. Ketika ada Menteri yang akan mengeluarkan permen, maka harus bisa mencabut sejumlah permen yang sudah ada. Sebab dia sekali lagi menegaskan, di Indonesia sudah terlalu banyak permen.

Untuk urusan penciptaan lapangan kerja dia juga menyinggung soal budaya birokrasi. Dia mengatakan sebaik apapun peraturan, jika birokrat nya belum berubah tetap akan menjadi masalah. Birokrat yang tidak menjalankan budaya reformasi birokrasi malah bisa menyumbat.

’’Oleh karena itu reformasi birokrasi harus dilakukan besar-besaran. Beriringan paralel dengan pemangkasan regulasi-regulasi,’’ tuturnya. Jokowi mengingatkan birokrasi harus mengubah cari kerja dari yang manual atau analog ke cara-cara digital. Selain itu juga mengubah midset dari dilayani menjadi melayani.

Berikutnya Jokowi juga meminta Mendagri Tito Karnavian menata tata hubungan pemerintah pusat dengan daerah. Baik itu provinsi, kota, atau kabupaten. Sehingga pemerintah pusat dan daerah semuanya sat ugaris beriringan dalam cipta lapangan kerja. Dia menegaskan antara gubernur, walikota, sampai DPRD harus semuanya paham dan satu garis tentang urgensi cipta lapangan  kerja.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) Teten Masduki mengatakan, pemerintah akan melebur Undang-undang (UU) Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM menjadi satu. Peleburan itu dalam rangka mendukung langkah Presiden Jokowi untuk program Omnibus Law.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 24 Juni 2020 20:44

Perempuan 48 Tahun di Paser Positif Corona Meninggal Dunia

SAMARINDA - Kasus meninggal dunia positif Corona (covid-19) di Kaltim…

Rabu, 24 Juni 2020 17:37

Kaltim Tertinggi di Kalimantan, Angka Pengangguran Meroket karena Corona

SAMARINDA- Akibat penyebaran virus corona (covid-19) di Kaltim, Dinas Tenaga…

Selasa, 23 Juni 2020 20:35

Kasus Covid-19 Tambah 9 di Balikpapan dan 3 di Berau, Total 447 di Kaltim

SAMARINDA - Kasus positif virus corona (covid-19) di Kalimantan Timur…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

Tiga Jam Tengah Malam Bersama Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh

Minggu (21/6) malam, manajemen Kaltim Post ngobrol santai bersama Ketua…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

PDIP Ingatkan Peta Politik Bisa Berubah

DARI Balikpapan, sejauh ini ada dua figur yang mencuat ke…

Selasa, 23 Juni 2020 13:04

Ngos-ngosan Usung Kader Sendiri

SAMARINDA–Manuver Demokrat dan Golkar menyambut Pilkada Samarinda masih terbilang landai.…

Senin, 22 Juni 2020 13:19

Balita di Balikpapan Positif Covid-19

SEMENTARA itu, masih terlalu dini untuk menilai apakah penularan Covid-19…

Senin, 22 Juni 2020 13:17

Heri Yulianto, Sembuh dari Stroke setelah Rutin Bersepeda

Dia mengaku sebagai gila sepeda. Rela bercapek ria menempuh ratusan…

Senin, 22 Juni 2020 12:41

Pilwali Samarinda, PDIP Belum Tentukan Sikap, PAN Resmi Usung Barkati-Darlis

SAMARINDA–Duet Barkati dan Darlis Pattalongi yang sudah mengantongi restu DPP…

Senin, 22 Juni 2020 12:39

Sering “Kecolongan” Pendatang lewat Pelabuhan

BALIKPAPAN- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan masih mencari formulasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers