MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 12 November 2019 10:35
Akhir Tahun Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Lebih Lambat
Harga batu bara mengalami tren penurunan.

PROKAL.CO, SAMARINDA-Ekonomi Kaltim pada triwulan ketiga tahun ini tumbuh 6,89 persen year on year (yoy). Pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan pada triwulan II 2019 sebesar 5,43 persen, dan triwulan I tumbuh 5,43 persen. Triwulan keempat diprediksikan pertumbuhannya relatif lebih lambat. Hal itu akan menahan laju pertumbuhan ekonomi Kaltim 2019.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan III 2019 tercatat sebesar 6,89 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,43 persen (yoy). Kenaikan tersebut utamanya bersumber dari lapangan usaha pertambangan yang tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 11,46 persen (yoy) dan memiliki porsi sebesar 45,14 persen terhadap struktur pembentuk PDRB triwulan III 2019.

“Masih terus positifnya kinerja pertambangan batu bara dan komponen ekspor tersebut, terkonfirmasi dari peningkatan volume ekspor batu bara (data cognos) sebesar 15,24 persen (yoy) di triwulan III 2019 yang didominasi oleh pengiriman ke India dan Tiongkok,” tuturnya.

Di tengah harga batu acuan (HBA) yang mengalami penurunan dari awal tahun, pihaknya memperkirakan bahwa banyak perusahaan batu bara yang mencoba mengejar target produksi, serta melakukan langkah antisipatif penurunan harga lebih lanjut di akhir tahun dengan melakukan produksi dan penjualan ekspor yang cukup tinggi hingga triwulan III 2019 ini. Tercatat posisi HBA per triwulan III 2019 berada di level USD 70,13 per metrik ton (mt) terus mengalami tren penurunan, dari triwulan III 2018 sebesar USD 105,75 per mt.

Lebih lanjut, berdasarkan data Commodity Prices Outlook Worldbank penurunan harga batu bara di akhir 2019 akan mencapai sebesar minus 26,17 persen (yoy), jika dibandingkan 2018 dan akan terus mengalami penurunan hingga 2020. Langkah antisipatif itu pun, direspon positif oleh negara tujuan utama dengan permintaan yang terus tinggi baik dari Tiongkok maupun India.

“Untuk Tiongkok, kami memperkirakan bahwa restriksi impor yang dilakukan oleh Tiongkok masih belum terasa dampaknya kepada permintaan batu bara Kaltim, terlebih beberapa perusahaan di Kaltim melakukan sistem kontrak jangka menengah-panjang dalam melakukan penjualan ke Tiongkok, sehingga permintaan akan terus terjaga,” ungkapnya.

Sementara itu di India, monsoon (badai) yang terjadi dari Juni hingga September 2019 cukup mempengaruhi produksi batu bara domestik India, yang mengalami penurunan produksi mencapai 21 persen dan merupakan yang terendah dalam tiga tahun terakhir. Sehingga mampu meningkatkan permintaan ekspor batu bara Indonesia menuju India (mc closkey). Adapun untuk komoditas crude palm oil (CPO), tercatat harga CPO Kaltim triwulan III 2019 mengalami kontraksi sebesar minus 8,09 persen (yoy), lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar minus 17,42 persen (yoy).

Membaiknya kinerja CPO juga tercermin dari oleh meningkatnya kinerja ekspor CPO yang tercatat mengalami pertumbuhan mencapai 45,17 persen (yoy) di triwulan III 2019 ini. Peningkatan ekspor CPO tersebut utamanya disebabkan oleh tingginya permintaan CPO dari India, di mana India sedang melakukan pembatasan impor dari Malaysia yang bersumber dari ketegangan politik kedua negara tersebut, serta penurunan tarif impor CPO Indonesia menuju India yang diturunkan.

“Pada triwulan IV 2019 kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kaltim akan relatif mengalami perlambatan, seiring dengan beberapa perusahaan batu bara yang sudah hampir memenuhi target tahunannya lebih awal,” jelasnya.

Menurutnya, sehingga kemungkinan akan terjadi slowdown production jika dibandingkan dengan triwulan III-2019 terlebih kondisi cuaca yang diperkirakan akan mulai masuk musim penghujan di akhir tahun. Di sisi permintaan, perlambatan juga diperkirakan bersumber dari India yang mulai kembali melakukan produksi domestik paska monsoon yang telah selesai. Selain itu, perlambatan pertumbuhan ekonomi juga bersumber telah selesainya beberapa pengerjaan proyek infrastruktur di Kaltim.

“Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kaltim di tahun 2019 akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut bersumber membaiknya kinerja pertambangan, dikarenakan cuaca yang membuat kondisi pertambangan jauh lebih kondusif dibandingkan tahun sebelumnya dan diiringi oleh permintaan negara tujuan yang terjaga,” pungkasnya. (ctr)


BACA JUGA

Jumat, 06 Desember 2019 00:21

Suaka Orang Utan Jompo 10 Km dari Calon Istana Negara

 Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari di Penajam Paser Utara, Kalimantan…

Kamis, 05 Desember 2019 23:13

Hakim Itu Dituntut 10 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

SAMARINDA–Air muka Kayat datar, kala mendengar jaksa penuntut umum (JPU)…

Kamis, 05 Desember 2019 11:32

Satu Tersangka Kembali Ditangkap

TENGGARONG-Dukungan kepada Pertamina, Polri dan TNI dalam mengungkap dalang di…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31

Bawa Misi Dagang, Gubernur Jatim Berkunjung ke Gedung Biru Kaltim Post

Dalam lawatan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa ke…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31
Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Difungsikan Penuh Maret 2020

Beroperasi Sebagian, Tol Balikpapan-Samarinda Bakal Digratiskan

Teka-teki pengoperasian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) akhirnya terjawab. Jalan bebas…

Kamis, 05 Desember 2019 00:29

Dirut Pupuk Kaltim Diperiksa Terkait Perjanjian Pengangkutan Amoniak

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT. Pupuk…

Rabu, 04 Desember 2019 12:00

KPK Periksa Dirut PT Pupuk Kaltim

JAKARTA- Kasus dugaan suap Bidang Pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:55

Stefano ’’Teco’’ Cugurra, Telepon Pembuka Jalan, dan Sejarah di Liga Indonesia

Kedekatan dengan pemain dan kepiawaian meramu taktik dengan ketahanan fisik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:37

Illegal Tapping Terkuak, Hasil Produksi Meningkat

TENGGARONG–Pihak PT Pertamina Field Sangasanga mulai membeberkan hasil investigasi internal…

Rabu, 04 Desember 2019 11:37

Illegal Tapping Terkuak, Hasil Produksi Meningkat

TENGGARONG–Pihak PT Pertamina Field Sangasanga mulai membeberkan hasil investigasi internal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.