MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 11 November 2019 22:40
Sriwijaya Pilih Akhiri Kerja Sama dengan Garuda
Armada maskapai Sriwijaya Air

PROKAL.CO, JAKARTA– Sempat mengalami pasang surut, hubungan kerja sama antara Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia Group terancam kandas. Pihak Sriwijaya tengah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengakhiri kerja sama manajemen (KSM) yang dijalin sejak November 2018 itu. Selanjutnya, Sriwijaya memilih kembali menangani manajemen secara mandiri.

”Sejak kemarin (Sabtu, 9/11, Red) Sriwijaya berusaha keras untuk mengaktifkan seluruh rute penerbangannya sendiri atau dengan bekerja sama dengan pihak lain di luar GA Group. Sriwijaya kembali mengaktifkan sendiri layanan servis pesawat, line maintenance, ground handling, dan katering sendiri tanpa kerja sama dengan GA Group,” ungkap pengacara yang juga salah seorang pemegang saham PT Sriwijaya Air Yusril Ihza Mahendra.

Pekerjaan-pekerjaan itu, kata Yusril, sebelumnya memang ditangani Sriwijaya sendiri. Namun, setelah kerja sama dengan Garuda Indonesia Group, semua pelayanan tersebut diambil alih anak perusahaan Garuda.

Yusril mengakui bahwa ada permasalahan pada KSM itu. Salah satunya, ada instruksi mendadak dari Garuda Indonesia Group kepada semua anak perusahaannya (GMF, Gapura Angkasa, dan Aerowisata) untuk memberikan pelayanan kepada Sriwijaya dengan cara pembayaran cash di muka. ”Kalau tidak bayar cash di muka diperintahkan agar tidak memberikan pelayanan servis dan maintenance apa pun kepada Sriwijaya,” katanya di Jakarta Sabtu (9/11).

Menurut Yusril, hal itu tidak sesuai dengan kesepakatan kerja sama di awal. Sriwijaya pun menolak perubahan sistem pembayaran yang dianggap tidak fair. Akibat instruksi mendadak itu pula, ungkap Yusril, terjadi kekacauan pada sebagian besar penerbangan Sriwijaya pada Kamis (7/11) gara-gara terhentinya pelayanan anak-anak perusahaan Garuda.

Mantan menteri kehakiman dan HAM tersebut mengatakan, kerja sama dengan Garuda dianggap merugikan karena terlalu banyak konflik kepentingan antara anak perusahaan Garuda dan Sriwijaya. ”Performance Sriwijaya tidak bertambah baik di bawah manajemen yang diambil alih Garuda Group melalui Citilink. Perusahaan malah dikelola tidak efisien dan terjadi pemborosan yang tidak perlu,” ungkapnya.

Kedua pihak semula mau menyelesaikan draf perpanjangan perjanjian kerja sama. Namun, lantaran terjadi kebuntuan dalam menyusun board of directors (BOD), para pemegang saham Sriwijaya memutuskan untuk mengambil langkah menghentikan KSM dengan Garuda Indonesia Group.

”Nota pemberitahuan pengakhiran kerja sama itu dikirimkan ke Garuda, Citilink, dan GMF pada Sabtu lalu (9/11). Sriwijaya juga memberitahukan secara resmi kepada menteri perhubungan bahwa manajemen Sriwijaya kini diambil alih dan dijalankan sendiri oleh Sriwijaya,” papar pemeran utama film Laksamana Cheng Ho itu.

Sebagai langkah awal pengakhiran kerja sama, terang Yusril, para pemegang saham telah memutuskan untuk mengangkat BOD Sriwijaya yang baru yang seluruhnya berasal dari internal Sriwijaya Air. Pihak Sriwijaya juga telah mengembalikan semua tenaga staf perbantuan dari Garuda Group untuk tidak bekerja lagi di Sriwijaya.

Langkah selanjutnya, jelas Yusril, pihaknya akan mengundang Garuda Group untuk duduk satu meja membahas pengakhiran kerja sama. Pihaknya meminta BPKP dan auditor independen melakukan audit terhadap Sriwijaya selama manajemen yang direksinya mayoritas berasal dari Garuda Group untuk mengetahui kondisi perusahaan yang sesungguhnya selama dipegang Garuda.

Sementara itu, Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya penundaan dan pembatalan sejumlah penerbangan. Sriwijaya memastikan bahwa seluruh pelanggan akan menerima kompensasi sesuai dengan peraturan yang berlaku. ”Sebagai maskapai yang patuh terhadap peraturan, Sriwijaya Air berkomitmen penuh untuk menunaikan kewajibannya kepada seluruh pelanggan sesuai dengan peraturan yang telah dikeluarkan regulator, yakni Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,” katanya.

Sriwijaya Air hingga kini terus memantau semua kegiatan operasional di seluruh wilayah yang dilayaninya. ”Terkait gangguan tersebut, kami telah melakukan beberapa upaya recovery. Saya mewakili manajemen sangat mengapresiasi kinerja seluruh karyawan karena sebagian besar jadwal penerbangan Sriwijaya Air sudah kembali beroperasi secara normal,” ujar Jefferson.

Hingga tadi malam, Jawa Pos yang menghubungi pihak Garuda Indonesia belum mendapatkan respons dan konfirmasi mengenai masalah tersebut.

Sementara itu, pengamat penerbangan Alvin Lie menyayangkan KSM yang berpotensi terhenti. Menurut dia, langkah Garuda dan Sriwijaya membentuk KSM sebenarnya merupakan keputusan yang sangat strategis. Apalagi, Sriwijaya Group mempunyai sekitar enam ribu karyawan yang dipekerjakan. Akan menjadi isu besar jika perusahaan tiba-tiba mandek.

Menurut Alvin, kala itu Garuda juga mempertimbangkan kelancaran pembayaran utang oleh Sriwijaya bila mereka berhenti beroperasi. Garuda sebagai penugasan BUMN harus mengamankan aset negara berupa piutang. Pertimbangan keseimbangan industri penerbangan juga akan terganggu bila Sriwijaya berhenti.

Namun, bagi Alvin, keputusan Sriwijaya yang memilih kembali mandiri harus dihormati semua pihak, termasuk Garuda. ”Saya yakin keputusan pemegang saham Sriwijaya ini tidak dipengaruhi pihak lain. Namun murni pada kondisi bahwa Sriwijaya sudah sehat dan cukup baik untuk mengelola perusahaan secara mandiri mulai saat ini,” tuturnya.

Terpisah, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan selalu memonitor perusahaan maskapai, termasuk Sriwijaya Air yang ingin kembali mandiri. Mereka akan memastikan terpenuhinya aspek safety, security, services, dan compliance dalam operasi penerbangan. (agf/lyn/vir/c9/fal)


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 13:22

Mini University Kaltim Preneurs, Ajak UMKM Go Ekspor

Pemerintah daerah semakin agresif mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan…

Jumat, 13 Desember 2019 12:59

Dukung Pelarangan Minyak Curah

PEMERINTAH daerah berharap larangan peredaran minyak curah di pasar tradisional…

Jumat, 13 Desember 2019 11:59

Menunggu Hadirnya Pengolahan Sarang Walet

BALIKPAPAN- Industri burung walet di Kaltim belum maksimal. Pasalnya hingga…

Jumat, 13 Desember 2019 11:47

Bangkok Bank Akuisisi Bank Permata

JAKARTA– Bangkok Bank Public Company Limited resmi mengakuisisi saham PT…

Kamis, 12 Desember 2019 12:29

Pengusaha Berharap Harga Domestik Batu Bara Dievaluasi

Pengusaha batu bara meminta pemerintah mengkaji ulang harga jual batu…

Kamis, 12 Desember 2019 11:58

Hotel Bumi Senyiur Siapkan Paket, Hadirkan “Serba-Lima” pada Perayaan Tahun Baru

SAMARINDA–Tidak terasa waktu cepat berlalu dan tahun baru sudah di…

Rabu, 11 Desember 2019 13:08

Ekonomi Kaltim Diproyeksi Tumbuh 5 Persen

Derasnya ekspor batu bara hingga triwulan III/2019 membuat pertumbuhan ekonomi…

Rabu, 11 Desember 2019 13:05

2020, Pemerintah Larang Peredaran Minyak Curah, Asa Baru Bisnis Kelapa Sawit

SAMARINDA- Mulai 1 Januari 2020, Kementerian Perdagangan berencana melarang peredaran…

Rabu, 11 Desember 2019 13:03

Suplai Pisang Kepok Masih Kurang

SAMARINDA- Petani pisang kepok di Kaltim dituntut meningkatkan produksi. Pasalnya,…

Senin, 09 Desember 2019 12:57

Pembangunan IKN, Para Pekerja Wajib Bersertifikat

Tenaga kerja lokal bisa diandalkan untuk menyukseskan pengerjaan proyek konstruksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.