MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 11 November 2019 22:57
Sindikat Mafia Minyak Beroperasi di Dekat Tambang
Dicuri di Sangasanga, Diolah di Samarinda
Lokasi penyulingan minyak mentah ilegal. Minyak itu didapat dari mencuri minyak di Sangasanga.

PROKAL.CO, Selain mengamankan ratusan ton minyak mentah yang diduga ilegal, aparat juga mengamankan tungku permanen, tangki penampungan, selang, kayu bakar, dan peralatan pembakaran lainnya.

 

SAMARINDA-Jaringan mafia minyak di Kaltim makin trengginas. Dari penelusuran eksklusif Kaltim Post terkait pencurian minyak mentah dengan cara melubangi pipa (illegal tapping), milik Pertamina di Sangasanga, Kukar, dua pekan lalu, kian jelas alur dan pemainnya.

Itu setelah kembali terkuaknya empat lokasi penyulingan minyak mentah di Samarinda pada Jumat (8/11). Polisi pun kini tinggal menelusuri mata rantai terakhir. Yaitu siapa pembeli besar hasil penyulingan minyak dari illegal tapping itu? Diketahui, tim sekuriti PT Pertamina EP Field Sangasanga beserta aparat TNI dan Polri berhasil mendapati ratusan ton minyak mentah (crude oil) di empat lokasi berbeda di Samarinda.

Minyak mentah itu rencananya disuling secara tradisional menjadi bahan bakar minyak (BBM). Bukan hanya tak mengantongi izin penyulingan, aktivitas penyulingan diduga erat kaitannya dengan kasus illegal tapping yang menggerogoti pipa minyak milik Pertamina di Sangasanga.

Wilayah yang jadi tempat penyulingan berada di Kecamatan Sambutan. Lokasinya jauh dari permukiman. Namun, berdekatan dengan sejumlah konsesi pertambangan batu bara. Tak hanya mengamankan ratusan ton minyak mentah, aparat juga mengamankan tungku permanen, tangki penampungan minyak, selang, kayu bakar, serta peralatan pembakaran lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kaltim Post, tim gabungan dari Pertamina, Polri dan TNI, menciduk seorang warga di Jalan Sultan Alimuddin, Sambutan, berinisial Ar. Ar diduga berperan sebagai pemasak atau penyuling. Kepada petugas yang melakukan pengungkapan, ia pun menyebut nama lain berinisial HM.

HM disebut pemasok minyak mentah tersebut. Ar juga bercerita mengenai jenis truk yang kerap digunakan untuk mengangkut minyak mentah curian. Polresta Samarinda masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus ini. “Masih dalam penyelidikan kasusnya,” ujar Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa kepada awak media.

Lokasi penyulingan di jalan eks hauling batu bara, diduga erat kaitannya dengan penggunaan minyak hasil penyulingan untuk operasional perusahaan batu bara. Kaltim Post menyambangi lokasi penyulingan yang berlokasi di Jalan Veteran pada Minggu (10/11).

Dari pantauan sekitar pukul 12.10 Wita, dua truk pengangkut minyak tampak memindahkan minyak mentah ke dalam truk.

Keterangan petugas dari pihak Pertamina di lokasi, disebutkan bahwa semua minyak mentah akan diangkut dan dipindahkan ke lokasi yang aman. Sekaligus sebagai barang bukti dan petunjuk untuk dilakukan uji laboratorium. Ini untuk memastikan apakah ada kesamaan dengan minyak mentah yang diproduksi pihak PT Pertamina EP Field Sangasanga.

Asisten Manajer Legal & Relations Pertamina EP Sangasanga Field Frans Alexander A Hukom menyebutkan, temuan di Sambutan merupakan hasil pengembangan praktik illegal tapping yang beberapa hari lalu terjadi di Field Sangasanga. Patroli pihaknya dengan TNI dan Polri berhasil menemukan lokasi penyulingan minyak ilegal. Setelah sebelumnya hanya mendapati pencurian ilegal di Sangasanga.

“Ini untuk menekan dan menghapus pencurian minyak mentah yang merugikan negara. Saat kami sedang patroli, kami menemukan lokasi tersebut yang ternyata adalah lokasi pemasakan minyak ilegal,” ujarnya. Ia mengapresiasi TNI dan Polri yang berhasil melakukan pengembangan kasus illegal tapping di Sangasanga beberapa waktu lalu. Minyak tersebut, lanjut dia, dalam proses uji lab untuk mengetahui dan memastikan asal minyak mentah tersebut.

Meski hasil uji laboratorium belum keluar, dia yakin, mengarah pada keterkaitan praktik illegal tapping di Sangasanga. “Karena kalau bukan dari hasil illegal tapping dari mana lagi mereka mendapatkan sumber minyak mentahnya,” katanya.

Frans menuturkan, Pasal 33 UU 1945 jelas mengatur produksi minyak mentah di seluruh Indonesia diatur oleh negara. Termasuk produksi, distribusi, pengolahan dan penjualannya dan hasilnya adalah untuk kepentingan masyarakat. Bukan kepentingan segelintir orang atau oknum.

Terlebih lagi, cara penyulingan yang digunakan masih sangat tradisional. Tidak menggunakan standar penyulingan yang baku, melainkan penyulingan buatan. Berdasarkan informasi yang diperoleh pihak Pertamina, pengangkutan minyak mentah didistribusikan melalui truk tangki milik perusahaan tertentu. Saat ini, kata dia, sudah ditemukan delapan titik illegal tapping di Kecamatan Sangasanga.

Dengan pengungkapan kasus ini, pihaknya berharap produksi Pertamina EP Sangasanga meningkat signifikan. Dengan demikian, berdampak positif terhadap dana bagi hasil (DBH) Pemkab Kukar, yang selama ini disinyalir berkurang karena ada illegal tapping tersebut. Sebagaimana diketahui, kebakaran yang terjadi pada Senin (14/10) di RT 6, Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, membuka adanya praktik illegal tapping di Kaltim.

Kebakaran yang menghanguskan tiga rumah itu berdekatan dengan pipa migas. Di lokasi kejadian ditemukan keran modifikasi. Jaraknya hanya sekitar 500 meter dari aset PT Pertamina EP Field Sangasanga. Lokasi kebakaran membentang jaringan pipa minyak penghubung antara Stasiun Pengumpul Utama (SPU) E menuju Pusat Penampungan Produksi (PPP) milik PT Pertamina EP Field Sangasanga.

Salah satu rumah yang terbakar parah diketahui milik pasangan suami-istri berinisial Ju dan Ag. Saat kejadian, Ju tak ada di tempat karena sedang menjalani proses hukum di lembaga pemasyarakatan. Hanya ada Ag. Dia bersama tiga anaknya. Korban lainnya, dua tetangga Ju dan Ag yang merupakan karyawan dan mitra kerja PT Pertamina EP Field Sangasanga. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Beranjak subuh, lokasi kebakaran yang berada di samping bengkel sepeda motor mengundang kerumunan warga. Warga terheran-heran. Sebab, mereka baru tahu jika ada penampungan minyak mentah di tengah-tengah permukiman. Setahu warga Kelurahan Sangasanga Dalam, satu-satunya penampungan minyak milik PT Pertamina EP Field Sangasanga.

Dugaan adanya praktik ilegal penampungan minyak mengemuka. Kecurigaan semakin kuat, kala sebuah truk bermuatan tandon terbakar di lokasi itu. Ditambah, pihak Polres Kukar yang menurunkan Tim Inafis untuk menggelar olah TKP mengamankan paralon, selang, terpal, mesin penyedot air, klem, dan keran modifikasi di area kediaman Ju dan Ag. Sebenarnya, ada satu lagi truk yang berhasil diselamatkan dari kobaran api.

Frans tak mengelak sejumlah informasi yang diperoleh Kaltim Post tersebut mengenai penyebab kebakaran beberapa hari lalu. Dia membenarkan dugaan praktik illegal tapping di lingkungan PT Pertamina EP Field Sangasanga. Lanjut dia, insiden kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu berkaitan dengan aktivitas pencurian minyak di pipa minyak mentah Pertamina.

“Saat ini masih tahap penyelidikan yang berwajib. Tapi indikasinya memang mengarah kuat disebabkan adanya aktivitas pencurian tersebut, sehingga menyebabkan rumah warga yang terbakar akibat aktivitas tersebut,” ujarnya. Dari obrolan itu, kasus serupa rupanya pernah terjadi pada Agustus lalu di daerah Sangasanga Muara. Itu merupakan kasus pertama yang ditemukan pihak Pertamina.

Kasus itu, kata Frans, juga dalam proses hukum di kepolisian Kukar. Saat itu warga menemukan truk tangki berkapasitas 5 ribu liter yang biasa digunakan mengangkut BBM industri, justru terisi minyak mentah (crude oil) yang diduga kuat hasil dari produksi Sangasanga Field. “Ternyata tidak berselang lama dari itu, pihak Pertamina EP Asset 5 di Balikpapan menerima penyerahan tangki berkapasitas 5 ribu liter dari masyarakat, isi minyak mentahnya ternyata dari lapangan Sangasanga,” ujarnya.

Menurutnya, illegal tapping di Sangasanga telah beroperasi lama. Jaringan pencuri sering mengirim minyak mentah curian ke salah satu kawasan peti kemas. Pihaknya pun kini melakukan peningkatan patroli keamanan internal. Selain bekerja sama dengan aparat hukum untuk menyisir seluruh area wilayah serta pipa-pipa Pertamina.

Frans menyatakan, saat ini memang sudah ditemukan delapan titik pipa yang dipasang klem dan semacam keran modifikasi atau valve untuk mengeluarkan minyak mentah tersebut. Disinggung dugaan keterlibatan oknum internal karyawan Pertamina, dia menegaskan, masih dilakukan penelusuran oleh pihak Pertamina.

Yang mengherankan, ucap dia, tidak pernah ada peristiwa serupa sebelumnya di Kalimantan mengenai illegal tapping. Jadi, hal ini pun nyaris tak terpikirkan oleh pihak Pertamina. Namun, langkah tegas akan diambil jika terbukti ada keterlibatan oknum karyawan Pertamina. Pihaknya pun pernah memberhentikan karyawan yang berasal dari perusahaan mitra Pertamina. Terkait potensi kerugian materiil, kata dia, masih dilakukan penelusuran lebih lanjut.

“Jika ada keterlibatan orang dalam, tentu ada sanksi sesuai kebijakan perusahaan karena kami mempunyai kebijakan good corporate governance sehubungan dengan hal seperti ini,” timpalnya. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Andika Sena mengatakan, pihaknya terus melakukan penelusuran atas kasus ini. Ia juga tak membantah jika sejumlah nama telah dikantongi untuk dimintai keterangan.

Hanya, kata dia, proses pemeriksaan tak bisa dibeberkan sepenuhnya kepada publik. Lantaran khawatir mengganggu proses penyelidikan. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 06 Desember 2019 00:31

Tol Balikpapan-Samarinda Mau Digratiskan, Gubernur Bilang Belum Bisa Dipastikan

Jalan Tol Balsam Gratis Liburan Natal dan Tahun Baru Masih…

Jumat, 06 Desember 2019 00:21

Suaka Orang Utan Jompo 10 Km dari Calon Istana Negara

 Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari di Penajam Paser Utara, Kalimantan…

Kamis, 05 Desember 2019 23:13

Hakim Itu Dituntut 10 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

SAMARINDA–Air muka Kayat datar, kala mendengar jaksa penuntut umum (JPU)…

Kamis, 05 Desember 2019 11:32

Satu Tersangka Kembali Ditangkap

TENGGARONG-Dukungan kepada Pertamina, Polri dan TNI dalam mengungkap dalang di…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31

Bawa Misi Dagang, Gubernur Jatim Berkunjung ke Gedung Biru Kaltim Post

Dalam lawatan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa ke…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31
Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Difungsikan Penuh Maret 2020

Beroperasi Sebagian, Tol Balikpapan-Samarinda Bakal Digratiskan

Teka-teki pengoperasian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) akhirnya terjawab. Jalan bebas…

Kamis, 05 Desember 2019 00:29

Dirut Pupuk Kaltim Diperiksa Terkait Perjanjian Pengangkutan Amoniak

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT. Pupuk…

Rabu, 04 Desember 2019 12:00

KPK Periksa Dirut PT Pupuk Kaltim

JAKARTA- Kasus dugaan suap Bidang Pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:55

Stefano ’’Teco’’ Cugurra, Telepon Pembuka Jalan, dan Sejarah di Liga Indonesia

Kedekatan dengan pemain dan kepiawaian meramu taktik dengan ketahanan fisik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:37

Illegal Tapping Terkuak, Hasil Produksi Meningkat

TENGGARONG–Pihak PT Pertamina Field Sangasanga mulai membeberkan hasil investigasi internal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.