MANAGED BY:
MINGGU
26 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Minggu, 10 November 2019 13:39
Soal Dugaan Rekayasa Novel, LPSK Minta Polisi Abaikan Laporan Dewi Tanjung
Penyidik KPK Novel Baswedan. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

PROKAL.CO,

Penyidik senior KPK Novel Baswedan tak bisa menjadi tersangka dalam kasus dugaan rekayasa seperti yang dilaporkan politikus PDIP Dewi Tanjung. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan, seorang korban tidak bisa dipidanakan saat kasus yang menimpanya sedang berjalan.

Ketentuan tersebut diatur dalam UU 31/2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Pasal 10 menjelaskan, saksi, pelapor, maupun korban tidak bisa dipidanakan selama proses hukum kasusnya masih berjalan. ”Kalau memang ada laporan (Dewi Tanjung), harus ditunda dulu sampai kasus utama selesai,” kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu (9/11).

Kasus penyiraman air keras terhadap Novel yang terjadi 11 April 2017 sampai saat ini belum berakhir. Dengan demikian, pihak lain tidak bisa melaporkan Novel dengan tudingan rekayasa. Bahkan, sampai mendorong kepolisian menersangkakan Novel, padahal di sisi lain pelaku penyiraman air keras tersebut belum terungkap. ”Ngapain sibuk di situ, seharusnya kan mencari pelakunya ini (penyiraman) itu siapa,” kata Edwin.

 
Novel Baswedan. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Polisi sudah membenarkan hasil temuan tim pencari fakta (TPF) bahwa mata Novel memang terkena air keras. Dengan demikian, laporan rekayasa itu hanya membuat pendapat baru yang belum diperlukan. ”Sebaiknya bisa diabaikan saja laporan itu sampai kasus utama selesai,” tegasnya.

Alghiffari Aqsa, anggota tim advokasi Novel Baswedan, mendesak Presiden Jokowi merealisasikan janjinya menuntaskan kasus air keras Novel. Pengungkapan kasus tersebut akan menjawab tudingan bahwa kasus penyiraman air keras bukan rekayasa. ”Harus bentuk tim independen yang bertanggung jawab secara langsung ke presiden.” (deb/tyo/c10/ayi/jpc)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Januari 2020 13:08

Di Hajatan Partai, Jokowi Pamerkan Konsep Ibu Kota Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menayangkan sebuah video ibu kota baru…

Jumat, 24 Januari 2020 23:08

MUI Bantah Haramkan Netflix

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) membantah mengeluarkan fatwa haram…

Jumat, 24 Januari 2020 23:02

Indeks Persepsi Korupsi Naik, Dewas: KPK Tetap Harus ’’Digonggongi’’

JAKARTA– Transparency International Indonesia (TII) merilis hasil penilaian indeks persepsi…

Jumat, 24 Januari 2020 22:59

Dianggap Halangi Penyidikan, Yasonna Dilaporkan ke KPK

JAKARTA - Blunder Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum…

Jumat, 24 Januari 2020 22:56

Kasus Asabri, Polri Tunggu Audit BPK

JAKARTA— Kasus dugaan korupsi PT Asabri masih jalan di tempat.…

Jumat, 24 Januari 2020 22:55

Potensi Pemilih Pilkada Capai 105 Juta Jiwa

JAKARTA– Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyerahkan data penduduk potensial pemilih…

Jumat, 24 Januari 2020 09:45
Rumah Budaya Indonesia dan Upaya Pengenalan Indonesia di Kazakhstan

Karena Menari Juga seperti Berdiplomasi

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kazakhstan dan Tajikistan tak…

Jumat, 24 Januari 2020 09:35

Industri Pertahanan Gandeng Perancis

JAKARTA- Pengembangan industri pertahanan tengah digenjot pemerintah Indonesia. Guna mempercepat…

Kamis, 23 Januari 2020 15:25

RUPLSB Putuskan Irfan Setiaputra Jabat Dirut Garuda

TANGERANG– Terjawab sudah teka-teki terkait siapa yang bakal menduduki pucuk…

Kamis, 23 Januari 2020 15:05

Data Mencurigakan Kepala Daerah Investasi di Kasino, Polri Pelajari Temuan PPATK

JAKARTA—Data transaksi mencurigakan kepala daerah yang diduga berinvestasi di kasino…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers