MANAGED BY:
SELASA
29 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Minggu, 10 November 2019 13:39
Soal Dugaan Rekayasa Novel, LPSK Minta Polisi Abaikan Laporan Dewi Tanjung
Penyidik KPK Novel Baswedan. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

PROKAL.CO,

Penyidik senior KPK Novel Baswedan tak bisa menjadi tersangka dalam kasus dugaan rekayasa seperti yang dilaporkan politikus PDIP Dewi Tanjung. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan, seorang korban tidak bisa dipidanakan saat kasus yang menimpanya sedang berjalan.

Ketentuan tersebut diatur dalam UU 31/2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Pasal 10 menjelaskan, saksi, pelapor, maupun korban tidak bisa dipidanakan selama proses hukum kasusnya masih berjalan. ”Kalau memang ada laporan (Dewi Tanjung), harus ditunda dulu sampai kasus utama selesai,” kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu (9/11).

Kasus penyiraman air keras terhadap Novel yang terjadi 11 April 2017 sampai saat ini belum berakhir. Dengan demikian, pihak lain tidak bisa melaporkan Novel dengan tudingan rekayasa. Bahkan, sampai mendorong kepolisian menersangkakan Novel, padahal di sisi lain pelaku penyiraman air keras tersebut belum terungkap. ”Ngapain sibuk di situ, seharusnya kan mencari pelakunya ini (penyiraman) itu siapa,” kata Edwin.

 
Novel Baswedan. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Polisi sudah membenarkan hasil temuan tim pencari fakta (TPF) bahwa mata Novel memang terkena air keras. Dengan demikian, laporan rekayasa itu hanya membuat pendapat baru yang belum diperlukan. ”Sebaiknya bisa diabaikan saja laporan itu sampai kasus utama selesai,” tegasnya.

Alghiffari Aqsa, anggota tim advokasi Novel Baswedan, mendesak Presiden Jokowi merealisasikan janjinya menuntaskan kasus air keras Novel. Pengungkapan kasus tersebut akan menjawab tudingan bahwa kasus penyiraman air keras bukan rekayasa. ”Harus bentuk tim independen yang bertanggung jawab secara langsung ke presiden.” (deb/tyo/c10/ayi/jpc)


BACA JUGA

Selasa, 29 September 2020 11:25

Masjid dan Musala Harus Steril dari Kampanye

JAKARTA– Tahapan kegiatan kampanye pilkada serentak sudah berlangsung. Dewan Masjid…

Selasa, 29 September 2020 10:49

Waspada Cuaca Ekstrem Selama Pancaroba

JAKARTA–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimbau agar masyarakat waspada karena…

Selasa, 29 September 2020 10:40

Pemerintah Tak Kunjung Tetapkan Besaran Tarif Sertifikasi Halal

JAKARTA – Berlarutnya penetapan tarif sertifikasi halal oleh pemerintah menuai…

Senin, 28 September 2020 16:31

Dorong Pemerintah Beri Insentif ke Perusahaan Media

JAKARTA - Pandemi Covid-19 betul-betul menjadi ujian bagi industri media.…

Senin, 28 September 2020 16:29

"Bedol Desa" KPK, Berharap Alumni KPK Jadi Agen Antikorupsi

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim tren pengunduran diri pegawai…

Minggu, 27 September 2020 13:04

Tim Gabungan TNI-Polri Baku Tembak dengan KKB Intan Jaya

Aparat gabungan TNI-Polri yang berada di Kabupaten Intan Jaya, Papua,…

Jumat, 25 September 2020 13:14

Hitadipa Dikuasai KKB, Kapolda: KKB Selalu Mendiklirkan Intan Jaya Sebagai Zona Perang Terbuka

JAYAPURA- Pasca meninggalnya Pdt Yerimia Zanambani akibat ditembak di Kampung…

Jumat, 25 September 2020 13:11

Sembilan Provinsi Lambat Catat Akta Kelahiran

JAKARTA - Kecepatan daerah dalam menertibkan administrasi kependudukan masih belum…

Kamis, 24 September 2020 17:20

Febri Diansyah: Kondisi Politik dan Hukum di KPK Telah Berubah

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah…

Kamis, 24 September 2020 17:17
MAMPU Ajak Anak Indonesia untuk #MampuBeraniBersikap

Angkat Suara, Buat Pilihan, dan Kejar Mimpi

  Menurut Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Bappenas, 2020), perkawinan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers