MANAGED BY:
SABTU
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Sabtu, 09 November 2019 21:08
Banyak Lubang Tambang Ditinggalkan

Kerap Kebocoran Pajak, Masih Ada Perusahaan Nakal

BELUM JELAS UJUNGNYA: Kasus lubang tambang di Jalan P Suryanata, Gang Saka, yang merenggut nyawa seorang pelajar belum jelas siapa yang harus bertanggung jawab. DWI RESTU/KP

PROKAL.CO, Masalah tambang di Kaltim, khususnya Samarinda begitu seksi diperbincangkan. Segudang persoalan kerap terjadi. Mulai izin, status lahan hingga dampak pascatambang. Menyedihkan korban meninggal satu demi satu berjatuhan.

 

SAMARINDA–Terbang ke Kota Tepian, kondisi Kaltim disebut perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memprihatinkan. Lubang tambang yang masih aktif atau ditinggalkan, dianggap mengancam warga.

Kepala Satuan Tugas III Unit Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan (Korsupgah) KPK Dian Patria mengatakan, Kaltim merupakan daerah yang banyak ditemui tumpang tindih dengan kawasan hutan. Jadi, kegiatan seperti GNP-SDA sudah sewajarnya dihadirkan di Bumi Etam.

Kaltim berpotensi memiliki penerimaan pajak yang lebih besar, jika tatanan administrasi perizinan tidak tumpang tindih. Pertambangan di Kaltim berpotensi besar terjadi penyimpangan penerimaan negara.

“Sehingga berusaha hadir untuk memetakan kembali, dan mengevaluasi lewat kegiatan GNP-SDA. Agar penerimaan pajak di Kaltim dapat mengalir sebagaimana mestinya, dan terjauh dari tindak korupsi,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Kaltimtara Samon Jaya mengatakan, banyak kriteria pembayaran pajak dalam bisnis tambang emas hitam. Misalnya, Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Di Kaltim, ada sekitar 1.400 izin perusahaan pertambangan batu bara.

Dari izin tersebut, tidak semua aktif berproduksi. Sehingga tidak bisa dikatakan seluruhnya wajib pajak (WP). Jika dilihat dari rekapitulasi penyebaran data IUP dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B), ada 857 WP, PKP2B 68 dan IUP 789. Sedangkan untuk wajib pajak pusat aktif untuk sektor pertambangan tercatat ada 389 WP. Dari total itu, sekitar 134 yang melakukan pembayaran sedangkan sisanya 255 WP belum membayar pajak.

“Masalah NPWP pelaku usaha pertambangan, harus dicermati dulu. Kalau dari 1.400 izin semuanya berproduksi, maka harus memiliki NPWP dan membayar pajak,” ungkapnya saat dikonfirmasi kemarin.

Menurut dia, banyak kriteria yang perlu dilihat dalam dunia perpajakan tambang batu bara. Beberapa upaya yang akan dilakukan selain sinkronisasi data, pengecekan ulang. Kanwil DJP Kaltim dan Kaltara juga hendak menginventarisasi perusahaan yang justru membayar pajak di luar Kalimantan, misalnya yang membayar di Jawa.

“Hal itu terus kami pantau agar penerimaan pajak di Kaltim terus tumbuh dengan baik,” tutupnya.

Koordinator Nasional Publish What You Pay (PWYP) Indonesia Maryati Abdullah yang juga hadir ke Kantor Kaltim Post Samarinda, Kamis (7/11), menyebut banyak yang harus dibenahi perihal permasalahan tambang di Kaltim. “Cenderung mendekati permukiman,” ungkapnya.

Dia melihat, pemerintah daerah sudah tegas dalam mengambil sikap. “Ketika ada yang nakal, memang dicabut izinnya,” jelasnya. Dia juga mendengar 38 inspektorat tambang mengawasi lahan di Kaltim. “Kalau memang tidak bisa mengawasi tambang, buat apa izinnya diterbitkan. Sederhananya kan seperti itu,” tutupnya. (ctr/dra/dns/k8)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 15 November 2019 13:00

Progres Proyek Sisa 60 Persen, Komisi III Jadwalkan Peninjauan Pembangunan Infrastruktur

  SAMARINDA. Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menegaskan…

Jumat, 15 November 2019 09:18

Satukan Presepsi Terkait Data LTT di Kaltim

SAMARINDA - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kaltim menggelar…

Kamis, 14 November 2019 16:34

Mau Kabur, Kedua Kaki Gembong Curanmor Dibikin Pincang

SAMARINDA - Kepolisian dari Polsek Samarinda Kota terpaksa menembak kedua…

Kamis, 14 November 2019 13:05

Jalan Utama Diportal, SMP 38 Bikin Jalan Baru

Polemik pembebasan lahan menerpa akses jalan menuju SMP 38, Jalan…

Kamis, 14 November 2019 13:05

Diintai Dua Pekan, Pengedar Lawas Akhirnya Ditangkap

SAMARINDA–Satuan Reserse Kriminal Polsek Sungai Kunjang berhasil membekuk Yusril, pelaku…

Kamis, 14 November 2019 13:03
Ngebut Kerjakan Jembatan Mahkota IV

Jembatan Mahakam IV Bakal Cantik Wal..!! Begini Rencananya Pencahayaannya...

SAMARINDA–Sejalan dengan sisa pembetonan bentang tengah Jembatan Mahakam IV. Saat…

Kamis, 14 November 2019 13:01

Kabel Rumah Sakit Islam Dicuri di Siang Bolong

SAMARINDA–Satreskrim Polsek Samarinda Kota membekuk Edy Ramlan alias Mellang, pelaku…

Kamis, 14 November 2019 12:58

Meski Hujan, si Jago Merah Tetap Mengamuk

SAMARINDA–Petugas pemadam kebakaran kali ini harus bekerja lebih keras. Kebakaran…

Kamis, 14 November 2019 12:57

Usulkan Rp 3 Miliar untuk PJU

SAMARINDA–Pelaporan penerangan jalan umum (PJU) sudah memanfaatkan peranti lunak yang…

Kamis, 14 November 2019 12:56

Soal Sisa Proyek Jembatan Kembar yang Dilelang Belakangan, Pengamat: Harusnya Satu Kesatuan

Adanya pelelangan ulang tampaknya membuat sisa pekerjaan Jembatan Mahakam IV…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*