MANAGED BY:
SABTU
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Sabtu, 09 November 2019 12:35
Jaksa Agung Persilakan KPK Tangkap Anak Buahnya yang Nakal
Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin (kiri) bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kanan) berjabat erat komando usai memberikan keterangan di gedung KPK Jakarta, , Jumat (8/11/2019). (MUHAMAD ALI/JAWAPOS)

PROKAL.CO, v class="content"> Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin menyambut gembira jika semakin banyak pihak yang mengawasi kinerja anak buahnya. Selain itu, dia berjanji mengevaluasi program Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4).

Burhanuddin pun pasrah bila ada jaksa-jaksa yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut dia, penangkapan tersebut adalah bentuk seleksi alam untuk masa depan lebih baik.

”Kami juga akan membina nanti apa yang sudah terjadi (untuk) jadikan contoh agar (ada efek, Red) jera bagi yang lain,” katanya di sela-sela kunjungan ke gedung KPK di Jakarta (8/11).

Khusus terkait TP4, Burhanuddin mengakui bahwa tim pengawasan pengadaan barang dan jasa yang merupakan produk jaksa agung sebelumnya itu terindikasi banyak kebocoran. Kebocoran itulah yang ditengarai dimanfaatkan oknum-oknum jaksa nakal untuk meraup keuntungan pribadi atau kelompok. ”Saya akan coba buat analisis (soal TP4),” ungkap mantan Jamdatun (jaksa agung muda perdata dan tata usaha negara) tersebut.

Burhanuddin menyatakan, pihaknya akan meminta pendapat pakar sebagai bahan pertimbangan membubarkan atau tetap melanjutkan TP4 di masa mendatang. Pertimbangan itu juga penting untuk menentukan apakah TP4 tetap dilanjutkan dengan mengubah nama dan meningkatkan pengawasannya. ”Tentunya saya tidak bisa sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif menjelaskan bahwa pihaknya berupaya membantu meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung). Salah satunya dengan menyerahkan oknum jaksa nakal yang tertangkap KPK seperti kasus di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

”Itu bukan diambil alih, tapi kami koordinasikan dan kami menyerahkan kepada Kejaksaan Agung. Ada beberapa pertimbangan. Satu karena Kejagung sanggup untuk melaksanakan,” ujar Laode.

Sementara itu, Komisi Kejaksaan (Komjak) menilai evaluasi terhadap Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) tersebut merupakan langkah awal cukup baik yang diambil periode baru Kejagung. Apalagi melihat beberapa kasus yang sempat muncul di kalangan jaksa selama berjalannya TP4D. Namun bukan berarti menghilangkan program. ”Program ini harus ada kesinambungan karena mempertaruhkan trust atau kepercayaan masyarakat,” tutur Ketua Komjak Barita Simanjuntak kemarin.

Barita menilai program TP4D harus dilihat dari dua arah. Di satu sisi, masyarakat perlu mengapresiasi karena penyelenggara pemerintah dan proyek strategis nasional mengalami percepatan dan bisa dicapai tepat waktu. Triliunan rupiah anggaran juga dapat terserap dengan lebih efisien dan tepat sasaran.

Di sisi lain, tetap ada dugaan penyalahgunaan jabatan dan faktor-faktor pelanggaran hukum lainnya. ”Ada dugaan praktik cawe-cawe dan faktor nonhukum yang memengaruhi. Misalnya biaya-biaya tinggi di luar anggaran atau oknum organisasi tertentu,” lanjutnya.

Evaluasi itu, menurut Barita, harus menjadi titik balik untuk perbaikan TP4D dan memaksimalkan manfaat program tersebut. ”TP4D ini bentuk pencegahan sehingga harus lebih responsif terhadap program pemerintah. Bukan menghilangkan, tetapi upgrade program itu,” imbuhnya.

Kejagung perlu melihat berbagai aspek dalam evaluasi tersebut. Bukan hanya pada penegakan hukum saja, tetapi juga pada penyelenggara negara. (tyo/deb/c9/ttg/jpc)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 15 November 2019 13:13

Penerima PKH Terindikasi Belum Terima KIP

JAKARTA -- Pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) belum merata. Ada…

Kamis, 14 November 2019 12:07
In Memoriam Djaduk Ferianto

Balasan Indah untuk Pembuat Keramaian

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) ramai sekali kemarin (13/11). Orang-orang…

Kamis, 14 November 2019 11:16

Gempa Ambon Sudah Berlangsung 47 Hari

JAKARTA- Aktivitas gempa masih terdeteksi hingga menimbulkan kerusakan bangunan. Pascagempa…

Kamis, 14 November 2019 10:51

Sudah Mau Nikah, Anak "Dicicipi" Bapaknya Sendiri

KABUPATEN – Nasib SDL, 14, perempuan asal Desa Pucang Sari,…

Rabu, 13 November 2019 13:37

Polisi Olah TKP Aksi Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

MEDAN-Tim gabungan dari Polrestabes Medan dan Direktorat Reskrimum Polda Sumut…

Rabu, 13 November 2019 12:25

Cerita Atlet Renang Difabel Laura Aurelia Dinda Sekar Devanti

Menjadi peraih emas di ajang ASEAN Para Games 2017 mengubah…

Rabu, 13 November 2019 11:40

Penelitian Mahasiswa Ini, Kedondong Jadi Anti-Kudis dan Gatal-Gatal

Tidak hanya dimanfaatkan buahnya saja, pohon kedondong yang hidup di…

Rabu, 13 November 2019 11:36

Anak Menteri Kirim Surat Tak Bisa Penuhi Panggilan KPK

JAKARTA- Anak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna…

Rabu, 13 November 2019 11:34

Indonesia Mau Beli Pesawat Angkut Militer Berkapasitas Besar

JAKARTA– Pemerintah berencana membeli pesawat angkut berkapasitas besar. Tawaran dari…

Rabu, 13 November 2019 11:32

WASPADA..!! Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Terjadi Sepekan Kedepan

BLORA– Setelah Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu lalu, hujan lebat disertai…

China Ujicoba Pesawat Menuju Planet Merah

Lantang Sampaikan Pesan Feminisme


Penerima PKH Terindikasi Belum Terima KIP

Tahun Depan, Ngga Lulus Sertifikasi, Ngga Bisa Nikah

Progres Proyek Sisa 60 Persen, Komisi III Jadwalkan Peninjauan Pembangunan Infrastruktur

Mulai Bisa Dilewati

Terdakwa Tembak Pengacara di Persidangan

Jorge Lorenzo Pamit dari MotoGP

Penalti di Menit-Menit Terakhir, Ehh..Gagal
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*