MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 08 November 2019 21:39
Ini Solusi Penanganan Sampah di Kabupaten Paser
HARUS PEDULI SAMPAH: Keberadaan banyak TPS di perkotaan tidak membantu mengurangi penanganan sampah di Paser. NAJIB/KP

PROKAL.CO, TANA PASER - Permasalahan pengelolaan sampah di sejumlah daerah di Indonesia, selalu menjadi momok buat tiap wilayah. Termasuk Kabupaten Paser. Dengan luas wilayah 10 kecamatan, 5 kelurahan dan 139 desa. Hanya ada 2 Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yakni di Kecamatan Tanah Grogot dan Batu Sopang. Itu pun Batu Sopang milik perusahaan pertambangan setempat. 

Saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser selaku instansi yang berwenang menangani sampah, masih kewalahan dengan besarnya volume sampah rumah tangga maupun aktivitas lainnya setiap hari. Jumlah petugas, belum sebanding dengan produksi sampah yang setiap hari dihasilkan.  

Manajer Sosialisasi Bank Sampah Mahabah milik DLH Paser, Firman Wijaya mengungkapkan dengan luas  wilayah Paser sekitar 11.606 kilometer persegi, dari jumlah penduduk 281.006 jiwa, ada sekitar 140 ton sampah dalam sehari yang dihasilkan. 

" Sementara laju pertumbuhan penduduk tiap tahunnya sekitar 2,48 persen. Sehingga sampah yang bisa dikelola petugas hanya 39 persen atau 53 ton per hari. Masih ada 85 ton sampah yang belum bisa dikelola setiap harinya. Bayangkan saja dikali sebulan dan setahun," tuturnya saat berbincang dengan Kaltim Post.  

Dengan hadirnya Bank Sampah Mahabah dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R (Reduce Reuse, Recycle) yang masih di kecamatan Tanah Grogot saja, hanya mampu mereduksi pengurangan sampah 483 ton per tahun. Ditambah adanya pihak swasta yang mengepul dapat membantu meresidu  851 ton per tahun. Kecamatan Tanah Grogot menjadi daerah penyumbang produksi sampah terbesar tiap harinya dengan angka 36 ton dari jumlah penduduk 72.784 jiwa. Diikuti Long Ikis sebesar 20 ton perhari. Bahkan untuk kecamatan di luar Grogot seperti Kuaro, Long Ikis sampai Long Kali. Setiap harinya sampah tersebut harus di distribusikan ke Tanah Grogot ke TPA di Kilometer 7. 

Lulusan S2 Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu mengungkapkan solusi untuk penanganan dan pengurangan sampah yang paling tepat ialah dengan memperbanyak TPS3R dan Bank Sampah yang dikelola oleh masyarakat. Memperbanyak TPS dan TPA kata dia, bukan solusi, bahkan di beberapa daerah yang sukses pengelolaan sampahnya, tidak ada lagi yang namanya TPS atau jumlahnya dikurangi. 

" Kita bisa mencontoh seperti Surabaya yang sukses dimotori ibu Risma dalam pengelolaan sampah," sebut staf DLH Paser itu. 

Pasalnya dengan TPS3R dan Bank Sampah, masyarakat akan belajar mengelola sampah lingkungan terdekatnya. Termasuk bisa memilah mana sampah yang bisa dimanfaatkan kembali dan yang dibuang. Seperti sampah plastik, selama ini jenis sampah ini lah yang menjadi musuh dalam isu perubahan iklim dan lingkungan. Di negara maju, pemakaian bahan plastik sudah di minimalisir khususnya pada produk makanan. 

TPS3R menghasilkan produk sampah berupa pupuk, kompos dan bahan kimia lainnya yang bisa bermanfaat. Sedangkan Bank Sampah mengembangkan produk sampah yang bisa didaur ulang agar menjadi barang bernilai, seperti tas, dompet, bantal dan lainnya yang terbuat dari plastik dan kertas sisa sampah. Dia berharap ke depan pemerintah daerah bersama stakeholder lainnya, mendukung penuh diperbanyaknya TPS3R yang didalamnya dikelola langsung oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) kelurahan atau desa sekitar.

 " Selain mengedukasi warga, ini juga bisa menjadi wadah pekerjaan bagi warga dan juga ladang amal tentunya menjaga kebersihan. Contoh TPS3R di Desa Tapis, di sana sampah warga sudah bisa dijemput di rumah masing-masing dan hasil sampahnya langsung di olah di desa tersebut," pungkasnya. (/jib)

 


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 21:17

Faktor Cuaca Memengaruhi Harga, Harga Ikan di Pasar Induk Mulai Melambung

SANGATTA–Harga berbagai jenis ikan yang dijual di Pasar Induk, Sangatta…

Jumat, 22 November 2019 21:15

Paser Masih Kekurangan Guru PNS

TANA PASER - Jumlah tenaga pendidik atau guru di Kecamatan…

Jumat, 22 November 2019 21:07

Banyak Pihak Tak Menyangka

PROSES pelantikan kali ini nyaris luput dari perhatian sejumlah pihak,…

Jumat, 22 November 2019 21:02

Pejabat Dilantik di Atas Aspal, Hadiahnya Cangkul, Eks Jalan Bubur Jadi Saksi

Roda mutasi di lingkungan Pemkab Kukar kembali berputar. Proses pelantikan…

Jumat, 22 November 2019 13:21

Penerbangan Kubar ke Samarinda Dialihkan

SENDAWAR - Bandara APT Pranoto Samarinda ditutup hingga 15 Desember.…

Jumat, 22 November 2019 13:19

Sertifikasi Syarat Nikah Masih Wacana, Kemenag Sebut Sekadar Beri Bimbingan

Penerapan sertifikasi sebagai salah satu syarat pernikahan ditegaskan Kementerian Agama…

Jumat, 22 November 2019 09:47

Perusahaan di Berau Masih Suka Pakai Vendor Luar Daerah, Padahal Lokal Sudah Oke

TANJUNG REDEB–Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau Al Hamid menyesalkan masih…

Jumat, 22 November 2019 09:46

2020, Paser Terima DAK Infrastruktur Rp 68 Miliar

TANA PASER - Pada 2020 mendatang, Kabupaten Paser kembali mendapat…

Jumat, 22 November 2019 09:45

2020 Jatah Dana BPNT Ditambah, Dari Rp 110.000 naik Rp 150.000

TANA PASER - Peralihan program Kementerian Sosial (Kemensos) untuk warga…

Jumat, 22 November 2019 09:38

Perusahaan Diminta Peduli Jalan Rusak

  ENDAWAR - Sejumlah ruas jalan umum di ibu kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*