MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 08 November 2019 21:39
Ini Solusi Penanganan Sampah di Kabupaten Paser
HARUS PEDULI SAMPAH: Keberadaan banyak TPS di perkotaan tidak membantu mengurangi penanganan sampah di Paser. NAJIB/KP

PROKAL.CO, TANA PASER - Permasalahan pengelolaan sampah di sejumlah daerah di Indonesia, selalu menjadi momok buat tiap wilayah. Termasuk Kabupaten Paser. Dengan luas wilayah 10 kecamatan, 5 kelurahan dan 139 desa. Hanya ada 2 Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yakni di Kecamatan Tanah Grogot dan Batu Sopang. Itu pun Batu Sopang milik perusahaan pertambangan setempat. 

Saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser selaku instansi yang berwenang menangani sampah, masih kewalahan dengan besarnya volume sampah rumah tangga maupun aktivitas lainnya setiap hari. Jumlah petugas, belum sebanding dengan produksi sampah yang setiap hari dihasilkan.  

Manajer Sosialisasi Bank Sampah Mahabah milik DLH Paser, Firman Wijaya mengungkapkan dengan luas  wilayah Paser sekitar 11.606 kilometer persegi, dari jumlah penduduk 281.006 jiwa, ada sekitar 140 ton sampah dalam sehari yang dihasilkan. 

" Sementara laju pertumbuhan penduduk tiap tahunnya sekitar 2,48 persen. Sehingga sampah yang bisa dikelola petugas hanya 39 persen atau 53 ton per hari. Masih ada 85 ton sampah yang belum bisa dikelola setiap harinya. Bayangkan saja dikali sebulan dan setahun," tuturnya saat berbincang dengan Kaltim Post.  

Dengan hadirnya Bank Sampah Mahabah dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R (Reduce Reuse, Recycle) yang masih di kecamatan Tanah Grogot saja, hanya mampu mereduksi pengurangan sampah 483 ton per tahun. Ditambah adanya pihak swasta yang mengepul dapat membantu meresidu  851 ton per tahun. Kecamatan Tanah Grogot menjadi daerah penyumbang produksi sampah terbesar tiap harinya dengan angka 36 ton dari jumlah penduduk 72.784 jiwa. Diikuti Long Ikis sebesar 20 ton perhari. Bahkan untuk kecamatan di luar Grogot seperti Kuaro, Long Ikis sampai Long Kali. Setiap harinya sampah tersebut harus di distribusikan ke Tanah Grogot ke TPA di Kilometer 7. 

Lulusan S2 Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu mengungkapkan solusi untuk penanganan dan pengurangan sampah yang paling tepat ialah dengan memperbanyak TPS3R dan Bank Sampah yang dikelola oleh masyarakat. Memperbanyak TPS dan TPA kata dia, bukan solusi, bahkan di beberapa daerah yang sukses pengelolaan sampahnya, tidak ada lagi yang namanya TPS atau jumlahnya dikurangi. 

" Kita bisa mencontoh seperti Surabaya yang sukses dimotori ibu Risma dalam pengelolaan sampah," sebut staf DLH Paser itu. 

Pasalnya dengan TPS3R dan Bank Sampah, masyarakat akan belajar mengelola sampah lingkungan terdekatnya. Termasuk bisa memilah mana sampah yang bisa dimanfaatkan kembali dan yang dibuang. Seperti sampah plastik, selama ini jenis sampah ini lah yang menjadi musuh dalam isu perubahan iklim dan lingkungan. Di negara maju, pemakaian bahan plastik sudah di minimalisir khususnya pada produk makanan. 

TPS3R menghasilkan produk sampah berupa pupuk, kompos dan bahan kimia lainnya yang bisa bermanfaat. Sedangkan Bank Sampah mengembangkan produk sampah yang bisa didaur ulang agar menjadi barang bernilai, seperti tas, dompet, bantal dan lainnya yang terbuat dari plastik dan kertas sisa sampah. Dia berharap ke depan pemerintah daerah bersama stakeholder lainnya, mendukung penuh diperbanyaknya TPS3R yang didalamnya dikelola langsung oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) kelurahan atau desa sekitar.

 " Selain mengedukasi warga, ini juga bisa menjadi wadah pekerjaan bagi warga dan juga ladang amal tentunya menjaga kebersihan. Contoh TPS3R di Desa Tapis, di sana sampah warga sudah bisa dijemput di rumah masing-masing dan hasil sampahnya langsung di olah di desa tersebut," pungkasnya. (/jib)

 


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 12:17

Kampung Budaya Bensamar Ditambang, DLH Bilang Penjarahan..!!

Izin operasi atas konsesi PKP2B di Dusun Bensamar, Tenggarong, telah…

Selasa, 21 Januari 2020 10:25

Pasokan Listrik ke MMB Hanya di Bibir

SENDAWAR–Pembangunan jaringan listrik ke Kecamatan Mook Manar Bulatn (MMB) sebatas…

Senin, 20 Januari 2020 14:09

17 Tahun Jalan Tak Kunjung Diperbaiki

TANA PASER- Sejumlah warga protes mempertanyakan badan Jalan KH Agus…

Senin, 20 Januari 2020 13:23

Antisipasi Bencana Banjir di PPU, Normalisasi Bergulir di Tiga Sungai

Banyak cara mencegah banjir. Salah satunya menormalisasi sungai. Baik melakukan…

Senin, 20 Januari 2020 13:20

Sudah 9.949 Siswa Terdata Calon Penerima Perlengkapan dan Seragam Sekolah Gratis

PENAJAM - Program seragam gratis untuk siswa di Penajam Paser…

Senin, 20 Januari 2020 13:18

Pengajuan CPNS 2020 Didominasi Guru

PENAJAM - Kabupaten Penajam Pasar Utara (PPU) jadi satu-satunya daerah…

Senin, 20 Januari 2020 10:44

Jembatan Ambruk, Perekonomian Warga Terancam

TANA PASER - Infrastruktur di pedesaan memang masih butuh perhatian…

Minggu, 19 Januari 2020 12:19

Masalah Jalan Urung Terselesaikan, Warga Butuh Bukti

Pemkab Kubar merespons keluhan warga Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara…

Minggu, 19 Januari 2020 12:17

Olahan Delima Bikin Paser Berjaya

TANA PASER - Melimpahnya tanaman alam di Desa Batu Kajang…

Minggu, 19 Januari 2020 11:41

Jalur Pendekat Tenggarong Seberang Menuju Bandara APT Pranoto, Berharap Tuntas di Musrenbang

TENGGARONG-Lama tak terdengar kabarnya, jalur pendekat Tenggarong menuju Bandara Aji…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers