MANAGED BY:
MINGGU
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 08 November 2019 21:34
Pembangunan Jembatan Itu Tetap Dilanjutkan

Tidak Ada Penolakan, Harus Didukung untuk Kemajuan Sangatta Selatan

TUAI PRO-KONTRA: Hampir sebulan pembangunan jembatan penghubung Sangatta Selatan-Sangatta Utara masih berlanjut, namun ada masyarakat yang menolak pembangunan tersebut. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO, Jembatan penghubung Sangatta Selatan dengan Sangatta Utara sudah dinanti cukup lama, dianggap solusi tepat. Bisa memangkas waktu perjalanan dan jarak. Namun, di sisi lain, “memangkas” usaha penyedia jasa transportasi penyeberangan sungai.

 

SANGATTA–Pemkab Kutim sudah meresmikan pembangunan jembatan sepanjang 50 meter. Fasilitas publik yang bisa memberikan akses kemudahan bagi warga Sangatta Selatan dan Utara itu jadi yang ditunggu-tunggu. Bersumber dari APBD Kutim, rupanya masih ada beberapa warga yang menolak pembangunan jembatan tersebut.

Diungkapkan penyedia jasa transportasi tradisional sungai, yang biasa disebut ponton oleh warga setempat, pembangunan itu tak pernah dijelaskan langsung oleh pemerintah. Pria yang enggan menyebutkan identitasnya itu kaget ketika ujuk-ujuk disahkan pembangunannya. "Saya bingung, kalau dibangun tiba-tiba, susah cari kerja. Apa pemerintah menyediakan pekerjaan buat kami," ujarnya.

Namun, bagi sebagian besar warga Sangatta Selatan, Dibangunnya jembatan akan berdampak positif berimbas langsung pada warga. "Dulu waktu masih isu-isunya mau dibangun jembatan, katanya banyak yang enggak setuju, karena penyedia jasa ponton kehilangan pendapatan," ungkap Rachma Putri (23), warga Sangatta Selatan. Namun, menurut perempuan berhijab itu, banyak hal baik jembatan itu berdiri, terlebih keinginan banyak orang sejak berdirinya Kutim.

"Jembatan mempermudah akses pulang-pergi. Kadang tidak terasa, ongkos sekali lewat bayar Rp 2 ribu, kalau bolak balik bisa Rp 10 ribu. Itu memang merogoh kocek," terang mahasiswi semester akhir itu.  

Selain itu, kawasan Jalan Masabang, Sangatta Selatan, merupakan daerah rawan banjir. Sehingga, jika ada jembatan, menurut dia, sangat membantu. Terlebih, pekerja dan pelajar yang notabene terpusat di Sangatta Utara. "Musim banjir juga susah, kalau masih pakai ponton sering tidak sanggup mesinnya, kadang air tinggi ponton tidak beroperasi. Jika ada jembatan mungkin lebih mudah," tuturnya.

Camat Sangatta Selatan Hasdiah menjamin, pengusaha ponton akan tetap mendapat dampak positif. Pasalnya, setelah jembatan rampung, akan ada pembinaan khusus. Selain itu, pemilik rumah yang telah diminta pindah akan mendapat ganti rugi agar dapat memiliki hunian baru. "Dulu memang kerap ada masalah pembebasan lahan yang susah diselesaikan. Namun, pemerintah berusaha yang akhirnya masyarakat mau merelakan lahannya untuk digunakan sebagai fasilitas publik. Pengusaha ponton juga nanti dibina," tuturnya.

Dia berharap, seluruh warga dapat mendukung. Bagi dia, tanpa dukungan dari warga, hal itu akan sia-sia. Terlebih, potensi Sangatta Selatan untuk dikunjungi di bidang perekonomian sangat besar. Dengan dibangunnya jembatan, bisa memudahkan warga dari kecamatan lain untuk datang. "Semoga bisa membuat Sangatta Selatan lebih berkembang, terlebih pasar masih menjadi kawasan ramai. Saya minta masyarakat untuk mendukung, seperti keamanan dalam pembangunan," tutupnya. (*/la/dra2/k8)


BACA JUGA

Minggu, 19 Januari 2020 11:41

Jalur Pendekat Tenggarong Seberang Menuju Bandara APT Pranoto, Berharap Tuntas di Musrenbang

TENGGARONG-Lama tak terdengar kabarnya, jalur pendekat Tenggarong menuju Bandara Aji…

Minggu, 19 Januari 2020 11:39

2020, Paser Terima Bankeu Provinsi Senilai Rp 368 Miliar

TANA PASER - Legislator dari Karang Paci atau DPRD Kaltim,…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:53

Perpisahan Sekolah, Siswa Diminta Rp 600 Ribu, Begini Kata Kadisdik

Jelang akhir masa sekolah, sejumlah orangtua waswas. Bukan takut anaknya…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:52

Tes CPNS Sebentar Lagi, PLN dan Telkom Mesti Siap Juga Nih

ARTA KUSUMA YUNANDA/BP TANJUNG REDEB–Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP)…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:51

Merasa Terbuang, Pedagang Pilih “Ngemper”

SANGATTA–Puluhan pedagang menyebut merasa terbuang karena tidak mendapat lapak untuk…

Jumat, 17 Januari 2020 11:36

MAAF YOOO...!! Sendawar Belum Layak Anak

SENDAWAR – Status Kabupaten Layak Anak (KLA) tidak bisa disematkan…

Jumat, 17 Januari 2020 11:35

Banjir di Tenggarong Seberang Makin Parah, Wakil Rakyat Tuding Ini Biangnya....

Aktivitas tambang batu bara dituding sebagai biang banjir yang sering…

Jumat, 17 Januari 2020 11:34

Keluhan Warga Direspons Cepat

Pemkab Kutim langsung merespons keluhan masyarakat Desa Mata Air, yakni…

Jumat, 17 Januari 2020 11:33

“Jalan Bubur” Mulai Dikerjakan

Jalurnya berliku-liku, menanjak, dan menurun. Lebarnya sekitar 5 meter (m).…

Jumat, 17 Januari 2020 10:47

Pejabat Datang, Portal Lahan untuk Pura Itu Akhirnya Dibuka

TANA PASER - Polemik terhambatnya proses pembangunan Pura bagi umat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers