MANAGED BY:
SABTU
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 08 November 2019 21:34
Pembangunan Jembatan Itu Tetap Dilanjutkan

Tidak Ada Penolakan, Harus Didukung untuk Kemajuan Sangatta Selatan

TUAI PRO-KONTRA: Hampir sebulan pembangunan jembatan penghubung Sangatta Selatan-Sangatta Utara masih berlanjut, namun ada masyarakat yang menolak pembangunan tersebut. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO, Jembatan penghubung Sangatta Selatan dengan Sangatta Utara sudah dinanti cukup lama, dianggap solusi tepat. Bisa memangkas waktu perjalanan dan jarak. Namun, di sisi lain, “memangkas” usaha penyedia jasa transportasi penyeberangan sungai.

 

SANGATTA–Pemkab Kutim sudah meresmikan pembangunan jembatan sepanjang 50 meter. Fasilitas publik yang bisa memberikan akses kemudahan bagi warga Sangatta Selatan dan Utara itu jadi yang ditunggu-tunggu. Bersumber dari APBD Kutim, rupanya masih ada beberapa warga yang menolak pembangunan jembatan tersebut.

Diungkapkan penyedia jasa transportasi tradisional sungai, yang biasa disebut ponton oleh warga setempat, pembangunan itu tak pernah dijelaskan langsung oleh pemerintah. Pria yang enggan menyebutkan identitasnya itu kaget ketika ujuk-ujuk disahkan pembangunannya. "Saya bingung, kalau dibangun tiba-tiba, susah cari kerja. Apa pemerintah menyediakan pekerjaan buat kami," ujarnya.

Namun, bagi sebagian besar warga Sangatta Selatan, Dibangunnya jembatan akan berdampak positif berimbas langsung pada warga. "Dulu waktu masih isu-isunya mau dibangun jembatan, katanya banyak yang enggak setuju, karena penyedia jasa ponton kehilangan pendapatan," ungkap Rachma Putri (23), warga Sangatta Selatan. Namun, menurut perempuan berhijab itu, banyak hal baik jembatan itu berdiri, terlebih keinginan banyak orang sejak berdirinya Kutim.

"Jembatan mempermudah akses pulang-pergi. Kadang tidak terasa, ongkos sekali lewat bayar Rp 2 ribu, kalau bolak balik bisa Rp 10 ribu. Itu memang merogoh kocek," terang mahasiswi semester akhir itu.  

Selain itu, kawasan Jalan Masabang, Sangatta Selatan, merupakan daerah rawan banjir. Sehingga, jika ada jembatan, menurut dia, sangat membantu. Terlebih, pekerja dan pelajar yang notabene terpusat di Sangatta Utara. "Musim banjir juga susah, kalau masih pakai ponton sering tidak sanggup mesinnya, kadang air tinggi ponton tidak beroperasi. Jika ada jembatan mungkin lebih mudah," tuturnya.

Camat Sangatta Selatan Hasdiah menjamin, pengusaha ponton akan tetap mendapat dampak positif. Pasalnya, setelah jembatan rampung, akan ada pembinaan khusus. Selain itu, pemilik rumah yang telah diminta pindah akan mendapat ganti rugi agar dapat memiliki hunian baru. "Dulu memang kerap ada masalah pembebasan lahan yang susah diselesaikan. Namun, pemerintah berusaha yang akhirnya masyarakat mau merelakan lahannya untuk digunakan sebagai fasilitas publik. Pengusaha ponton juga nanti dibina," tuturnya.

Dia berharap, seluruh warga dapat mendukung. Bagi dia, tanpa dukungan dari warga, hal itu akan sia-sia. Terlebih, potensi Sangatta Selatan untuk dikunjungi di bidang perekonomian sangat besar. Dengan dibangunnya jembatan, bisa memudahkan warga dari kecamatan lain untuk datang. "Semoga bisa membuat Sangatta Selatan lebih berkembang, terlebih pasar masih menjadi kawasan ramai. Saya minta masyarakat untuk mendukung, seperti keamanan dalam pembangunan," tutupnya. (*/la/dra2/k8)


BACA JUGA

Kamis, 14 November 2019 13:00

PASTI DAH..!! Perceraian Didominasi Faktor Perselingkuhan

SENDAWAR - Kasus perselingkuhan membuat banyak rumah tangga berantakan. Faktor…

Kamis, 14 November 2019 12:52

PBI Kutim Belum Maksimal, Baru 79 Persen untuk Kejar Program UHC

SANGATTA–Kutim masih optimistis mengejar program universal health coverage (UHC), yang…

Kamis, 14 November 2019 12:51

Diikuti Jutaan Calon Peserta, Website SSCN Belum Normal, Dianggap Lumrah

Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) secara online sudah dibuka…

Rabu, 13 November 2019 12:37

Masyarakat Dua Desa Minta HGU PTPN XIII Dicabut

TANA PASER - Masyarakat dari dua desa di Kecamatan Kuaro,…

Selasa, 12 November 2019 13:42

"Dicueki" Bisa Terancam Sanksi, Tak Umumkan RUP, Bakal Kesulitan Anggaran

Kutim diwajibkan menjelaskan ke publik terkait rencana umum pengadaan (RUP) secara…

Selasa, 12 November 2019 13:41

Faktor Alam Mengkhawatirkan, Riskan Merusak Jaringan Listrik

TANJUNG REDEB–Meminimalkan terjadinya gangguan listrik karena faktor alam, PT PLN…

Selasa, 12 November 2019 13:40

Kekuatan Kodim Pas-pasan

SANGATTA–Kodim 0909/Sangatta kekurangan personel. Untuk diketahui, hingga saat ini, baru…

Selasa, 12 November 2019 13:39

Pebalap Liar di Bawah Umur Tumbuh Subur, Tilang dan Pembinaan Tak Mempan

Aksi kebut-kebutan di jalan, seolah jadi “penyakit masyarakat” yang sulit…

Selasa, 12 November 2019 13:38

8,34 Persen Wilayah Kukar Lubang Tambang

DRD mengadakan diskusi di kantor Bappeda Kukar kemarin (11/11). Bupati…

Selasa, 12 November 2019 13:37

RSUD Fokus Pertahankan Akreditasi Paripurna

TENGGARONG – Menjelang survei akreditasi rumah sakit tahun 2019, RSUD…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*