MANAGED BY:
SENIN
27 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 08 November 2019 20:53
Ekonomi Kreatif Makin Dominan Sumbang Rp 1.211 T ke PDB 2019
Ekonomi kreatif masih menyimpan potensi besar di Indonesia. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memprediksi, tahun ini sektor ekonomi kreatif mampu tumbuh 10 persen.

PROKAL.CO, JAKARTA– Ekonomi kreatif masih menyimpan potensi besar di Indonesia. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memprediksi, tahun ini sektor ekonomi kreatif mampu tumbuh 10 persen. Optimisme tersebut didukung kehadiran platform digital yang membuat akses pasar ekonomi kreatif makin luas.

Berdasar catatan Kadin, pada 2016, ekonomi kreatif menyumbang Rp 1.000 triliun ke PDB Indonesia, kemudian meningkat jadi Rp 1.105 triliun pada 2018. Tahun ini, angkanya diprediksi kembali naik menjadi Rp 1.211 triliun.

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengungkapkan, saat ini jumlah penduduk usia produktif di Indonesia amat besar. Sumber daya manusia itulah yang harus disiapkan agar bisa menjadi tenaga terampil dalam menjawab tantangan fenomena ekonomi digital yang menjadi bagian dalam ekonomi kreatif.

Hasil riset terbaru dari laporan e-Conomy SEA 2019 oleh Google, Temasek, dan Bain Company mencatat, pertumbuhan tren ekonomi digital di ASEAN termasuk Indonesia cukup pesat. Tahun ini, diprediksi internet ekonomi Indonesia bisa mencapai USD 40 miliar. Riset itu juga melaporkan bahwa tingkat pertumbuhan Indonesia mencapai 49 persen, atau paling pesat di Asia Tenggara. Pertumbuhan ekonomi digital itu mencakup lima sektor. Yakni, e-commerce, media daring, transportasi berbasis aplikasi daring, wisata dan perjalanan, serta jasa keuangan digital.

Indonesia, lanjut dia, harus dapat memetik manfaat optimal dari bonus demografi yang akan diperoleh pada 2035. Karena itu, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi pemerintah dan dunia usaha untuk mempersiapkan bonus demografi tersebut. ’’Kita yakini kontribusi ekonomi kreatif di Indonesia akan terus bertambah,’’ ujarnya.

Sementara itu, tahun ini pelaku industri e-commerce memastikan kembali menggelar pesta diskon bertepatan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Target transaksi Harbolnas tahun ini mencapai Rp 7,8 triliun selama dua hari penyelenggaraan pada 11 dan 12 Desember 2019. Diproyeksikan ada 300 peserta dari berbagai platform e-commerce yang ikut meramaikan Harbolnas tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung menyebutkan, saat pergelaran Harbolnas, transaksi online dapat meningkat delapan kali lipat dari hari biasa. Target tahun ini pun meningkat dibanding realisasi tahun lalu Rp 6,8 triliun, seiring jumlah peserta yang bertambah. ’’Jumlah transaksi pasti naik karena peserta bertambah terus,’’ ucap Untung di Jakarta (7/11). 

Diperkirakan, ada 300 peserta yang mengikuti Harbolnas tahun ini, bertambah dibanding tahun lalu sebanyak 254 peserta. Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah mendaftar untuk mengikuti Harbolnas tercatat 170. Platform yang hadir pada Harbolnas tahun ini menjajakan banyak produk mulai kecantikan, fashion, kesehatan, otomotif, perangkat keras, kebutuhan rumah tangga, hingga elektronik. Beberapa di antaranya yang sudah mengonfirmasi keikutsertaannya di Harbolnas tahun ini adalah Bukalapak, Lazada, Elevania, Zalora, dan MAP.

Untung memaparkan, skema Harbolnas tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Pada hari pertama, yakni 11 Desember, para peserta akan mengeluarkan promo produk-produk dalam negeri. Namun, tahun ini bakal ada tambahan dari produk-produk grocery dan hasil alam lokal. ’’Kami berharap platform yang memasarkan hasil alam juga bisa bergabung dengan Harbolnas kali ini. Produk-produknya bisa seperti pertanian, hasil laut, dan lainnya,’’ beber Untung. (agf/c17/oki) 


BACA JUGA

Senin, 27 Januari 2020 10:17

Ada Berbagai Kemudahan, Momen Tumbuhkan UMKM

Tahun ini jadi momen yang tepat untuk mengembangkan usaha mikro…

Jumat, 24 Januari 2020 23:06

Tekanan Luar Negeri untuk Ekspor Kian Besar

SAMARINDA – Perkembangan ekonomi internasional tahun ini semakin penuh tantangan.…

Jumat, 24 Januari 2020 23:05

Realisasikan DBH Sawit dengan Omnibus Law

Sejak dulu pemerintah daerah kesulitan merealisasikan permintaan dana bagi hasil…

Jumat, 24 Januari 2020 20:39

Kepala OJK Kaltim Berganti, Ini Komentar Pejabat Baru soal Kondisi Perbankan

SAMARINDA - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur…

Jumat, 24 Januari 2020 09:42

2019, Pengunjung Plaza Balikpapan Naik 43 Persen

BALIKPAPAN – Plaza Balikpapan sepanjang 2019 berhasil mencatatkan pertumbuhan cukup…

Jumat, 24 Januari 2020 09:42
Mengelola Bisnis Keluarga ala Nurul Karti Handayani (2-Habis)

Harus Tampil Beda dan Berani Mencoba

Konsisten menjadi kunci kesuksesan Nurul Karti Handayani dalam menjalankan bisnis…

Kamis, 23 Januari 2020 15:23

Kasus Jiwasraya Tak Pengaruhi Ekonomi

JAKARTA– Kondisi ekonomi dalam negeri masih menunjukkan stabilitas yang terjaga…

Kamis, 23 Januari 2020 14:14

Tahun Ini Ditargetkan Rp 26,51 T, Kejar Wajib Pajak Pribadi

Meski tahun lalu belum mampu melampaui target penerimaan pajak, pusat…

Kamis, 23 Januari 2020 14:13

Jadi Gaya Hidup, Vape Dorong Pendapatan Cukai

BALIKPAPAN – Pengguna vape atau rokok elektrik di Bumi Etam…

Kamis, 23 Januari 2020 14:08
Mengelola Bisnis Keluarga ala Nurul Karti Handayani (1)

Nomor Duakan Keuntungan, Pilih Didik Anak dan Jalin Silaturahmi

Tak hanya fokus mencari keuntungan, Nurul Karti Handayani memilih membuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers