MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Jumat, 08 November 2019 11:57
ASTAGAA...!! Istri dan Anak Bersekongkol Bunuh Suami
Dua tersangka dibeber oleh media.

PROKAL.CO, JEMBER– Bahar Mario, 26, dan Busani, 47, tertunduk saat menghadapi sorot kamera wartawan di Mapolres Jember kemarin (7/11). Keduanya menjadi tersangka pembunuhan Surono, ayah dan suami para pelaku. Kasus itu menjadi perhatian publik karena jenazah korban ditemukan terpendam di bawah musala rumah di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember.

Sebelum kasus tersebut terang benderang, gelagat dan keterangan dua pelaku itu mencurigakan. Sebab, saat diperiksa polisi, keduanya sempat saling tuduh tentang siapa yang bertanggung jawab atas kematian Surono. Namun, setelah keduanya melalui pemeriksaan maraton selama empat hari, akhirnya kasus tersebut benar-benar terungkap. Ternyata, Busani-lah yang menjadi otak pembunuhan. Dia menyuruh anaknya menghabisi nyawa sang bapak.

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal dalam rilis kemarin menjelaskan, pembunuhan itu dilatarbelakangi warisan dan asmara. Barang bukti yang diamankan adalah sarung, kaus yang dipakai korban, martil, serta sebuah linggis dengan panjang sekitar 50 sentimeter dan berat 10 kilogram. ”Linggis ini diduga digunakan tersangka untuk menghabisi korban. Barang itu kami temukan di bawah jasad korban,” ujar Alfian kepada Jawa Pos Radar Jember.

Diduga, pembunuhan itu dilakukan pada akhir April 2019. Sebelum korban dihabisi, Bahar mengutarakan niatnya membunuh ayah kandungnya itu kepada Busani. ”Busani langsung bilang, iya aku ikhlas,” ujar Alfian.

Bahar menganggap ayahnya pelit. Ketika dimintai uang, Surono selalu mengaku tidak punya. Sementara itu, Busani merestui pembunuhan tersebut karena memiliki selingkuhan bernama JM. Kematian Surono membuat rencananya menikah dengan JM berjalan mulus. ”Selain itu, tersangka ingin menguasai warisan. Korban punya lahan kopi dan menghasilkan Rp 100 juta lebih setiap tahun,” ujar Kapolres.

Skenario pembunuhan dijalankan. Busani menghubungi Bahar yang saat itu tinggal di Bali. Dia meminta anak keduanya tersebut pulang. Saat itu juga Bahar pulang. Dia tiba di rumah sekitar pukul 23.00. Bahar mengetuk jendela rumah dengan pelan. Busani lalu membuka pintu rumahnya. Kepada si ibu, Bahar sempat bertanya tentang alat untuk membunuh bapaknya. Busani kemudian menyerahkan sebuah martil. Namun, Bahar menolak. Sebab, martil tersebut terlalu ringan dan sulit dipakai untuk membunuh Surono.

Bahar lalu memeriksa tiga kamar di rumahnya. Dia mencari alat untuk membunuh korban. Didapatilah sebuah linggis. Bahar lalu mematikan lampu rumah. Dengan memakai penerangan headlamp, Bahar menuju kamar depan, tempat ayahnya tidur. Tanpa ba-bi-bu, Bahar mengayunkan linggis ke wajah korban. Sekali pukul, pipi kiri korban remuk. ”Sekali pukul, bapak langsung mati,” ujar Bahar. Saat aksi sadis itu berlangsung, Busani ikut menyaksikan.

Setelah mengetahui suaminya tewas, Busani lari ke sungai. Sementara itu, Bahar memeriksa tas korban dan mengambil uang Rp 6 juta di dalamnya.

Tidak berapa lama kemudian, Busani kembali ke rumah. Saat itu Bahar sedang menyeret mayat ayahnya ke belakang rumah. Di sanalah dia mengubur Surono. Dia lantas menaburkan semen di lokasi tersebut, lalu menyiramnya dengan air. Tak lama kemudian, semen itu mengeras.

 

Cor-coran Kuburan Retak

Sebulan kemudian Busani kembali menghubungi Bahar. Dia menceritakan tempat mengubur Surono yang retak. Masih melalui telepon, Bahar menyuruh ibunya membeli semen untuk ditabur di atas kuburan yang retak tersebut, lalu menyiraminya dengan air. Untuk menghilangkan jejak, di atas tanah kuburan itu dibangun musala. Bagian bawah dicor ulang, lalu dipasangi keramik.

Dua bulan berlalu. Busani menikah dengan JM, kekasih gelapnya. Dia dan suaminya tinggal di rumah yang pernah ditinggali Surono tersebut. Bahar pun kembali ke Bali.

Tujuh bulan berlalu. Busani kembali menelepon Bahar. Dia mengadu karena JM meninggalkannya. JM ternyata kembali ke istri pertama yang baru datang dari Malaysia. Busani meminta Bahar pulang. Malam itu juga Bahar pulang. Saat Bahar bertemu ibunya, lahirlah skenario baru. Yakni, menjebloskan JM ke penjara.

Sesuai skenario, Bahar menemui kepala dusun (Kasun). Dia bercerita, Surono dibunuh J dan mayatnya dikubur di lantai musala. Kasun langsung meneruskan cerita Bahar ke Mapolsek Ledokombo. Polisi menyambut laporan tersebut dengan mengamankan Busani, Bahar, dan J. Mereka dibawa ke Mapolsek Ledokombo.

Tim dari Polda Jatim lantas membongkar lantai musala. Hasilnya, ditemukan tulang belulang yang diyakini milik Surono. Saat tulang belulang diangkat, terlihat linggis yang dipakai membunuh korban. Setelah proses otopsi, jenazah korban yang sudah berupa tulang belulang dikubur di tempat pemakaman umum setempat.

Penemuan mayat korban membuat Polres Jember mengambil alih penyidikan. Busani dan Bahar dibawa ke Mapolres Jember. Namun, J tetap diperiksa di Mapolsek Ledokombo. Saat itulah Busani dan Bahar terlibat saling tuduh sebagai pembunuh Surono. Selama tiga hari, mereka ngotot dengan cerita versi masing-masing. Pada hari keempat pemeriksaan, Busani akhirnya menceritakan pembunuhan yang sebenarnya.

Busani mengaku sakit hati karena Surono memiliki selingkuhan. Untuk melampiaskan sakit hati tersebut, Busani berselingkuh dengan JM yang masih tetangga sendiri. Bahar akhirnya juga mengaku membunuh Surono. (jum/c10/oni)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 15 Desember 2019 20:17

Diserang Hog Cholera, Babi di Sumut Diprediksi akan Habis

Permasalahan bangkai babi masih menjadi perhatian pemerintah daerah Sumatera Utara…

Sabtu, 14 Desember 2019 12:42
Membantu Ekonomi Eks Napiter dengan Localov

Kombatan Filipina Selatan Jual Donat Rambo

Local dan love disatukan menjadi Localov. Aplikasi lapak online atau…

Sabtu, 14 Desember 2019 12:33

Wiranto Masuk Pemerintahan Lagi

JAKARTA- Sempat kosong hampir dua bulan, susunan Dewan Pertimbangan Presiden…

Jumat, 13 Desember 2019 13:18

Nama Randy-Yusuf Diabadikan di KPK

JAKARTA – Perjuangan Immawan Randy dan Yusuf Kardawi, mahasiswa Universitas…

Jumat, 13 Desember 2019 13:16

Sudah 12 Pegawai KPK Memilih Mundur

JAKARTA- Proses alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara…

Jumat, 13 Desember 2019 13:10

Plt dan Plh Direksi Garuda Benahi Internal Jelang RUPSLB

JAKARTA– Buntut kasus penyelundupan 15 boks onderdil Harley Davidson edisi…

Jumat, 13 Desember 2019 13:07
Aplikasi Gowes Ajak Bertransportasi Minim Polusi

Bermula dari Bali, Tebar Pesona sampai Miami

Memahami tren warga yang semakin peduli lingkungan plus kebiasaan lebih…

Kamis, 12 Desember 2019 13:39

Buka Suara, Kritisi Negeri Sendiri dan WADA

Para atlet Rusia menjadi pihak yang paling dilematis menghadapi sanksi…

Kamis, 12 Desember 2019 12:10

Kasus Novel, Istana Masih Enggan Bentuk TGPF

JAKARTA- Terkatung-katungnya proses pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik…

Rabu, 11 Desember 2019 11:55

Anak Jokowi Kian Dekat Nyalon Wali Kota Solo

JAKARTA– Pencalonan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilwali Solo tampaknya bakal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.