MANAGED BY:
SENIN
01 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 07 November 2019 11:59
Pembebasan Lahan Sudah Jalan, Jembatan Tol Ikon Kaltim
-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Tarik-menarik lokasi pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) mewarnai pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim. Menurut Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud, lokasi pembangunan tetap di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam. Bukan di Kecamatan Sepaku.

Sementara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berpendapat, lokasi jembatan tol sepanjang 7,5 kilometer itu akan dipindah ke Kecamatan Sepaku. Kepala Biro Komunikasi Publik, Setjen Kementerian PUPR Endra Saleh Atmawidjaja beralasan, jembatan tol harus terintegrasi dengan sistem jaringan jalan yang akan dihubungkan dengan IKN di Kecamatan Sepaku, sehingga lebih efisien.

Jembatan Tol Balikpapan-PPU adalah bagian dari sistem jalan tersebut. Menurutnya, keputusan pembangunan jembatan tol menunggu desain transportasi IKN di Sepaku. Termasuk rampungnya Jembatan Pulau Balang. Kepada Kaltim Post (6/11), Abdul Gafur Mas’ud (AGM) mengungkapkan, tahapan pembangunan jembatan tol yang melintasi Teluk Balikpapan terus berjalan. Dengan titik lokasi pembangunan di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, PPU. Yang akan terhubung dengan Kawasan Melawai di Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota, Balikpapan.

“(Jembatan Tol Balikpapan-PPU) Tetap berjalan di (Kelurahan) Nenang. Akan menjadi ikon ibu kota negara (IKN) baru,” tegas dia. Lanjut dia, berdasarkan rapat terakhir yang dilaksanakan akhir Oktober lalu, disampaikan bahwa tahapan pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-PPU terus berjalan. Rapat tersebut dihadiri perwakilan yang tergabung dalam konsorsium PT Tol Teluk Balikpapan selaku penggagas pembangunan jembatan tol tersebut.

Yakni Pemkab PPU, Pemkot Balikpapan, Pemprov Kaltim, PT Waskita Karya Toll Road, serta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Hasilnya, BPJT meminta PT Waskita Karya Toll Road untuk mengkaji ulang lalu lintas harian rata-rata (LHR). Terutama dampaknya pada penetapan IKN di Kecamatan Sepaku. “Jadi, masih terus berjalan. Saya akan meminta kepada pemerintah pusat harus tetap dilanjutkan di Nenang karena sebagai wajah depan PPU,” terang bupati termuda di Kaltim ini.

AGM yakin, Jembatan Tol Balikpapan-PPU tidak akan dipindah ke dekat Kecamatan Sepaku. Lantaran sudah ada Jembatan Pulau Balang yang saat ini dalam tahap pembangunan. Menurutnya, Jembatan Pulau Balang juga sudah terkoneksi dengan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. “Saya yakin (Jembatan Tol Balikpapan-PPU) tetap dan tidak akan dipindah. Sebab, Jembatan Pulau Balang sudah masuk jalan tol dan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Apalagi belum ada keterangan resmi (Kementerian PUPR) soal pemindahan itu,” terangnya.

Pria kelahiran Balikpapan, 7 Desember 1987 itu berpendapat, keberadaan Jembatan Tol Balikpapan yang menghubungkan Kelurahan Nenang di PPU dan Kawasan Melawai di Balikpapan bakal memudahkan transportasi warga di wilayah selatan Kaltim menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Sebab, nantinya terkoneksi dengan coastal road atau jalan pesisir pantai. Pun demikian dengan Pelabuhan Semayang Balikpapan.

“Jadi dari Jembatan Tol (Balikpapan-PPU) bisa menyambungkan langsung ke Bandara Sepinggan. Lewat coastal road. Kayak jalan tol di Bali. Kalau misalnya lewat Sepaku, ‘kan jauh lagi,” katanya. Terpisah, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) PPU Rachmad menuturkan, identifikasi lahan terhadap lokasi pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-PPU masih terus berjalan. Kegiatan ini dilaksanakan Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam.

Pihaknya juga belum menerima informasi resmi perihal rencana pemindahan lokasi Jembatan Tol Balikpapan-PPU itu. “Kami belum mendapat perintah untuk menghentikan kegiatan itu. Jadi, kami masih terus melaksanakan karena harus ada instruksi. Di antaranya, dari menteri (ATR) dan dibuatkan berita acara untuk dilaporkan ke pusat,” ucap dia saat dihubungi.

Identifikasi lahan berdasar data penetapan lokasi (penlok) yang telah diterbitkan Gubernur Kaltim Isran Noor. Ada dua satuan tugas (satgas) yang saat ini bekerja menyelesaikan pendataan lahan milik warga yang akan dibebaskan nanti. Satgas A (fisik) melakukan identifikasi fisik dan melakukan pengukuran bidang tanah. Sementara Satgas B (yuridis) melakukan identifikasi terhadap alas hak dan segala macam dokumen berkaitan dengan lahan milik warga.

Tim tersebut sudah bekerja sejak akhir Juli 2019. Menurut data, ada 93 pemilik tanah dengan luasan sekira 14 hektare yang akan dibebaskan. Letaknya di Jalan Provinsi, Km 3,5 hingga Km 4 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam. “Sampai saat ini masih melakukan proses pengukuran. Kepala seksi juga belum lapor kepada saya berapa peta bidang yang sudah diukur. Pembayaran ganti rugi pun belum dilakukan. Lahan masyarakat tidak ada yang rusak saat pengukuran lahan tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Freddy Oktovianus Nelwan selaku kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setkot Balikpapan menuturkan, Pemkot Balikpapan menyambut positif rencana pemindahan lokasi Jembatan Tol Balikpapan- PPU. Sebabnya, titik hilir jembatan tol yang semula direncanakan di Kawasan Melawai, Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota diramalkan bakal penuh sesak. Lantaran Kota Minyak juga berencana membangun jalan pesisir pantai atau coastal road di lokasi yang sama.

Adapun Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyatakan siap mengikuti keputusan pemerintah pusat terkait dengan pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-PPU. “Mau dipindah atau enggak, yang penting jembatan tolnya dibangun,” jelas dia. (kip/riz/k16)


BACA JUGA

Senin, 01 Juni 2020 00:53

Samarinda Banjir Terus, Bukti Penanganan Kurang Serius

Banjir menahun di Samarinda sulit diatasi bila tanpa dilakukan dengan…

Senin, 01 Juni 2020 00:48
Perkembangan Covid-19 di Kaltim

Mau New Normal, Bukannya Turun Malah Tambah 6 Orang Positif, 18 Orang Sembuh

 SAMARINDA-Jumlah kasus sembuh kembali lebih banyak dibandingkan kasus positif Covid-19.…

Senin, 01 Juni 2020 00:42

Daerah Jadi Tumpuan Atasi Perubahan Iklim

BALIKPAPAN–Pemerintah daerah (pemda) diharapkan menjadi tumpuan dalam mengatasi perubahan iklim…

Senin, 01 Juni 2020 00:39

Perusahaan Pakaian Produksi Jaket Anti-Corona, Lihat Nih Penampakannya...

VOLLEBAK, perusahaan pakaian yang memproduksi jaket dari graphene dan t-shirt…

Senin, 01 Juni 2020 00:37

Idulfitri di Ruang Isolasi, Menikmati Opor Ayam Kiriman Keluarga

Saat banyak keluarga yang berkumpul merayakan Idulfitri, 13 tenaga kesehatan…

Minggu, 31 Mei 2020 13:35

Ada 102 Daerah yang Masuk Zona Hijau, Kaltim Berapa Daerah?

JAKARTA- Pemerintah mencatat ada sekitar 102 daerah yang masuk zona…

Minggu, 31 Mei 2020 13:21
Buntut Kematian George Floyd

Amerika Rusuh, Mal Dijarah, Jam Malam di 25 Kota

Setidaknya 25 kota di Amerika Serikat memberlakukan jam malam sebagai…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:53

NAH KAN..!! Ada Tambang Ilegal di Sekitar Bendungan Benanga

SAMARINDA–Banjir di Samarinda tak lepas dari masifnya pembukaan lahan. Membuat…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:49

WAJIB..!! Kantongi Surat Sehat Dulu Baru Beli Tiket

BALIKPAPAN–Setelah ditutup sejak 24 April, Pelabuhan Semayang Balikpapan akan kembali…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:47

Angka Sembuh Meningkat, New Normal Tetap Waspada

MESKIPUN jumlah kasus sembuh terus meningkat dibandingkan konfirmasi positif Covid-19,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers