MANAGED BY:
SABTU
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Kamis, 07 November 2019 11:54
Achmad Zulkarnaen, Kekurangan Fisik yang Jadi Fotografer
Berguru ke Darwis Triadi, Pegang Kalimat Ali bin Abi Thalib
Achmad Zulkarnaen

PROKAL.CO, Achmad Zulkarnaen, pria ini patut menjadi panutan. Memiliki kekurangan fisik tak menjadikannya berkecil hati. Bahkan dia mampu membuktikan apa itu arti kehidupan. Selama yakin dan mau berusaha, pasti ada jalan terang.

 

DWI AGUS, Jogja, Radar Jogja

 

Ada yang berbeda dari perhelatan Canon Photo Maraton di Sleman City Hall (SCH), hari Minggu lalu (3/11). Di tengah ribuan fotografer, sosok Achmad Zulkarnaen mampu mencuri perhatian. Fisiknya yang sangat terbatas tak mematahkan semangatnya dalam berburu foto.

Pria kelahiran Banyuwangi, 7 Oktober 1992, ini memiliki fisik berbeda. Kedua tangan dan kedua kakinya tumbuh tak sempurna. Kondisi ini sudah berlangsung sejak dia lahir. Walau begitu, pria yang akrab disapa Bang Zoel ini tak ingin berlarut dalam keterbatasan.

“Pencipta selalu memiliki jalan untuk seluruh mahluk ciptaannya. Harus tetap semangat menjalani cita-cita. Kalau saya, ya melalui dunia fotografi,” jelasnya saat ditemui di sela-sela perburuan foto.

Usai meneguk sebotol air mineral, pria berusia 27 tahun ini menceritakan perjalanan hidupnya. Awal mula mengenal dunia fotografi justru berawal dari ketidaksengajaan. Zoel didapuk menjadi seorang juru foto. Tugasnya mengabadikan foto wajah untuk keperluan KTP elektronik.

Persinggungan tak sengaja ini menggugah semangatnya. Bermodalkan tekad dan nekat, Zoel memberanikan diri kredit kamera jenis Digital Single Lens Reflex (DSLR). Kamera pertamanya jenis entry level yaitu Canon EOS 1100D.

Untuk menebus kamera, Zoel rela tidak menerima gaji. Tidak main-main, dia harus “berpuasa” selama tiga tahun. Hampir seluruh gajinya digunakan untuk membayar sang pujaan hati. Namun berbekal tekad yang kuat, dia justru bisa menembus pintu kesuksesan.

“Kerja di kantor advokat dan gajinya untuk bayar kredit kamera. Harganya kalau tidak salah sekitar Rp 5 jutaan saat itu. Setelah kredit selesai, baru sadar ternyata selisih harganya cukup banyak. Tapi enggak apa-apa, saya yakin itu bagian dari proses,” kenangnya.

Tak terhenti sampai memiliki kamera. Perjalanan justru baru dimulai saat DSLR sudah berada di genggaman. Pertama, Zoel harus beradaptasi dengan beragam tombol kamera. Diakuinya itu tak mudah, apalagi tombol DSLR cukup banyak.

Pria yang tak merampungkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus Banyuwangi ini harus belajar selama lima bulan. Mulai dari tombol shutter, ring fokus, hingga pengaturan diafragma. Hebatnya, Zoel memilih mode manual saat melakukan pemotretan.

“Pakai mulut juga untuk memutar salah satu tombol dan mengganti baterai. Nah, kalau yang konsep studio lighting minta bantuan teman. Karena selain berat, tinggi peralatan juga melebihi tinggi badan tubuh saya,” katanya.

Seiring waktu, peralatan “perang” terus berganti. Kini Zoel telah berkalungkan Canon EOS 6D. Kamera ini selalu menemami kemana pun dia pergi. Baik saat berburu foto panorama maupun melayani permintaan klien.

Pengalaman pahit pernah dia rasakan saat melakoni profesinya. Saat berburu foto, Zoel sempat terjatuh dari tebing. Kala itu dia tengah mencari komposisi foto yang pas. Tak disangka pijakannya tidak kuat. Alhasil, tubuh mungilnya terjerembab di tebing air terjun.

“Tapi tetap yang saya lindungi kameranya. Waktu itu kamera saya lindungi pakai badan. Lumayan kalau rusak, biaya perbaikannya tidak murah,” candanya.

Tak sekadar hobi, Zoel juga sempat berguru dengan fotograger profesional Darwis Triadi. Saat mengikuti proses seleksi, Zoel harus bisa menyatukan lensa dan badan DSLR dalam hitungan 10 menit. Menyanggupi tantangan, dia membuat kejuatan. Lensa dan bodi DSLR mampu dia satukan dalam satu menit saja.

Tawaran langsung terlontar dari Darwis. Jika ingin menjadi fotografer yang sukses, Zoel harus mau ikut sang guru. Tak berpikir panjang dia langsung mengiyakan. Alhasil beragam ilmu dan pengalaman dia dapatkan dan serap dari seorang Darwis Triadi.

“Saya ingat pesannya, kalau kamu pengen belajar fotografi lebih dalam lagi, saya sarankan di tempat saya. Wah, langsung saya iyakan tanpa berpikir lama,” kenangnya.

Usai bercerita perihal kamera, Zoel menyinggung kisah hidupnya. Tak menampik cibiran selalu ada dari lingkungan, bahkan orang terdekat. Pengalaman ini sudah dia rasakan semenjak lahir. Bahkan sesaat setelah lahir Zoel langsung mengalami sikap diskriminatif.

“Sempat dimasukkan ke dalam plastik dan akan di kemanakan. Orang tua sempat syok karena tubuh saya tidak sempurna. Sempat dirawat oleh orang lain, sebelum akhirnya dirawat lagi orang tua saya,” ceritanya.

Tak ada dendam, Zoel justru menjadikan sebagai motivasi. Dia tetap bercita-cita membahagaikan orangtuanya. Salah satunya dengan memberangkatkan ibunya untuk ibadah umrah. Sayangnya, sebelum terwujud ibunda Zoel telah berpulang.

Tak hanya orang tua, Zoel juga berencana mendirikan sebuah yayasan pendidikan. Di dalamnya akan turut mengasuh teman-teman disabilitas. Memberikan motivasi agar semangat untuk hidup terus ada. Termasuk membahagiakan orang lain.

“Saya punya prinsip yang diambil dari kalimatnya Ali bin Abi Thalib. Membalas perbuatan tapi dengan cara yang paling baik. Caranya menjadikan diri kita lebih baik dari orang yang mencemooh. Itu saja,” pesannya.

Di satu sisi diakui empat ada rasa minder. Dulu saat mengunggah foto tak pernah penuh. Zoel hanya memperlihatkan sebagian kecil tubuhnya. Seiring waktu, dia merasa salah akan dirinya. Tak mau membohongi diri sendiri, Zoel berani menampilkan tubuhnya secara utuh.

Semangat ini pula yang membuat sebuah hotel di kawasan Bali melirik Zoel. Sang pemilik hotel ingin pria ini menjadi trainer bagi para stafnya. Konsep dari hotel ini memang melibatkan teman-teman disabilitas. Zoel menjadi contoh bahwa disabilitas harus bisa bangkit dalam keterpurukan.

“Dulu saya upload foto di sosial media setengah badan karena malu. Tapi saya mulai berpikir tidak boleh menyembunyikan diri. Harus bisa mengalahkan ego dan ketakutan diri sendiri dulu,” katanya. (laz)


BACA JUGA

Jumat, 15 November 2019 09:43
Amanda Putri Witdarmono, Dirikan We The Teachers untuk Guru di Indonesia

Ibarat Helikopter, Ajak Guru Kembangkan Anak lewat Potensi di Sekitar

GURU memiliki peran penting dalam pendidikan karakter anak sejak usia…

Kamis, 14 November 2019 10:44
Ningrum, Juru Ketik Rental Komputer di Zaman Kiwari

Pelanggannya Didominasi Mahasiswa Pemalas

Kemajuan teknologi tak membuat juru ketik di rental komputer kehilangan…

Selasa, 12 November 2019 13:06
Isu Dunia Kesehatan di Pulau-Pulau Terpencil Indonesia (2-Habis)

Dua Anak Sepiyana Terdiagnosis Stunting

Namanya Coralina. Di usia 6 tahun ini, berat badannya hanya…

Kamis, 07 November 2019 11:54
Achmad Zulkarnaen, Kekurangan Fisik yang Jadi Fotografer

Berguru ke Darwis Triadi, Pegang Kalimat Ali bin Abi Thalib

Achmad Zulkarnaen, pria ini patut menjadi panutan. Memiliki kekurangan fisik…

Sabtu, 02 November 2019 21:28

Selamat Jalan Alfin Lestaluhu, Pemain Timnas U-16 Bersuara Merdu

Kesehatan Alfin Lestaluhu menurun saat berada di pengungsian akibat jarang…

Kamis, 31 Oktober 2019 11:48

Cara Felix K. Nesi Melahirkan Orang-Orang Oetimu

Orang-Orang Oetimu lahir lewat kertas folio, lalu dipindah ke laptop…

Jumat, 25 Oktober 2019 12:03
Komunitas Bocah Pelawak Ngapak Polapike

Mau Jadi Tuntunan, Tak Sekedar Tontonan

Para bocah berbahasa Ngapak ini sekarang sudah jadi selebriti. Mereka…

Jumat, 11 Oktober 2019 11:43

Menghafalkan Alquran Hanya Setahun di Pesantren Asy-Syahadah Surabaya

Menghafalkan Alquran sering terasa berat. Namun, itu tidak berlaku bagi…

Jumat, 04 Oktober 2019 09:33

Fadil Muzakki Syah setelah Foto Bersama Tiga Istri di Gedung DPR Jadi Sorotan

Ketiga istrinya ikut jadi tim sukses yang mengantarkan Achmad Fadil…

Rabu, 02 Oktober 2019 13:44

Sepenggal Kemeriahan Menuju Pesta Perayaan HUT Ke-20 Kutim, Dari Tradisional Ingatkan Milenial

Bisa dihitung jari, bahkan sudah benar-benar tidak diketahui. Permainan tradisional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*