MANAGED BY:
SABTU
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 07 November 2019 10:42
Tekanan Inflasi Bakal Lebih Berat
Kelompok makanan dan minuman menyumbang inflasi.

PROKAL.CO, Laju inflasi di Kaltim tahun depan diproyeksi bakal lebih tinggi. Sebab akan banyak tantangan yang dihadapi, seperti kenaikan di sejumlah komponen administered prices (AP) seperti cukai rokok, tarif listrik, serta iuran BPJS hingga harga emas.

 

BALIKPAPAN – Tak hanya tekanan dari administered price, inflasi Kaltim juga bisa dipicu dari meningkatnya permintaan konsumsi sebagai dampak perpindahan ibu kota negara (IKN) mulai tahun depan. Jika tidak diimbangi dengan sulpai yang cukup, ini juga menjadi tantangan tersendiri. Selain itu masih ada peluang kenaikan dari sejumlah komoditas.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan kerja sama perdagangan antardaerah menjadi opsi untuk bisa meredam gejolak inflasi. Terutama Balikpapan yang nantinya berperan sebagai penyangga. Dan saat ini masih banyak mendatangkan stok bahan pangan dari luar daerah.

“Masyarakat akan berkompetisi dalam mengonsumsi. Yang perlu dipikirkan adalah regulasinya. Pemerintah bisa mengatur itu, siapa yang menjadi operator pangannya. Perusda bisa menunjuk pedagang besar menjadi asosiasi sebagai operator di lapangan," tuturnya.

Ia menyampaikan, pada akhir tahun ini inflasi masih terjadi yang berasal dari permintaan tinggi untuk daging ayam ras. Padahal pasokan tak terlalu banyak. Pihaknya menilai saat ini secara year-to-date (ytd) inflasi masih di bawah 2 persen. Dengan demikian apabila menggunakan skenario terburuk, inflasi hingga akhir tahun ini paling besar masih berada di kisaran 3 persen.

“Daya beli masyarakat lebih baik karena tekanan lebih rendah. Kemudian juga harus melihat bagaimana produk domestik regional bruto (PDRB) dulu,” imbuhnya. Selain itu, ia memproyeksikan pada 2020 tantangan inflasi berasal dari tingginya harga emas. Saat ini fluktuasi harga emas memang belum memberikan dampak karena dibayangi oleh turunnya harga pangan.

Terlebih hingga kini kondisi ekonomi global yang melambat bisa makin buruk. Kondisi itu dengan mempertimbangkan penurunan proyeksi pertumbuhan global baik Tiongkok maupun Eropa. Hal tersebut bisa memacu gejolak sehingga emas menjadi penempatan aset yang paling aman adalah emas dan mengakibatkan harganya bisa melambung tinggi.

Dia menegaskan deflasi yang melanda Kaltim bukan dikarenakan komponen yang berkaitan dengan daya beli masyarakat, melainkan karena koreksi harga sayuran yang sudah sewajarnya setelah naik tajam.

Secara keseluruhan, Kaltim yang mencakup Samarinda dan Balikpapan masih dilanda tingkat deflasi sebesar 0,37 persen pada Oktober 2019. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim pada Oktober 2019, masing-masing terjadi deflasi 0,12 persen di Samarinda dan deflasi sebesar 0,69 persen di Balikpapan. 

Kepala KPw BI Kaltim Tutuk Cahyono juga mengatakan, untuk menahan tekanan tersebut, pihaknya akan berfokus dalam mengendalikan komoditas pangan yang bersumber dari kelompok volatile food. Selain itu, terkait dengan aktivitas IKN juga ikut memberi tekanan pada peningkatan permintaan komoditas pendorong inflasi. Untuk itu, kerja sama antardaerah yang menjadi sentra produksi harus diperkuat.

“Hal ini harus dibarengi dengan strategi untuk meningkatkan pasokan, lebih lancarnya distribusi, monitoring dan koordinasi yang lebih aktif, serta komunikasi yang lebih efektif agar inflasi tetap terjaga rendah dan stabil,” jelasnya.

Di sisi lain, Tutuk juga mengharapkan peningkatan permintaan bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha di Kaltim untuk dapat memenuhi barang dan jasa yang dibutuhkan, supaya dapat meningkatkan perekonomian.

Selama triwulan terakhir, Kaltim mengalami deflasi dimulai dari Agustus 2019-Oktober 2019. Adapun penyebab utama deflasi pada Oktober 2019 adalah penurunan tarif angkutan udara yang memasuki fase low season. Ia menyebutkan, dalam sisa waktu 2019 ini, tarif angkutan udara akan mengalami rebound karena akan menghadapi Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) dan libur sekolah akhir tahun.

“Dengan demikian akan terjadi inflasi pada akhir tahun yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut dikarenakan pasokan pangan,” ungkapnya.

Deflasi di Kaltim dipengaruhi penurunan indeks harga pada kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar 1,28 persen. Selanjutnya kelompok transportasi dan komunikasi yang mengalami deflasi sebesar 0,96 persen, kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga sebesar 0,07 persen dan kelompok kesehatan dengan deflasi sebesar 0,05 persen.

Sementara itu, tiga kelompok lain justru mengalami inflasi. Yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,26 persen kemudian kelompok sandang sebesar 0,17 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen. Berdasarkan data tersebut tingkat inflasi tahun kalender sebesar 1,03 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 1,51 persen. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 14 November 2019 10:41

Penyaluran KUR Harus ke Sektor Produktif

Pemangkasan bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari 7 persen menjadi…

Rabu, 13 November 2019 11:06

Pertamina Lubricants Lirik Pasar Ekspor

BALIKPAPAN – PT Pertamina Lubricants, anak usaha PT Pertamina (persero)…

Rabu, 13 November 2019 11:03

Rangsang Masyarakat Lebih Produktif, Pemerintah Pangkas Bunga KUR Jadi 6 Persen

Tahun depan, pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bakal…

Selasa, 12 November 2019 11:25

Batu Bara Masih Jadi Penyumbang PDRB Tertinggi di Kaltim

Ketergantungan Kaltim terhadap sektor pertambangan dan penggalian masih sulit dilepaskan.…

Selasa, 12 November 2019 11:23

Harus Cermat Belanja Online di Festival 11.11

BALIKPAPAN – Perilaku belanja berbasis daring, online atau e-commerce ini…

Selasa, 12 November 2019 10:43

Surplus Neraca Perdagangan Kaltim Mulai Meningkat

SAMARINDA-Neraca perdagangan Kaltim selalu mencatatkan nilai surplus, namun pada 2019…

Selasa, 12 November 2019 10:40

Harga CPO Melesat, TBS Kaltim Membaik

SAMARINDA-Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada Oktober Rp 1.250…

Selasa, 12 November 2019 10:33

Harga CPO Terus Melesat, Pengusaha Harus Manfaatkan Peluang

SAMARINDA -Tampak suram pada awal tahun, harga crude palm oil…

Selasa, 12 November 2019 10:31

Bunga KUR Harus Sesuai Kekuatan Subsidi

SAMARINDA-Tahun ini Bank Indonesia (BI) cukup agresif menurunkan suku bunga…

Selasa, 12 November 2019 10:30

Industri Pengolahan Kaltim Naik 14,30 Persen

SAMARINDA- Produksi industri besar dan sedang (IBS) Kaltim dalam periode…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*