MANAGED BY:
SABTU
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 07 November 2019 10:39
Harga CPO Terus Melesat, Pengusaha Harus Manfaatkan Peluang
Harga CPO diprediksi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) akan terus meningkat hingga tahun depan.

PROKAL.CO, SAMARINDA- Tampak suram pada awal tahun, harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil) kembali melesat jelang akhir 2019. Bahkan, harga CPO diprediksi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) akan terus meningkat hingga tahun depan. Sebab pasokan diprediksi menipis untuk tahun depan akibat kondisi kekeringan yang melanda Asia Tenggara.

Harga CPO global sepanjang semester I 2019 rata-rata hanya di angka USD 492 per metrik ton. Sedangkan harga rata-rata CPO pada triwulan ketiga menyentuh USD 541 per metrik ton. Diprediksi stok minyak sawit akan turun 2-3 juta ton dalam 12 bulan ke depan dari 14,7 juta ton pada September. Penurunan pasokan terjadi di tengah permintaan yang tinggi sehingga harga akan terus melesat.

Harga CPO di pasar global diyakini mampu menyentuh USD 750 per ton tahun depan. Selain implementasi program pencampuran biodiesel 30 persen (B30) oleh Indonesia mulai Januari 2020 yang akan menjadi pendobrak dari harga CPO, produksi yang melemah di negara produsen sawit terbesar dunia juga menjadi pemicu merangkaknya harga komoditas tersebut.

Pembina Gapki Kaltim Azmal Ridwan mengatakan, terus melesatnya harga CPO merupakan bukti bahwa pelemahan kemarin merupakan fluktuasi biasa. Harga CPO pasti memiliki waktu peningkatan, pihaknya sudah cukup lama memerhatikan bagaimana fluktuasi bulanan setiap tahun. Penurunan pasti terjadi, tapi peningkatan juga pasti ada.

Setidaknya ada tiga faktor yang mendongkrak penguatan harga sawit, yaitu permintaan dari Tiongkok, India, dan program biodiesel dari Indonesia dan Malaysia. Sebagai informasi, India dan Tiongkok merupakan konsumen utama minyak kelapa sawit dunia. Kedua negara itu menjadi tujuan ekspor CPO Kaltim.

“Dari Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) di Bali minggu lalu, Tiongkok sudah membuka kesempatan untuk CPO kita, begitu juga India,” katanya Rabu (6/11).

Dia menjelaskan, dengan ekspansi pasar yang sudah terlihat tinggal bagaimana pemerintah dan pelaku usaha memanfaatkan peluang ini. Peluang ekspor yang bisa dilakukan ke Tiongkok dan India merupakan angin segar bagi CPO Kaltim. Namun, tidak boleh terlalu terlena dengan ekspor mentah.

“Jangan larut oleh ekspor CPO, B30 dan industri hilir lainnya di Kaltim juga harus bergerak cepat. Artinya kita tidak hanya bisa ekspor CPO, namun juga bisa harus ekspor turunan CPO,” pungkasnya. (ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 14 November 2019 10:41

Penyaluran KUR Harus ke Sektor Produktif

Pemangkasan bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari 7 persen menjadi…

Rabu, 13 November 2019 11:06

Pertamina Lubricants Lirik Pasar Ekspor

BALIKPAPAN – PT Pertamina Lubricants, anak usaha PT Pertamina (persero)…

Rabu, 13 November 2019 11:03

Rangsang Masyarakat Lebih Produktif, Pemerintah Pangkas Bunga KUR Jadi 6 Persen

Tahun depan, pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bakal…

Selasa, 12 November 2019 11:25

Batu Bara Masih Jadi Penyumbang PDRB Tertinggi di Kaltim

Ketergantungan Kaltim terhadap sektor pertambangan dan penggalian masih sulit dilepaskan.…

Selasa, 12 November 2019 11:23

Harus Cermat Belanja Online di Festival 11.11

BALIKPAPAN – Perilaku belanja berbasis daring, online atau e-commerce ini…

Selasa, 12 November 2019 10:43

Surplus Neraca Perdagangan Kaltim Mulai Meningkat

SAMARINDA-Neraca perdagangan Kaltim selalu mencatatkan nilai surplus, namun pada 2019…

Selasa, 12 November 2019 10:40

Harga CPO Melesat, TBS Kaltim Membaik

SAMARINDA-Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada Oktober Rp 1.250…

Selasa, 12 November 2019 10:33

Harga CPO Terus Melesat, Pengusaha Harus Manfaatkan Peluang

SAMARINDA -Tampak suram pada awal tahun, harga crude palm oil…

Selasa, 12 November 2019 10:31

Bunga KUR Harus Sesuai Kekuatan Subsidi

SAMARINDA-Tahun ini Bank Indonesia (BI) cukup agresif menurunkan suku bunga…

Selasa, 12 November 2019 10:30

Industri Pengolahan Kaltim Naik 14,30 Persen

SAMARINDA- Produksi industri besar dan sedang (IBS) Kaltim dalam periode…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*