MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 07 November 2019 10:37
Di Kaltim, Lulusan SMA Dominasi Pengangguran
Job fair, salah satu upaya menciptakan lapangan kerja bagi warga. Jumlah pengangguran di Kaltim pada Agustus 2019 mencapai 110.574 orang, atau dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6,09 persen dari total angkatan kerja di angka 1,815 juta orang.

PROKAL.CO, SAMARINDA- Jumlah pengangguran di Kaltim pada Agustus 2019 mencapai 110.574 orang, atau dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6,09 persen dari total angkatan kerja di angka 1,815 juta orang. Pendidikan SMA dan SMK menjadi penyumbang pengangguran tertinggi, yaitu mencapai 59.927 orang.

Meski masih tertinggi, tingkat pengangguran lulusan SMA dan SMK menunjukkan penurunan dibandingkan Agustus 2018. Sedangkan TPT pendidikan SD dan SMP meningkat jika dibanding TPT tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Anggoro Dwitjahyono mengatakan, saat ini jumlah TPT di Kaltim masih ribuan orang. Namun jika dilihat secara data, jumlahnya terus mengecil. TPT pada Agustus 2019 mencapai 6,09 persen atau sebanyak 110.574 orang, menurun dibanding TPT Agustus 2018 yang sebesar 6,60 persen atau mencapai 114.313 orang.

“Pengangguran di Kaltim masih berasal dari pendidikan SMA dan SMK. Tapi itu merupakan hal yang wajar,” jelasnya. Sebab tidak hanya di Kaltim. Rata-rata setiap daerah lulusan SMA masih menjadi penyumbang pengangguran tertinggi. Pendidikan juga membutuhkan waktu, misal lulusan SMA menjadi lulusan perguruan tinggi. Sehingga wajar jika setiap tahun masih sama.

Butuh waktu tahunan untuk terjadi pergeseran. Banyak pendidikan SMA yang tidak mau bekerja kasar seperti lulusan SD, namun untuk bekerja yang cukup tinggi harus memiliki skill untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. “Ini yang membuat SMA masih menyumbang jumlah pengangguran yang tinggi di Kaltim dan juga daerah-daerah lain,” katanya.

Dia mengatakan, paling banyak pengangguran berasal dari SMA reguler. Untuk SMK yang sudah punya keahlian tertentu lebih mudah menemukan pekerjaan.

Untuk mengurangi pengangguran, tambah Anggoro dibutuhkan sektor-sektor padat karya yang bisa dihadirkan oleh pemerintah setempat. Apalagi ketika ada dana-dana seperti dana desa yang dikucurkan untuk peningkatan skill masyarakat desa, tentunya ini bisa mengurangi pengangguran.

“Jika sektor padat karya tumbuh maka pengangguran dapat berkurang. Salah satu yang terdekat yang bisa dilakukan Kaltim adalah membuka keran hilirisasi komoditas unggulan saat ini. Jika hilirisasi berjalan, pengangguran pasti semakin sedikit,” pungkasnya. (ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 12 November 2019 13:11

Debat Sengit Prabowo dengan Anggota Komisi I, Perincian Anggaran Dibahas Tertutup

PERDEBATAN sengit terjadi setelah Menhan Prabowo Subianto memaparkan konsep pertahanan…

Selasa, 12 November 2019 13:05

Jokowi Singgung Terlalu Banyak Peraturan Menteri

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyinggung banyaknya regulasi dalam rapat…

Selasa, 12 November 2019 12:58

Jokowi - Paloh Tegaskan Tak Ada Keretakan

JAKARTA- Partai Nasdem telah merampungkan Kongres II yang digelar di…

Selasa, 12 November 2019 11:12

3 Orangutan Dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen, Dua Diantaranya Ibu dan Anak

PROKAL.CO, SAMARINDA - Borneo Orangutan Survival Foundation (Yayasan BOS) dan…

Selasa, 12 November 2019 10:35

Akhir Tahun Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Lebih Lambat

SAMARINDA-Ekonomi Kaltim pada triwulan ketiga tahun ini tumbuh 6,89 persen…

Senin, 11 November 2019 23:00

Pertimbangan IKN, Peluang Dibangun Dua Jembatan Lagi di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN-Rencana pemindahan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) masih menanti…

Senin, 11 November 2019 22:57
Sindikat Mafia Minyak Beroperasi di Dekat Tambang

Dicuri di Sangasanga, Diolah di Samarinda

Selain mengamankan ratusan ton minyak mentah yang diduga ilegal, aparat…

Senin, 11 November 2019 22:38

Subsidi Tetap Harus Dibarengi Cleansing Data

JAKARTA– Pekerjaan rumah untuk membenahi BPJS Kesehatan masih banyak. Menaikkan…

Senin, 11 November 2019 13:29
(1) Indonesia U-19 vs Korea Utara U-19 (1)

Karena Berjuang Layaknya Pahlawan

JAKARTA– ’’Kami sudah sepakat sebelum pertandingan. Hari ini 10 November…

Senin, 11 November 2019 13:19
Isu Kesehatan di Pulau-Pulau Terpencil Indonesia (1)

Bu Bidan Merangkap Perawat Sekaligus Dokter

”Sedih karena saya tidak bisa berbuat banyak,” ucap bidan honorer…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*