MANAGED BY:
SABTU
30 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 06 November 2019 13:14
Puluhan Imigran Ngumpet di Truk

Eropa Tingkatkan Patroli Darat

Imigran yang berada di dalam truk diamankan polisi Yunani.

PROKAL.CO, THESSALONIKI– Puluhan imigran hanya bisa pasrah saat polisi membuka pintu belakang truk yang mereka naiki Senin (4/11). Total, ada 41 orang dalam truk yang melintas di tol Egnatia yang menghubungkan Kota Xanthi dan Komotini di Yunani itu.

Dua orang berasal dari Iran dan Syria. Sedangkan 39 sisanya berasal dari Afghanistan. Enam di antara 41 imigran itu anak-anak.

”Operasi polisi masih berlangsung. Tapi, kami yakin truk itu masuk dari Turki,” ujar juru bicara kepolisian Letnan Kolonel Theodoros Chronopolous seperti dikutip The Guardian.

Seluruh imigran laki-laki. Tujuh orang sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami masalah pernapasan. Sisanya dibawa ke kantor polisi untuk proses identifikasi.

Kendaraan yang mereka gunakan sejatinya merupakan truk kontainer berpendingin yang biasanya dipakai untuk mengangkut sayuran, daging, dan makanan beku lain. Namun, saat mereka ditemukan, pendingin di truk tersebut mati.

Polisi mengungkapkan, pihaknya berpatroli di tol tersebut saat melihat truk bermuatan puluhan imigran itu. Petugas curiga karena truk tersebut berwarna putih bersih tanpa tulisan apa pun di area kontainer. Padahal, biasanya di truk semacam itu ada logo perusahaan. Karena itu, petugas akhirnya menghentikan dan memeriksa kendaraan tersebut.

Pengemudi truk diperkirakan berusia 40-an tahun dan telah ditahan. Dia adalah penduduk Georgia. Polisi saat ini mencari pria Turki yang diduga terkait dengan penyelundupan manusia tersebut. Belum diketahui negara tujuan akhir para imigran itu. Namun, biasanya Inggris yang merupakan salah satu negara terkaya di Eropa menjadi jujukan utama.

Negara-negara Eropa kini getol berpatroli setelah penemuan 39 jenazah imigran Rabu (23/10). Mereka ditemukan dalam truk berpendingin yang digeletakkan di Essex, Inggris. Mayoritas korban adalah imigran dari Vietnam. Pemerintah Inggris sudah menahan 2 orang yang terlibat kasus itu, sementara Vietnam menangkap 8 orang.

Bagi Yunani, para imigran tersebut menjadi beban tersendiri. Jumlah imigran dan pencari suaka yang transit di Yunani melonjak tajam sejak 2015. Kala itu lebih dari satu juta pengungsi berbondong-bondong menuju negara-negara Eropa. Mayoritas pengungsi berasal dari Syria. Mereka berangkat dari Turki ke Yunani, lalu berjalan ke negara lain yang hendak dituju.

Kementerian Perlindungan Sipil Yunani mengungkapkan, saat ini diperkirakan 35 ribu imigran berada di kamp-kamp di Lesbos, Samos, dan pulau-pulau lain yang dekat dengan Turki. Kondisi mereka sangat memprihatinkan. Fasilitas penampungan amat minim.

Saat ini kedatangan anak-anak tanpa orang tua maupun kerabat yang lebih tua juga ikut melonjak. Sejak Juli, sekitar seribu anak di bawah umur tiba di Yunani. Secara keseluruhan, ada lebih dari 5 ribu pengungsi anak di negara tersebut. Puluhan bahkan mungkin ratusan di antaranya kini menghilang, tak tentu rimbanya.

Kesepakatan yang dibuat antara Eropa dan Turki tidak berjalan dengan baik. Pun demikian dengan sistem pembagian pencari suaka di Benua Biru. Juli lalu pemerintah Yunani berjanji mendeportasi sekitar 10 ribu imigran pada akhir 2020. Para imigran yang dirasa tidak memenuhi syarat akan didepak dari negara tersebut. (sha/c11/dos)

 

 

Usaha Gagal Imigran Ilegal

 

23 Oktober: Sebanyak 39 jenazah ditemukan di dalam truk peti kemas di kawasan Waterglade, London.

27 Oktober: Delapan imigran berada dalam truk berpendingin di Calais, Prancis. Empat di antaranya adalah anak-anak. Mereka dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan mengalami tanda-tanda hipotermia.

30 Oktober: Ada 12 imigran asal Syria dan Sudan yang ditemukan di dalam truk yang terparkir di Turnhout, Belgia.

2 November: Sebanyak 31 imigran asal Pakistan ditemukan petugas patroli tengah berada di dalam truk di La Turbie, Prancis. Wilayah itu berbatasan dengan Italia.

4 November: Sebanyak 41 imigran ditemukan dalam truk di Xanthi, Yunani. Mayoritas penduduk Afghanistan.

 

Sumber: AFP, CNN, DW


BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 14:57

Wabah Terkendali, Gelar Jumatan di Masjid

JAKARTA–Warga di daerah yang masuk kategori hijau terkait Covid-19 wajib…

Jumat, 29 Mei 2020 14:17
Mulai Tahun Ajaran Baru Beda dengan Pembukaan Sekolah

Pemda Tak Bisa Buka Sekolah Secara Sepihak

JAKARTA– Usulan penundaan awal tahun ajaran baru 2020/2021 dipastikan tak…

Jumat, 29 Mei 2020 12:32

Kukar Surga Tambang Ilegal, Pengamat : Konsistensi Aparat Lemah

Persoalan lingkungan karena aktivitas tambang liar di sejumlah kecamatan di…

Kamis, 28 Mei 2020 16:35

Antusias Sambut Tatanan Baru setelah Pandemi

SAMARINDA–Rencana pemberlakuan tatanan baru atau new normal di sarana publik…

Kamis, 28 Mei 2020 16:31

Ratusan Pekerja Mal di Balikpapan Jalani Rapid Test

UNTUK kelima kalinya, Tim Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan melaksanakan rapid…

Kamis, 28 Mei 2020 16:29

Masukan Obat ke Aliran Darah Pakai Robot

TIDAK lama lagi banyak penyakit bisa diobati oleh robot berukuran…

Kamis, 28 Mei 2020 16:29

Kasus Suap Proyek Jalan Nasional yang di-OTT KPK, Bawahan Dituntut 7 Tahun, Atasan 6 Tahun

SAMARINDA–Pembukuan kontraktor PT Haris Tata Tahta (HTT) menjadi bukti penting…

Kamis, 28 Mei 2020 15:01

Banyak Penumpang Belum Mengetahui Syarat Bepergian

JAKARTA– Lion Air Grup mengandangkan burung besinya selama hingga 31…

Kamis, 28 Mei 2020 13:43

Kapolsek Gunem Tabrak Nenek dan Cucu hingga Meninggal

Maut memang tak bisa diduga datangnya. Saat sedang bersantai di…

Kamis, 28 Mei 2020 13:39

Bukan Pengalaman Pertama Temukan Warga yang Tak Patuh

Profesi adalah tanggung jawab. Itulah yang ada di benak para…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers