MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Selasa, 05 November 2019 21:52
Teluk Sumbang : Geliat Kelola Objek Wisata dan Potensi Industri Batu Kapur
Pemandangan indah di Teluk Sumbang. Wisata alam, budaya dan lautnya sangat potensial dikembangkan. (MYAMIN/PROKAL.CO)

PROKAL.CO, BERAU - Teluk Sumbang merupakan wilayah paling ujung timur yang letaknya bagian depan "hidung" pulau Kalimantan berbentuk wayang semar. Teluk ini paling terlengkap objek wisatanya.

Objek wisata yang sangat menarik diantaranya air terjun Bidadari yang berada di dalam hutan. Ada pula perbukitan tinggi masih tertutup hutan yang dijuluki Gunung Hantu. Di laut Teluk Sumbang terdapat pulau Kaniungan Besar.

Saat ini, Teluk Sumbang teraliri listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sejak tahun 2018. Hal ini mendorong semakin bertambahnya masyarakat bermukim. Adapun kebutuhan air bersih terpenuhi dari mata air perbukitan.

Saat ini, jaringan telekomunikasi tengah dirancang untuk masuk ke daerah ini. Kepala Teluk Sumbang, Abdul Karim (55) mengatakan pada era Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sudah diajukan proposal pembangunan menara telekomunikasi. 

Sarana pendidikan di Teluk Sumbang. (MYAMIN/PROKAL.CO)

"Kami sudah siapkan lahan untuk pendirian menara tanpa dibeli siapapun," katanya. Meski belum ada jaringan, warga tak kehilangan komunikasi dengan dunia luar. Beberapa titik posisi rumah di Teluk Sumbang, terdapat sinyal yang bisa menyambung.

"Ada beberapa titik hot spot sinyal telepon. Jadi, untuk komunikasi kantor Desa kami, ada orang yang siaga menjaga pesan masuk atau telepon dari daerah luar," ujar Abdul Karim.

Teluk Sumbang paling ujung berbatasan dengan Kutai Timur, dijelaskan Abdul Karim, merupakan daerah kunjungan wisata yang akan bisa bersaing tempat wisata lain di Berau bila ada jaringan komunikasi.

Terdapat 15.000 hektar hutan di Teluk Sumbang. Warga yang bermukim kini sudah ada 201 Kepala Keluarga atau 726 jiwa. Mereka mengandalkan mata pencarian dari nelayan dan berladang.

Masyarakat, dikatakan Abdul Karim, masih menghadapi kurangnya lapangan pekerjaan. Namun, permasalahan lapangan kerja ini dapat teratasi ketika ada investasi masuk untuk pembukaan industri batu kapur sebagai bahan semen.

"Potensi daerah kami tak hanya wisata tapi juga ada industri batu kapur. Jaraknya 8 kilometer dari pantai. Masyarakat menunggu ada masuknya perusahaan untuk mengelola batu kapur," ujar Abdul Karim.

Abdul Karim meyakini industri batu kapur bahan semen tak mengganggu objek wisata di Teluk Sumbang. Dari pengalaman studi banding di Maros Sulawesi Selatan, sebaran debu dari industri tersebut hanya 500 meter dan tak berdampak luas ke wisata.

Salah satu pengelola penginapan di Teluk Sumbang, Rujeham (45) mengatakan kunjungan wisatawan di daerahnya mencapai 10 ribu orang. Kunjungan terpadat ketika hari libur panjang seperti lebaran dan tahun baru.

"Para wisatawan banyak menginap juga di Pulau Kaniungan. Ada 3 resort berdiri disana. Ongkos perahu menyeberang ke pulau Rp 500 ribu dari Teluk Sumbang. Kalau dari Teluk Sulaiman ke pulau Kaniungan Rp 750 ribu," kata Rujeham. (mym)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers