MANAGED BY:
SABTU
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 05 November 2019 14:04
Kebutuhan Minyak Terus Membengkak, Capai 2 Juta Barel pada 2025
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA– Proyeksi kebutuhan minyak pada 2025 sesuai data IPA (Indonesian Petroleum Association) mencapai 2 juta barel jika dibandingkan dengan saat ini sekitar 1,7 juta barel per hari. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan penemuan cadangan migas baru sebanyak 10 kali Lapangan Cepu atau investasi USD 12 miliar.

Direktur IPA Nanang Abdul Manaf menyatakan, Indonesia dianggap masih memiliki daya tarik bagi investor migas global karena terdapat sedikitnya 70 basin yang belum dieksplorasi. ’’Potensi geologis yang sangat besar ini tidak bisa dipisahkan dari sisi komersial dan kebijakan fiskal yang ada sehingga menarik minat investor untuk melakukan eksplorasi,’’ katanya kemarin (4/11).

Nanang menjelaskan, minimnya upaya mencari cadangan migas baru berdampak pada jumlah produksi yang dihasilkan pada masa mendatang. ’’Perlu dipikirkan sejumlah cara agar investor mau melakukan eksplorasi di Indonesia,’’ ujarnya.

Jadi, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan pihak industri untuk peningkatan industri hulu migas. Dia menambahkan bahwa pelaku industri mengharapkan kepastian peraturan (regulatory certainty) dan pengakuan terhadap kesucian kontrak (contract sanctity). Juga, fleksibilitas fiskal dan kebebasan dalam memasarkan produk menurut prinsip business-to-business.

Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong menuturkan, pihaknya menyambut baik adanya kebijakan baru tentang keterbukaan data yang diterbitkan pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kebijakan itu diyakini dapat membantu calon investor pada tahap awal untuk mengetahui ada tidaknya potensi hidrokarbon di suatu wilayah kerja yang ditawarkan pemerintah. ’’Namun, kebijakan ini harus terus disempurnakan, khususnya tentang mekanisme pengelolaan dan kualitas data itu sendiri,’’ ujarnya.

Selain potensi geologis dan keterbukaan data, IPA menyoroti rencana pemerintah untuk mengurangi birokrasi perizinan yang diperlukan dalam kegiatan hulu migas nasional. ’’Penyederhanaan perizinan tidak hanya dilakukan Kementerian ESDM, tapi juga harus terjadi pada kementerian atau lembaga terkait, termasuk pemerintah daerah. Sebab, kegiatan industri hulu migas juga terkait dengan sektor-sektor lain,’’ paparnya.

Kementerian ESDM mencatat, hingga triwulan ketiga 2019, realisasi investasi mencapai USD 19,8 miliar atau sekitar Rp 277 triliun. Kontribusi investasi terbesar berasal dari subsektor migas USD 8,1 miliar. Selanjutnya, subsektor ketenagalistrikan USD 7,4 miliar; mineral dan batu bara USD 3,3 miliar; serta energi baru terbarukan USD 1 miliar. ’’Investasi kami jaga terus agar makin bergairah dan kondusif bagi investor,’’ ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi.

Sebelumnya, 186 perizinan di sektor ESDM dipangkas. Upaya itu akan terus dilanjutkan untuk mempercepat dan mempermudah proses investasi di sektor ESDM. ’’Aspek perizinan, baik kecepatan maupuan birokrasinya, bakal terus dievaluasi sehingga dapat mendorong investasi yang lebih cepat dan memberikan certainty,’’ tutur Agung.

Target investasi sektor ESDM hingga 2019 sekitar USD 33 miliar. Kementerian ESDM beserta stakeholders terus menjaga agar target tercapai. (vir/c14/oki) 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 14 November 2019 10:41

Penyaluran KUR Harus ke Sektor Produktif

Pemangkasan bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari 7 persen menjadi…

Rabu, 13 November 2019 11:06

Pertamina Lubricants Lirik Pasar Ekspor

BALIKPAPAN – PT Pertamina Lubricants, anak usaha PT Pertamina (persero)…

Rabu, 13 November 2019 11:03

Rangsang Masyarakat Lebih Produktif, Pemerintah Pangkas Bunga KUR Jadi 6 Persen

Tahun depan, pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bakal…

Selasa, 12 November 2019 11:25

Batu Bara Masih Jadi Penyumbang PDRB Tertinggi di Kaltim

Ketergantungan Kaltim terhadap sektor pertambangan dan penggalian masih sulit dilepaskan.…

Selasa, 12 November 2019 11:23

Harus Cermat Belanja Online di Festival 11.11

BALIKPAPAN – Perilaku belanja berbasis daring, online atau e-commerce ini…

Selasa, 12 November 2019 10:43

Surplus Neraca Perdagangan Kaltim Mulai Meningkat

SAMARINDA-Neraca perdagangan Kaltim selalu mencatatkan nilai surplus, namun pada 2019…

Selasa, 12 November 2019 10:40

Harga CPO Melesat, TBS Kaltim Membaik

SAMARINDA-Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada Oktober Rp 1.250…

Selasa, 12 November 2019 10:33

Harga CPO Terus Melesat, Pengusaha Harus Manfaatkan Peluang

SAMARINDA -Tampak suram pada awal tahun, harga crude palm oil…

Selasa, 12 November 2019 10:31

Bunga KUR Harus Sesuai Kekuatan Subsidi

SAMARINDA-Tahun ini Bank Indonesia (BI) cukup agresif menurunkan suku bunga…

Selasa, 12 November 2019 10:30

Industri Pengolahan Kaltim Naik 14,30 Persen

SAMARINDA- Produksi industri besar dan sedang (IBS) Kaltim dalam periode…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*