MANAGED BY:
JUMAT
06 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 05 November 2019 12:27
Para Pejuang Aspirasi di Senayan Asal Kaltim: Ismail Thomas (7)

Perketat Pengawasan Tambang, Kejar Anggaran Pembangunan Jalan

Ismail Thomas

PROKAL.CO, Tuntas bekerja di Kubar, Ismail Thomas paham betul birokrasi di daerah. Kini politikus senior PDIP ingin membangun Kaltim, terutama Kubar melalui Senayan.

 

RIKIP AGUSTANI, Jakarta

 

ISMAIL Thomas sudah khatam berkiprah di kampung halamannya, Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Dia menghabiskan waktu selama 16 tahun. Baik sebagai anggota legislatif maupun pejabat eksekutif.

Setahun menjadi anggota DPRD Kubar (2000–2001). Dilanjutkan wakil bupati Kubar selama lima tahun (2001–2006). Dan bupati Kubar dalam kurun sepuluh tahun (2006–2016).

Mengawal dan mengawasi pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim menjadi fokus utama Ismail Thomas. Dia tidak ingin, infrastruktur, sumber daya alam, dan sumber daya manusia tidak mendapat perhatian. Seperti yang terjadi di Kutai Barat (Kubar). Tempat dia mengabdikan diri sebagai bupati selama 10 tahun. Berikut petikan wawancara khusus Ismail Thomas dengan Kaltim Post, belum lama ini.

 

Apa yang ingin Anda lakukan setelah resmi menjadi anggota DPR RI?

DPR RI itu kerjanya kolektif kolegial. Tidak terlepas dari hasil musyawarah dengan teman-teman di fraksi atau komisi, mengenai apa yang akan dilakukan ke depannya. Akan tetapi, dalam waktu dekat, saya ingin beradaptasi dulu. Di samping mengurus keperluan yang ada kaitannya dengan tugas saya lima tahun ke depan. Seperti ruang kerja dan rumah dinas. Dan ruangan kami yang ada di komisi.

 

Sebelumnya, Anda menyampaikan ingin bergabung di Komisi XI (Keuangan dan Perbankan). Karena ingin fokus mengawal pemindahan IKN ke Kaltim. Lalu mengapa Anda justru ditempatkan di Komisi VII (Energi, Ristek, dan Lingkungan)?

 

Penempatan komisi anggota DPR RI itu adalah kewenangan DPP (Dewan Pengurus Pusat) partai. Dalam hal ini, PDIP. Saya kira penilaian DPP sudah tepat. Karena saya tahu sendiri, tambang di Kaltim butuh pengawasan. Jadi, wajar saja jika saya ditempatkan di Komisi VII. Apalagi saya punya pengalaman 10 tahun di perusahaan pertambangan. Jadi sangat pas ditempatkan di Komisi VII.

 

Menurut Anda, bagaimana peran legislator asal Kaltim selama ini?

Saya kira, tiap periode ada kelebihan dan kekurangannya. Tentu kami juga akan mempelajari apa yang sudah dilaksanakan oleh teman-teman pendahulu (anggota DPR RI periode 2014–2019). Kemudian, apa yang perlu kami kerjakan untuk meneruskan cita-cita dan perjuangan pendahulu kami. Diharapkan periode ini, anggota DPR RI dari Kaltim bisa lebih kencang lagi kerjanya. Dari pendahulu kami yang dulu. Karena bagaimanapun perlu dorongan yang maksimal dari legislator Kaltim. Terutama dalam hal pemindahan IKN. Perlu pengawalan dan pengawasan yang maksimal.

 

Apakah kinerja wakil di Kaltim sebelumnya sudah maksimal, dalam mengawal aspirasi di Senayan?

 

Saya tidak ingin berbicara belum maksimal atau tidak. Akan tetapi, bagaimanapun, suka atau tidak suka legislator periode 2019–2024 itu harus bekerja lebih keras. Untuk mengawasi dan mengawal pemindahan IKN. Bukan hanya dari saya pribadi atau bukan hanya PDIP. Tetapi kami harapkan bersatu pada semacam kaukus Kaltim. Yang masuk tim atau pansus untuk mengawasi dan mengawal IKN.

 

Menurut Anda, apakah anggota DPR RI Dapil Kaltim selama ini sudah solid?

 

Sejauh ini, saya enggak begitu mengenal secara pribadi para pendahulu kami. Kemudian, kinerja mereka juga, saya masih kurang tahu sudah sejauh mana. Apa yang sudah dikerjakan selama 2014–2019. Sehingga saya tidak berani menilai. Apakah beliau-beliau solid atau enggak, saya enggak ada komentar soal itu.

 

Apakah Anda bisa menjamin pada periode ini, delapan wakil Kaltim di Senayan bisa tetap solid?

 

Suka atau tidak suka, delapan legislator asal Kaltim harus solid. Untuk menyelaraskan program yang akan dilaksanakan. Terutama mengawal perencanaan dan pembangunan pada tahapan pemindahan IKN nanti.

 

Anda memiliki pengalaman dua periode memimpin Kubar, sebagai bupati. Bagaimana cara Anda untuk menjaring anggaran di pusat bagi pembangunan di daerah. Khususnya kabupaten/kota di Kaltim?

 

Tentu banyak sekali yang perlu dan bisa dilakukan seorang mantan bupati. Tentu kami selama menjabat itu, selalu berusaha untuk menambah anggaran yang ada di kabupaten. Pengalaman itu saya kira bisa bermanfaat ketika duduk di legislator. Bagaimana kami bisa melobi dengan baik, rekan-rekan atau pejabat eksekutif yang ada kaitannya dengan pembangunan. Bukan hanya infrastruktur, melainkan juga pembangunan SDM. Baik di bidang pendidikan, kesehatan dan kebudayaan ini bisa dilakukan dengan maksimal. Berdasarkan pengalaman kami sebagai kepala daerah.

 

Apa yang perlu dilakukan legislator asal Kaltim agar tahapan pemindahan IKN ke Kaltim berjalan dengan baik?

Itu menjadi kerja keras wakil Kaltim. Untuk mengawal program pemindahan IKN ke Kaltim. Artinya, kami juga membantu melihat apa yang diprogramkan oleh Bappenas. Kami legislator asal Kaltim, harus jeli melihat hal tersebut. Untuk melihat kekurangan perencanaan. Karena tidak mungkin, ada perencanaan yang sempurna. Salah satu tugas legislator, menurut saya, bukan hanya mengawasi tetapi mengisi kekurangan yang diprogramkan eksekutif, dalam hal pemindahan IKN ini.

 

Apa catatan Anda terkait Kaltim sebagai calon IKN baru menggantikan DKI Jakarta?

Pertama kaitannya dengan IKN, tentu kita perlu menarik investasi di bidang infrastruktur. Karena bagaimanapun, sampai saat ini infrastruktur di Kaltim masih banyak yang rusak. Jalan menuju ibu kota Kabupaten Kubar saja hancur lebur. Sementara jalan provinsi di Kabupaten Kubar, pasti banyak diperlukan oleh IKN baru nanti. Sehingga harus diperbaiki. Mulai jalan negara menuju Kubar, Mahulu, dan Kukar hingga perbatasan menuju ibu kota Provinsi Kaltim, Samarinda yang selama ini rusak parah. Sehingga butuh perbaikan.

 

Apakah Anda masih memiliki keinginan menjadi kepala daerah? Mengingat delapan kabupaten/kota di Kaltim, kecuali Kubar akan melaksanakan pilkada serentak tahun depan?

Sebagaimana kita tahu dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada itu jelas mengatakan kepala daerah itu hanya boleh dua periode. Sehingga tidak mungkin, saya mencalonkan diri menjadi bupati atau wali kota lagi. Tidak ada niat lagi. Sehingga tidak mungkin ada niat atau keinginan untuk itu. Jadi, saya benar-benar enggak bisa jadi bupati atau wali kota lagi. Walaupun di Mahulu yang berdekatan dengan Kubar. Kecuali menjadi gubernur. Tapi saya tahu diri, enggak ada kemampuan untuk jadi gubernur. (riz/k8)


BACA JUGA

Jumat, 06 Desember 2019 00:21

Suaka Orang Utan Jompo 10 Km dari Calon Istana Negara

 Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari di Penajam Paser Utara, Kalimantan…

Kamis, 05 Desember 2019 23:13

Hakim Itu Dituntut 10 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

SAMARINDA–Air muka Kayat datar, kala mendengar jaksa penuntut umum (JPU)…

Kamis, 05 Desember 2019 11:32

Satu Tersangka Kembali Ditangkap

TENGGARONG-Dukungan kepada Pertamina, Polri dan TNI dalam mengungkap dalang di…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31

Bawa Misi Dagang, Gubernur Jatim Berkunjung ke Gedung Biru Kaltim Post

Dalam lawatan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa ke…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31
Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Difungsikan Penuh Maret 2020

Beroperasi Sebagian, Tol Balikpapan-Samarinda Bakal Digratiskan

Teka-teki pengoperasian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) akhirnya terjawab. Jalan bebas…

Kamis, 05 Desember 2019 00:29

Dirut Pupuk Kaltim Diperiksa Terkait Perjanjian Pengangkutan Amoniak

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT. Pupuk…

Rabu, 04 Desember 2019 12:00

KPK Periksa Dirut PT Pupuk Kaltim

JAKARTA- Kasus dugaan suap Bidang Pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:55

Stefano ’’Teco’’ Cugurra, Telepon Pembuka Jalan, dan Sejarah di Liga Indonesia

Kedekatan dengan pemain dan kepiawaian meramu taktik dengan ketahanan fisik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:37

Illegal Tapping Terkuak, Hasil Produksi Meningkat

TENGGARONG–Pihak PT Pertamina Field Sangasanga mulai membeberkan hasil investigasi internal…

Rabu, 04 Desember 2019 11:37

Illegal Tapping Terkuak, Hasil Produksi Meningkat

TENGGARONG–Pihak PT Pertamina Field Sangasanga mulai membeberkan hasil investigasi internal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.