MANAGED BY:
SENIN
10 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 04 November 2019 12:53
Pemilihan Dewas KPK Harus Libatkan Publik

Gugatan UU KPK Potensi Membludak

ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA - Desakan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk membatalkan UU 19 tahun 2019 tentang KPK belum mereda. Namun, Presiden Joko Widodo bergeming untuk tidak mengeluarkannya. Bahkan, Presiden sudah bersiap membentuk dewan pengawas (Dewas) KPK yang menjadi salah satu pasal kontroversial UU tersebut.

Peneliti Indonesian Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar mengatakan, terlepas dari polemik Perppu, proses penyusunan Dewas KPK tetap harus dikawal. Meski UU mengatur ditunjuk langsung oleh Presiden, dia menuntut prosesnya harus melibatkan publik. Apalagi, UU KPK tidak memberikan indikator yang detail.

 “Dalam UU KPK yang baru tidak dijelaskan indikator dewan pengawas. Hal-hal itu harus mendapat respon dari publik apa saja indikator yang diperlukan,” ujarnya. Untuk itu, dia berharap Presiden bisa melibatkan tokoh-tokoh yang diharapkan bisa memberikan masukan. Jangan sampai, prosesnya sepenuhnya dilakukan istana. “Namanya bisa presiden pilih, tapi indikator dari masyarakat penting diserap,” imbuhnya.

Lantas, apa indikator yang dinilai penting versi ILR? Erwin mengatakan, yang paling utama adalah integritas dan kredibilitasnya. Sosok dewas yang dipilih harus bebas dari kepentingan dan afiliasi kelompok tertentu. Kemudian, kasus sekecil apapun yang merusak integritastidak bisa ditoleransi.

 “Standarnya harus tinggi dari komisionar. Standar komisioner saja tinggi apalagi pengawasnya,” kata dia.

Indikator lain yang patut dipertimbangkan adalah pemahaman terkait cara kerja KPK. Oleh karenanya, dia menyarankan agar sosok yang punya latar belakang atau pernah terlibat dalam kerja KPK perlu dipertimbangkan.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 09 Agustus 2020 12:23

Pesawat Air India Express Jatuh, Begini Kesaksian Penumpangnya....

Pesawat Air India Express Boeing 737 jatuh di India Selatan,…

Minggu, 09 Agustus 2020 10:42

Mahulu Jebol Juga, Kasus Covid-19 Pertama Warga Jateng

Samarinda - Sejak kasus pertama Covid-19 dilaporkan Maret lalu di Kaltim,…

Jumat, 07 Agustus 2020 13:48

Stimulus Bansos Karyawan Harus Jelas

Pemerintah tengah mematangkan program stimulus untuk karyawan dengan gaji di…

Jumat, 07 Agustus 2020 12:10

Karyawan Gaji Di Bawah Rp 5 Juta Dapat Bansos Rp 600 Ribu

JAKARTA – Konsumsi masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak…

Jumat, 07 Agustus 2020 12:07

Ada 7 Kandidat Vaksin Uji Coba Tahap 3

 JAKARTA- Penelitian vaksin di tanah air terus dilakukan. Kamis (6/8)…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:55

1 Persen Kemungkinan Tinggal di Lebanon Itu Hilang Sudah

BEIRUT– Selasa lalu (4/8) seharusnya jadi hari gembira bagi Israa…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:49

Tarif Tol Balsam Final, Tiap Dua Tahun Disesuaikan, Pansus DPRD Terancam Kandas

Ketika suara pembentukan panitia khusus (pansus) Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam)…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:47

Sabu 200 Kilogram Gagal Edar, Ditangkap di Banjarmasin, Dua Tersangka dari Balikpapan

BANJARMASIN-Bandar narkoba dibuat bangkrut. Rencana distribusi sabu-sabu seberat 200 kilogram…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:45

Punya Pabrik Amonium Nitrat, Wali Kota Pastikan Bontang Aman

BONTANG-Penduduk Beirut, Lebanon, tengah berduka akibat meledaknya gudang amonium nitrat,…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:43

Warga Wajib Ikut Upacara 17 Agustus

JAKARTA – Perayaan HUT ke-75 kemerdekaan RI memang urung dilaksanakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers