MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 04 November 2019 10:21
Atasi Ngilu Geraham Bungsu
BERPOTENSI KRONIS HARUS JELI: Perikoronitis ditandai dengan dua gejala. Akut yang diawali sakit secara tiba-tiba ketika gigi tumbuh dan kronis tersisa akar karena lama dibiarkan. Salah satu penyebabnya, memilih minum obat untuk menghilangkan nyeri. (BERKELEYWELLNESS.COM)

PROKAL.CO, SEDERHANANYA, perikoronitis adalah kondisi gigi yang meradang hingga menyerang jaringan gusi pada gigi geraham bungsu. Letaknya paling dalam dan tumbuh terakhir. Perikoronitis terjadi karena gigi ingin keluar tapi tidak ada tempat yang tepat. Gusi juga bisa menutup gigi yang kemudian menciptakan benjolan dan jadi kemerahan. Biasanya juga mengeluarkan nanah.

Normalnya, seseorang memiliki 32 gigi. Namun, ada juga yang idealnya berjumlah 28. Dokter gigi Rika Novalita menyebutkan, masing-masing orang memang bisa mempunyai jumlah gigi berbeda. Tak menutup kemungkinan bahwa orang yang giginya ada 28 bisa tumbuh geraham bungsu pada kisaran usia 17–25 tahun. Demi memastikan hal tersebut, bisa dengan rontgen foto.

“Kondisi ini jelas menyebabkan susunan gigi tidak sempurna. Ada dua solusi yang bisa mengatasi perikoronitis. Pertama, mencabut gigi dan kedua memotong gusi,” ungkap Rika saat ditemui Kaltim Post awal pekan lalu.

Kebanyakan kaum pria jarang merasakan sakit karena mempunyai rahang yang lebih lebar sedangkan perempuan justru sebaliknya. Ditegaskan Rika, tidak semua pertumbuhan gigi geraham bungsu itu disertai rasa sakit atau bengkak. Seandainya ruang gigi untuk tumbuh itu cukup, maka tak akan sakit. Perikoronitis tidak hanya berlaku bagi gigi yang baru mau keluar.

Sebagai contoh, misalkan gigi A keluar, tapi didiamkan dalam jangka waktu tertentu. Namun, dikonsultasikan ke dokter dan memutuskan untuk meminum obat saja. Lama-kelamaan gigi geraham bungsu keropos. Setelah habis, akan meninggalkan sisa akar tapi gusinya tetap menutupi.

Kembali pada solusi mengatasi perikoronitis, kebanyakan kasus yang kerap ditemukan memang menempuh cara pencabutan gigi. Sebab, kehadiran gigi geraham bungsu tidak seberapa penting. Sekalipun dicabut, penggunaan gigi palsu sebagai pengganti tidak selalu menjadi pilihan.

Terlebih lagi, tak semua orang memiliki gigi geraham bungsu. Keluhan ini hanya bisa dirasakan oleh orang yang beranjak dewasa. Selain dicabut, gusi bisa dipotong atau dibuang. Istilah kedokterannya adalah operkulum alias pembedahan gusi. Sebab, ada pasien yang tak mau gigi geraham bungsunya dicabut karena alasan tertentu.

“Meskipun dalam prosesnya sudah dianastesi, gusi yang dipotong tetap ada konsekuensinya. Ada kemungkinan kondisi ini terjadi lagi, sehingga tidak bisa dipastikan kapan munculnya di kemudian hari. Intinya, lihat lagi pada keluhan. Jadi, lebih baik dicabut supaya tidak kerja dua kali,” lanjut perempuan berhijab itu.

Gejala perikoronitis dibagi menjadi dua yakni akut dan kronis. Dikatakan akut pada saat gigi geraham bungsunya tumbuh. Adapun kronis, kondisinya sudah tersisa akar karena sudah didiamkan dalam waktu lama. Khusus kronis, tidak bisa dengan cara merapikan gusi. Harus dicabut semua sisa akarnya. Oral hygiene yang buruk bisa jadi faktor pemicu. Gigi yang tak maksimal dibersihkan bisa meninggalkan sisa. Apalagi menyikat gigi ke arah belakang agak susah dan sisanya masuk ke jaringan gusi.

“Kalau gejalanya masih akut, dianjurkan minum obat sebelum dicabut. Seminggu kemudian, baru bisa ditindak. Jangan setelah rasa sakitnya hilang, malah enggak ke dokter lagi. Kalau merasa ada keluhan, langsung saja ke dokter agar cepat ditangani. Waktu pemulihan berkisar 1-2 minggu. Bergantung pasien,” pungkasnya. (*/ysm/ndy/k16)

 


BACA JUGA

Senin, 13 Januari 2020 12:04

Kenali Toxic Relationship, Merasa Dicintai, tapi Tak Bahagia

BANYAK orang menganggap kebahagiaan tidak memiliki tolok ukur pasti. Hanya…

Senin, 13 Januari 2020 12:01

Pahami Etika Berkendara, Abaikan Hal Sepele, Bahayakan Pengguna Roda Dua

Beretika rupanya tidak melulu tentang sikap saat berinteraksi dengan orang…

Senin, 13 Januari 2020 11:59

Mau Hasilkan Suara Knalpot Lebih Garang?

SALAH satu bagian motor yang kerap dimodifikasi adalah knalpot. Umumnya,…

Senin, 13 Januari 2020 11:57

Ragam Olahan Keju dengan Rasa Seru

Tak hanya bermodal rasa nikmat, penampilan yang begitu ciamik dan…

Senin, 13 Januari 2020 11:56

Icip-Icip Kudapan ala Meksiko

ISI waktu santai Anda dengan mencicipi kudapan dari Platinum Hotel…

Senin, 06 Januari 2020 10:13

Amenorrhea, Sebabkan Perempuan Tak Alami Haid

Perempuan yang sudah puber, pasti mengalami haid atau menstruasi. Hal…

Senin, 06 Januari 2020 10:12

Apa Sebab Rahim dan Indung Telur Tak Berkembang?

AMENORRHEA atau amenorebukan penyakit melainkan kelainan. Penyebab amenore begitu beragam,…

Senin, 06 Januari 2020 10:09

Ayam Goreng Pacific, Perpaduan Tiongkok dan Nusantara

Mengisi waktu liburan tidak melulu harus jalan-jalan. Selain jalan-jalan ke destinasi…

Senin, 06 Januari 2020 10:07

Menu Ikonik, Sop Buntut di Peringkat Pertama

LEZATNYA sop buntut tak perlu diragukan lagi. Hotel Pacific Balikpapan…

Senin, 06 Januari 2020 10:05

Ayam Goreng Pedas Manis Ala Korea

Oleh, Kiky Aisyah, warga Balikpapan   Bahan: Sayap ayam secukupnya …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers