MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 04 November 2019 09:45
Pembeli Minyak Curian Patut Ditelusuri

Illegal Tapping Ancam Lifting Migas hingga Fulus Daerah

PROKAL.CO, TENGGARONG–Pencurian minyak mentah dengan cara melubangi pipa (illegal tapping) milik PT Pertamina EP di Sangasanga membuat legislatif geleng-geleng.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengaku tidak menyangka ternyata kejahatan yang mengancam keselamatan masyarakat terjadi di Kaltim.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, illegal tapping perlu diperangi sejak dini. Tak hanya pihak yang melakukan pencurian, tetapi juga jaringan sindikat yang turut membantu distribusi penjualan migas tersebut. “Kita segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina. Saya saja kaget sekali ada illegal tapping di Kaltim. Langka sekali ini. Sama sekali tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.

Dia menduga, praktik illegal tapping di Sangasanga tak dilakukan satu atau dua orang. Sebab, ada pihak-pihak yang juga turut andil dalam mata rantai penjualan minyak mentah curian tersebut. Sebut saja para penyuling minyak mentah serta pembeli minyak hasil sulingan tersebut.

Karena itulah, parlemen berharap, Pertamina dan aparat penegak hukum menindaklanjuti informasi tersebut. Dengan melakukan penyelidikan secara serius. Sehingga, jaringan mafia migas yang meraup untung dari illegal tapping ini bisa terungkap.

Termasuk, menindak apabila ada oknum internal Pertamina yang turut memuluskan kasus illegal tapping di Kaltim.

“Selain Pertamina, pihak-pihak terkait akan kita panggil. Kebetulan kami memang ada agenda dengan Pertamina untuk membahas hal lainnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, ekonom Universitas Mulawarman (Unmul) Aji Sofyan mengkhawatirkan jika kasus ini akan memengaruhi pemasukan daerah.

Sebagai daerah penghasil migas, Provinsi Kaltim dan Kabupaten Kukar (Kukar) memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas bahkan meningkatkan hasil produksi migas. Kaitannya dalam kasus illegal tapping, sambung dia, kejahatan tersebut dikhawatirkan akan membuat lifting migas menurun dan mengurangi dana bagi hasil migas (DBH) yang masuk ke daerah.

Karena itulah, pemerintah dan pihak Pertamina harus serius menindaklanjuti temuan praktik illegal tapping yang menggerogoti pipa migas milik PT Pertamina Asset Lapangan Sangasanga. “Ini tidak bisa sama sekali ditoleransi. Apalagi jika ternyata praktik ini terorganisasi dan potensi kebocoran sangat besar. Maka tentu saja akan memengaruhi hasil lifting migas. Sehingga juga berdampak pada hitung-hitungan DBH migas di Kaltim,” ujarnya.

Pihak Pertamina, lanjut dia, harus segera menghitung potensi kerugian yang muncul akibat illegal tapping tersebut. Begitu juga, mengantisipasi kejadian tersebut kembali terulang. Mestinya, ucap Aji Sofyan, teknologi yang dimiliki Pertamina untuk melakukan pengawasan terhadap kebocoran bisa dideteksi sejak dini.

Sistem pengamanan semacam ini, harus dipastikan telah berjalan sesuai ketentuan.

“Saya saja saat melihat produksi air pipa PDAM di Samarinda, baru mengetahui ternyata ada sistem yang bisa melihat ada kebocoran. Nah, Pertamina masa kalah dengan PDAM,” tambahnya.

Terlepas dari itu, Sofyan mengapresiasi Pertamina lantaran turut aktif membuka kasus illegal tapping kepada publik. Menurut dia, ancaman keamanan masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut kini menjadi sorotan. Sebab, illegal tapping tentu saja berpotensi membuat aset milik Pertamina terbakar.

“Tidak hanya dari sisi keselamatan, tetapi keamanan masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut. Begitu juga keamanan pada aset milik Pertamina itu sendiri,” ungkapnya. Diwartakan sebelumnya, Senin (14/10), kebakaran terjadi di RT 6, Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga.

Peristiwa itu diduga terkait aktivitas illegal tapping. Kebakaran yang menghanguskan tiga rumah itu berdekatan dengan pipa migas. Di mana di lokasi kejadian ditemukan keran modifikasi. Jaraknya hanya sekitar 500 meter dari aset PT Pertamina EP Field Sangasanga. Di atas lahan lokasi kebakaran, membentang jaringan pipa minyak penghubung antara Stasiun Pengumpul Utama (SPU) E menuju Pusat Penampungan Produksi (PPP) milik PT Pertamina EP Field Sangasanga.

Salah satu rumah yang terbakar parah diketahui milik pasangan suami-istri berinisial J dan Ag. Saat kejadian, J tak ada di tempat. Karena sedang menjalani proses hukum di lembaga pemasyarakatan. Hanya ada Ag. Dia bersama tiga anaknya. Korban lainnya, dua tetangga J dan Ag yang merupakan karyawan dan mitra kerja PT Pertamina EP Field Sangasanga. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Dugaan adanya praktik ilegal penampungan minyak mengemuka. Kecurigaan semakin kuat, kala sebuah truk bermuatan tandon terbakar di lokasi itu. Ditambah, Pihak Polres Kukar yang menurunkan Tim Inafis untuk menggelar olah TKP mengamankan paralon, slang, terpal, mesin penyedot air, klem dan keran modifikasi di area kediaman J dan Ag.

Sumber tepercaya Kaltim Post dari PT Pertamina EP Field Sangasanga memastikan, kebakaran disebabkan pencurian minyak mentah dengan melubangi pipa (illegal tapping). Pipa yang disabotase itu menghubungkan antara Stasiun Pengumpul Utama (SPU) E dengan Pusat Penampungan Produksi (PPP).

Seorang pria berinisial Ak yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Ju dan Ag, pun disebut-sebut menjadi salah satu otak pelaku dan pemodal. Informasi tersebut santer terdengar di lingkungan kepolisian dan Pertamina. Saat ini, Ak menjadi salah satu saksi kunci yang dikejar oleh kepolisian untuk dimintai keterangan.

“Dia (Ak) masih keluarga dengan suaminya (Ag) itu,” ujar karyawan Pertamina itu saat ditemui Kaltim Post. Dugaan adanya illegal tapping semakin mengemuka kala polisi dan pihak Pertamina terus melakukan pencarian lokasi titik kebocoran pipa. Setidaknya terdapat delapan titik illegal tapping yang berhasil ditemukan. Kaltim Post pun mendapat gambar temuan pipa yang disabotase itu.

Karyawan Pertamina itu mengatakan, delapan titik pipa yang dilubangi adalah lokasi jaringan illegal tapping beraksi. Salah satu titik pipa minyak mentah yang harusnya steril ditemukan lubang yang mengalir mengarah ke salah satu bibir sungai di Kelurahan Sangasanga Dalam.

Rabu (30/10) sekitar pukul 08.00 Wita, tim patroli dari PT Pertamina EP Field Sangasanga kembali menemukan barang terkait illegal tapping. Lokasinya di rawa-rawa. Di lokasi yang masuk area kebun warga itu, ditemukan paralon, terpal, satu galon minyak mentah bercampur air dan barang bukti lainnya.

Diduga, minyak mentah yang di dalam galon itu berasal dari illegal tapping di jalur pipa yang biasa disebut SPM 1. Empat orang yang dicurigai mengetahui aktivitas tersebut pun ditangkap petugas keamanan PT Pertamina EP Field Sangasanga dan anggota TNI dari Kodam VI/Mulawarman yang sedang diperbantukan menjaga PT Pertamina Field Sangasanga.

Mereka yang diamankan berinisial Le (53), Yo (45), Iw (35), dan An (17). Kaltim Post meminta konfirmasi kepada pihak PT Pertamina EP Field Sangasanga. Asisten Manajer Legal & Relations Pertamina EP Sangasanga Field Frans Alexander A Hukom pun kooperatif menjawab sejumlah pertanyaan tim Kaltim Post. Dia tidak menampik sejumlah informasi yang diperoleh Kaltim Post tersebut mengenai penyebab kebakaran, beberapa hari lalu.

Frans membenarkan dugaan praktik illegal tapping di lingkungan PT Pertamina EP Field Sangasanga. Lanjut dia, insiden kebakaran yang terjadi di beberapa waktu lalu berkaitan dengan aktivitas pencurian minyak di pipa minyak mentah Pertamina.

“Saat ini masih tahap penyelidikan yang berwajib. Tapi indikasinya memang mengarah kuat disebabkan adanya aktivitas pencurian tersebut. Sehingga menyebabkan adanya rumah warga yang terbakar akibat aktivitas tersebut,” ujarnya.

Dari obrolan itu, kasus serupa rupanya pernah terjadi pada Agustus lalu di daerah Sangasanga Muara, itu merupakan kasus pertama yang ditemukan pihak Pertamina. Kasus itu, kata Frans, juga dalam proses hukum di kepolisian Kukar.

Saat itu, warga menemukan truk tangki berkapasitas 5 ribu liter yang biasa digunakan mengangkut BBM industri, justru terisi minyak mentah (crude oil) yang diduga kuat hasil dari produksi Sangasanga Field. “Ternyata tidak berselang lama dari itu, pihak Pertamina EP Asset 5 di Balikpapan yang menerima penyerahan tangki berkapasitas 5 ribu liter dari masyarakat, isi minyak mentahnya ternyata dari lapangan Sangasanga,” ujarnya.

Menurut dia, illegal tapping di Sangasanga telah beroperasi lama. Jaringan pencuri sering mengirim minyak mentah curian ke salah satu kawasan peti kemas. Pihaknya pun kini melakukan peningkatan patroli keamanan internal. Selain juga bekerja sama dengan aparat hukum untuk menyisir seluruh area wilayah serta pipa-pipa Pertamina.

Frans menyatakan, saat ini memang sudah ditemukan delapan titik pipa yang dipasang klem dan semacam keran modifikasi atau valve untuk mengeluarkan minyak mentah tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Andika Sena mengatakan, pihaknya terus melakukan penelusuran atas kasus tersebut. Dia juga tak membantah jika sejumlah nama telah dikantongi untuk dimintai keterangan. Namun, kata dia, proses pemeriksaan tak bisa dibeberkan sepenuhnya ke publik. Lantaran khawatir mengganggu proses penyelidikan. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 06 Desember 2019 00:31

Tol Balikpapan-Samarinda Mau Digratiskan, Gubernur Bilang Belum Bisa Dipastikan

Jalan Tol Balsam Gratis Liburan Natal dan Tahun Baru Masih…

Jumat, 06 Desember 2019 00:21

Suaka Orang Utan Jompo 10 Km dari Calon Istana Negara

 Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari di Penajam Paser Utara, Kalimantan…

Kamis, 05 Desember 2019 23:13

Hakim Itu Dituntut 10 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

SAMARINDA–Air muka Kayat datar, kala mendengar jaksa penuntut umum (JPU)…

Kamis, 05 Desember 2019 11:32

Satu Tersangka Kembali Ditangkap

TENGGARONG-Dukungan kepada Pertamina, Polri dan TNI dalam mengungkap dalang di…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31

Bawa Misi Dagang, Gubernur Jatim Berkunjung ke Gedung Biru Kaltim Post

Dalam lawatan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa ke…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31
Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Difungsikan Penuh Maret 2020

Beroperasi Sebagian, Tol Balikpapan-Samarinda Bakal Digratiskan

Teka-teki pengoperasian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) akhirnya terjawab. Jalan bebas…

Kamis, 05 Desember 2019 00:29

Dirut Pupuk Kaltim Diperiksa Terkait Perjanjian Pengangkutan Amoniak

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT. Pupuk…

Rabu, 04 Desember 2019 12:00

KPK Periksa Dirut PT Pupuk Kaltim

JAKARTA- Kasus dugaan suap Bidang Pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:55

Stefano ’’Teco’’ Cugurra, Telepon Pembuka Jalan, dan Sejarah di Liga Indonesia

Kedekatan dengan pemain dan kepiawaian meramu taktik dengan ketahanan fisik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:37

Illegal Tapping Terkuak, Hasil Produksi Meningkat

TENGGARONG–Pihak PT Pertamina Field Sangasanga mulai membeberkan hasil investigasi internal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.