MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 04 November 2019 09:42
M Miftah Farid, Remaja Asal Bontang yang Meraih Juara 1 MTQ Internasional di Maroko

Diajari Ngaji Orangtua, Pernah Mengisi Nuzululquran di Istana Negara

PROKAL.CO, Belajar menghafal Alquran dimulainya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Segudang prestasi yang dimiliki Muhammad Miftah Farid mengantarkannya menyabet juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Maroko.

 

MUHAMMAD ARSYAD MUSTAR, Bontang

 

DALAM memenangi suatu kontes, tentu memerlukan kerja keras dan ketekunan. Itulah yang dilakukan Muhammad Miftah Farid. Remaja kelahiran Bontang 19 Januari 2003 itu mengikuti MTQ di Maroko yang mampu mengharumkan nama Indonesia.

Perjuangan Farid tak semudah membalikkan telapak tangan. Satu demi satu tantangan harus dia lalui. Namun, tak bisa dimungkiri, anak dari pasangan Abdul Mu’min Abu Hurairah dan Asmawati Camong itu berhasil juara 1 terbaik lomba MTQ internasional kategori tilawah dan hafal lima hizb.

Sejak duduk di bangku kelas 1 SD 003 Bontang Selatan pada 2009, secara autodidak, Farid mulai menghafal Alquran. Tahun yang sama mengikuti lomba MTQ pelajar antarsekolah tingkat kota, dia lantas berhasil juara 1. “Itu pertama kali ikut lomba, alhamdulillah juara 1. Tapi saya tidak langsung begitu jemawa, tentu masih terus belajar,” akunya.

Farid bisa membaca Alquran berkat bimbingan kedua orangtuanya, yang juga guru mengaji di Jalan RT 19, Kelurahan Berbas Pantai. Selain itu, ada guru mengaji lainnya yang turut membimbingnya. Farid terus mengasah kemampuannya dan menekuni bidang agama itu.

Memasuki 2012, awal yang baik bagi Farid mengikuti lomba MTQ tingkat provinsi yang diadakan di Tarakan, dia berhasil meraih juara ke-3. Tahun berikutnya penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi kembali digelar di Malinau, Farid masuk juara ke-2. Kemudian di 2014, saat MTQ tingkat provinsi berlangsung di Kutai Timur dia meraih juara ke2.

Masih pada tahun yang sama, Farid berkesempatan mengikuti seminar qari-qariah se-Kaltim. Seorang narasumber bernama Muhammad Ali, qari internasional tertarik dengan bakatnya.

Lantas narasumber tersebut mengajak Farid untuk bersekolah di Pesantren Alquran Al-Kautsar di DKI Jakarta. Tawaran itu tak ditolaknya meski berat harus berpisah jauh dari orangtua, keluarga, dan kerabatnya di Bontang. “Yang menawarkan itu merupakan pimpinan pondok pesantren. Saya juga tertantang dan ingin menimba ilmu,” ucapnya.

Setelah beberapa bulan di pondok pesantren tersebut atau memasuki akhir 2014, Farid mengikuti Seleksi Tilawatil Quran (STQ) kategori 1 juz dan tilawah tingkat provinsi di Jakarta. Dia menduduki peringkat pertama.

STQ itu berlanjut ke tingkat nasional yang dilaksanakan tahun 2015 di Pondok Gede, Jakarta. Lagi-lagi, ketekunan dan keseriusan Farid dalam menimba ilmu membawanya meraih juara 1.

Tak berhenti di situ, STQ 2016 tingkat kota turut diikutinya di Jakarta. Ia lolos ke tingkat provinsi hingga nasional. Bahkan mengantarkannya menyabet juara 1 kategori tilawah golongan anak-anak yang dilaksanakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Setelah pulang dari NTB, mendapat tawaran untuk mengisi acara sebagai qari undangan di Kerajaan Brunei Darussalam. Tahun 2017 saya berangkat ke sana. Di sana tentu dilayani oleh kesultanan maupun kerajaan, ini tentu sangat saya syukuri,” tuturnya.

Setelah kembali ke Tanah Air, dia bersama empat temannya mengikuti program semesta bertilawah salah satu stasiun TV nasional saat Ramadan. Dari seluruh pesantren yang turut berpartisipasi, hanya ada 12 pesantren yang tampil di TV.

Pesantren yang ditempati Farid menimba ilmu kembali menyabet juara 1, mereka bahkan dihadiahi umrah. Masih Ramadan, Farid juga mendapat telepon dari Istana Negara untuk mengisi acara Nuzululquran. “Tahun 2018 masa-masa istirahat saya. Namun, sempat ikut MTQ nasional di Medan, hasilnya masuk 10 besar,” serunya.

Juni 2019, Farid mendapat kabar dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jakarta untuk mengikuti MTQ internasional di Malaysia. Namun, sekitar tiga hari menuju keberangkatan, ternyata Farid tak mendapat surat panggilan dari negeri jiran tersebut, hingga akhirnya dibatalkan.

Momen prestasi Farid kembali mengharumkan nama Indonesia kala mengikuti MTQ di Kota Casablanca, Maroko. Acara berlangsung selama sembilan hari. Dimulai 27 Oktober lalu. Keberangkatan Farid itu dibiayai Kementerian Agama dan LPTQ Jakarta. “Semoga prestasi ini bisa membawa dan mengharumkan kota kelahiran saya, Bontang tercinta,” ucapnya.

Farid mengatakan, keberhasilan itu tentu kehendak Tuhan, doa orangtua, dan para kerabatnya. Serta dorongan dari sekolah yang ia tempati mencari ilmu. Dia menilai, penghafal Alquran terus berkembang di Kaltim. Bahkan setelah pulang dari Maroko nantinya, ia berjanji akan terus belajar lebih giat. “Dalam menekuni pendidikan ini, tentu banyak tantangan, mulai kerinduan dengan keluarga dan para sahabat. Namun, akan tetap saya jalani,” tambahnya. (rom/k16)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 23:00

Banjir Samarinda Cuma Komoditas Politik

SAMARINDA-Gaya komunikasi Wali Kota Syaharie Jaang dalam menyikapi banjir di…

Jumat, 17 Januari 2020 22:00

KLHK Investigasi Tambang Ilegal di IKN

BALIKPAPAN–Kegiatan pertambangan di sekitar lokasi calon ibu kota negara (IKN)…

Jumat, 17 Januari 2020 21:00

Tahu Sumedang yang Tiada Henti Diuji, Efisiensi setelah Tol Beroperasi, Omzet Tersisa 25 Persen

Setelah Bandara APT Pranoto Samarinda, kini Tol Balikpapan-Samarinda yang menggerus…

Jumat, 17 Januari 2020 14:31
Minta Polri Usut Tuntas Masalah ASABRI

Direksi ASABRI Bersikeras Bantah Terjadi Korupsi

JAKARTA– Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambangi…

Jumat, 17 Januari 2020 11:51
Dari Penerbangan Perdana Susi Air Samarinda-Maratua

Selamat Tinggal Perjalanan Melelahkan ke Surga Pelepas Penat

Pulau Maratua kini hanya berjarak 1 jam 20 menit dari…

Jumat, 17 Januari 2020 11:42

Titik Longsor Bertambah, Penghuni Kuburan Bisa Keluar

Meski hujan yang mengguyur Kota Tepian tengah mereda. Namun, bahaya…

Jumat, 17 Januari 2020 11:26

Sudah Tidak Ada WNI yang Ditawan Abu Sayyaf

JAKARTA - Pemerintah Filipina memenuhi janjinya kepada pemerintah Indonesia. Melalui…

Jumat, 17 Januari 2020 11:21

Kasus Jiwasraya, Kejagung Blokir 84 Aset Tanah Tersangka

JAKARTA-- Setelah mengamankan sejumlah mobil mewah dan motor sejak Rabu,…

Jumat, 17 Januari 2020 11:01

DKPP Resmi Berhentikan Wahyu Setiawan

JAKARTA– Wahyu Setiawan secara resmi diberhentikan secara tetap sebagai komisioner…

Kamis, 16 Januari 2020 16:34
Panti Asuhan Baitul Walad yang Terus Berjuang di Tengah Banjir

Bisa Bermalam di Musala, Keluar Biaya dan Tenaga Ekstra

Banjir sudah sangat akrab dengan panti asuhan ini. Januari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers