MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Minggu, 03 November 2019 10:37
RSUD Beriman Perlu Tambahan ASN
RSUD Beriman masih kurang tenaga ASN.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Menjelang momen penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), RSUD Beriman berharap juga mendapat jatah penambahan tenaga kesehatan. Direktur Utama RSUD Beriman Ratih Kusuma dalam pelayanan tentu butuh petugas dengan jumlah yang cukup.

Terutama petugas yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia menjelaskan sampai saat ini RSUD Beriman memiliki tenaga berstatus ASN sebesar 25 persen. Sementara sisanya 75 persen merupakan non-ASN.

Rinciannya 107 pegawai dari ASN dan 313 dari non-PNS. Sehingga saat ini total pekerja di RSUD Beriman sebanyak 420 orang. Dia menyadari kondisi ASN yang ada di kota Balikpapan terbatas. Sehingga selama ini pihaknya harus melakukan rekrutmen tersendiri untuk memenuhi kebutuhan SDM.

Rekrutmen melalui badan layanan umum daerah (BLUD), jumlah SDM yang diterima dari tenaga non-PNS mengikuti kebutuhan. "BLUD punya fleksibilitas dalam implementasi. Namun tetap berkoordinasi dengan Pemkot Balikpapan dan BKPSDM," sebutnya.

Pihaknya harus bijak dalam rekrutmen SDM, di mana setiap rekrutmen tentu menghitung kebutuhan. Setiap ada pegawai yang keluar, maka harus segera mencari penggantinya. Mengingat rumah sakit memiliki waktu layanan 24 jam.

Belum lagi penambahan SDM juga merupakan bentuk antisipasi terjadi peningkatan jumlah kunjungan. Banyaknya pasien juga harus seimbang dengan jumlah tenaga. Ratih mengungkapkan, jumlah kunjungan di RSUD Beriman mencapai 8 ribu orang per bulan. Sementara itu, rata-rata per hari sekitar 350-400 orang.

Menurutnya jumlah SDM sebaiknya ideal 50:50 antara ASN dan non-ASN. Sehingga jumlahnya seimbang. Dia berharap jika ada pembukaan CPNS, maka tenaga kesehatan bisa ditempatkan kembali ke RSUD Beriman. Ratih bercerita biasanya para tenaga non-ASN di RSUD Beriman akan ikut seleksi CPNS.

Sesuai pengalaman sebelumnya, mereka berhasil lolos seleksi. Meski akhirnya tidak ditempatkan kembali di rumah sakit tersebut. Namun mendapat tugas di fasilitas kesehatan lain. "Sangat disayangkan karena kami sudah melatih dan mereka juga sudah adaptasi. Kalau ditempatkan di tempat lain, kami harus rekrutmen ulang lagi," bebernya.

Ratih juga berharap dengan adanya menteri kesehatan yang baru, maka bisa diikuti dengan pemerataan tenaga kesehatan di daerah. Khususnya tenaga spesialis yang selama ini disebar dari program wajib kerja dokter spesialis.

Dia berharap, tenaga yang ditugaskan di Balikpapan bisa bertugas berkelanjutan. "Kondisi di daerah berbeda dengan di pusat yang dokter spesialisnya banyak. Kami harap ada berkelanjutan dari program itu," pungkasnya. (gel/kri/k18)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 23:42

WADUH BAHAYA..!! Kasus HIV di Kota Ini Naik 8 Persen

  BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mencatat sepanjang…

Jumat, 24 Januari 2020 09:55

Jukir Liar Diangkut

  SEBANYAK 12 juru parkir (jukir) liar di sepanjang Jalan…

Jumat, 24 Januari 2020 09:54

Sabu 1,4 Kg Gagal Beredar, Lima Tersangka Diciduk, 1 Perempuan

BALIKPAPAN – Pengungkapan kasus narkoba kian marak. Lima orang pelaku…

Jumat, 24 Januari 2020 09:53

Sidang Dugaan Pencabulan Anak Bawah Umur, Pembelaan Oknum Polisi Ditolak

BALIKPAPAN- Perkara dugaan pencabulan anak di bawah umur disidangkan di…

Jumat, 24 Januari 2020 09:53

Tak Ada Izin, Diperingatkan sejak September 2019, Pasar Beller Diratakan

Karena keberadaannya yang ilegal, sejumlah petak pedagang di kawasan Beller…

Rabu, 22 Januari 2020 13:41

Warga Bisa Cetak KTP-el Lagi

Warga pemegang surat keterangan (suket) yang sudah merekam data untuk…

Rabu, 22 Januari 2020 13:37

Duplikasi Kunci, Motor Teman Dicuri

 BALIKPAPAN – Sekali lagi, kepolisian Balikpapan meringkus pelaku pencurian motor,…

Selasa, 21 Januari 2020 13:36

Dijambret saat Antar Anak Sekolah

BALIKPAPAN – Istiqomah belum bisa tidur nyenyak. Warga Jalan Soekarno…

Selasa, 21 Januari 2020 13:35

Ditenggat Sebulan untuk Penertiban

KEPALA Dinas Perdagangan Arzaedi Rachman menuturkan, pedagang yang berada di…

Selasa, 21 Januari 2020 13:35

Pandansari Makin Semrawut, Satpol PP Disebut Mandul

Tiap bulan membayar retribusi pasar, pedagang di dalam Pasar Pandansari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers