MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 02 November 2019 21:32
Belajar dari Kepemudaan Rasulullah

PROKAL.CO, Oleh: Bambang Iswanto

Dosen IAIN Samarinda

Bulan Rabiul Awwal, bulan Muhammad Rasulullah dilahirkan. Tepatnya pada 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah. Di seluruh dunia termasuk Indonesia, kelahiran beliau diperingati dengan berbagai cara sesuai kearifan lokal masing-masing.

Namun, yang tidak pernah ketinggalan dalam peringatan kelahiran beliau yang lazim dinamakan maulid adalah paparan tentang keluhuran sosok beliau. Beliau memang diutus bukan hanya untuk segelintir orang pada masa tertentu dan waktu tertentu.

Masa hidup Muhammad ketika menjadi utusan Allah mendatangkan rasa hormat dan kecintaan dari umat beliau. Rasa cinta yang datang dari lubuk hati pengikut dan umatnya karena merasa dicintai oleh Rasul sendiri.

Tak hanya semasa beliau hidup, tetapi pada zaman jauh setelah wafatnya turut mencintainya, padahal tidak pernah berinteraksi dan melihat langsung sosok beliau. Inilah tingkatan cinta yang tinggi.

Saya percaya, tidak ada manusia di atas bumi yang namanya paling sering disebut sebanyak menyebut Muhammad Rasulullah. Tidak ada tokoh lain yang namanya disebut-sebut dan sering ditangisi seperti pencinta-pencinta beliau.

Selawat senantiasa bersenandung tanpa henti di seluruh antero dunia tanpa terputus. Seorang muslim yang mendirikan salat. Minimal sehari semalam menyebut nama beliau dalam salat sebanyak 10 kali dalam selawat, di luar membaca doa-doa yang senantiasa menyertakan nama beliau seperti doa setelah azan dan lainnya.

Juga belum termasuk pujian-pujian yang terhimpun dalam macam-macam selawat yang disenandungkan secara terus-menerus dalam rangka mengingat beliau. Atau secara khusus dibacakan untuk mengharapkan syafaat (pertolongan) beliau di hari kiamat nanti.

Ajaran dan ujaran beliau menjadi pedoman dan teladan bagi siapa saja yang ingin sukses dalam kehidupan dunia dan akhirat, termasuk pemuda. Banyak nasihat Rasul yang ditujukan khusus untuk pemuda. Motivasi untuk menjadi manusia-manusia bermanfaat dan manusia-manusia terbaik yang tidak salah langkah ketika menginjak usia mudanya.

Rasulullah bukan hanya berwacana dalam memberikan nasihat, tetapi lahir dari praktik yang telah beliau jalani ketika menjadi pemuda. Dalam banyak riwayat yang terangkum di beberapa Sirah Nabawiyah (biografi-biografi nabi), masa kepemudaan seorang Muhammad dipenuhi dengan kehidupan yang positif dan produktif. Isian hidup seperti inilah yang menjadikan beliau sebagai sosok fenomenal dalam sejarah manusia.

RASUL PEMUDA HEBAT

Kehebatan Rasul yang langsung digambarkan Alquran sebagai pemilik akhlak yang luhur, bukan tanpa proses. Kemuliaan dan kecintaan yang didapat dari umatnya, kehormatan yang didapat dari lawan, serta gelar manusia terbaik tidak didapat dalam sehari atau kejadian insidental, tetapi melewati proses pembentukan karakter yang panjang. Salah satu porsi pembentukan jati diri beliau adalah ketika menjadi seorang pemuda.

Lihat saja sejarah tentang masa muda Rasul, yang sudah dikenal memiliki etos kerja yang sangat tinggi. Hampir sebagian masa mudanya dihabiskan untuk belajar mengisi hidup yang bermanfaat dan bekerja keras.

Ada dua pekerjaan yang dijalani Muhammad muda, yakni menjadi penggembala kambing dan berdagang. Dua pekerjaan yang terlihat sederhana. Namun, ternyata pekerjaan inilah yang membentuk karakter kuat yang menjadikan beliau pemimpin hebat.

Ibnu Hajar al-'Asqalani dalam Kitab Fathul Bari menyebut, bukan kebetulan pekerjaan menjadi penggembala dijalani Rasul ketika muda. Pekerjaan ini merupakan jalan Tuhan untuk menggembleng Muhammad menjadi pemimpin umat. Pekerjaan ini dijalani juga oleh para nabi yang lain sebelum mengurus umat mereka. Dibutuhkan kesabaran, keamanahan, dan ketekunan.

Profesi pedagang beliau jalani sejak usia 12 tahun. Pada usia 25, sudah mencapai karier tertinggi sebagai pedagang internasional lintas negara pada saat itu. Hasil ini juga diperoleh berkat kejujuran dan kepemimpinan beliau atas pedagang-pedagang lain yang menyebabkan banyak pedagang besar suka berbisnis dengan jaringan dagang Rasul.

Rasulullah sejak muda sudah dikenal memiliki prinsip yang kuat dan tidak mudah goyah. Ketika muda, bukan tidak ada godaan yang datang. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa beberapa kali beliau diajak teman-teman sesama penggembala kambing untuk pergi menyaksikan hiburan. Namun, tidak pernah beliau hadir di tempat hiburan seperti teman lain, karena pendirian untuk melakukan hal-hal positif dibandingkan dengan hiburan yang kurang bermanfaat.

Sejarah juga mencatat bagaimana pada usia muda sekitar 20-an tahun sudah terlibat dalam upaya diplomatik yang melahirkan perjanjian damai Hilful Fudhul antara suku Kinanah dan Qais. Pada usia 35 tahun, beliau mampu hadir sebagai penengah konflik antarsuku yang berebut menjadi peletak Hajar Aswad setelah dirombak.

Potensi konflik terbuka ini berhasil diredakan. Semua pihak merasa mendapat peran sebagai peletak batu Hajar Aswad dengan kecerdasan dan kebijakan seorang pemuda yang bernama Muhammad bin Abdullah.

Peristiwa inilah yang menyebabkan beliau diberi gelar super Al-Amin (orang tepercaya), sebuah gelar hebat yang diberikan kepada orang yang benar-benar mendapatkan prestasi tinggi di tengah masyarakat yang sulit mencari orang yang dapat dipercaya menyelesaikan masalah.

Dari proses yang beliau jalani, sepatutnya menjadi pelajaran bagi orang yang ingin sukses, terutama para pemuda. Menjadi orang yang sukses harus dibentuk dari usia muda. Jangan pernah menyia-nyiakan usia muda agar tidak menyesal kemudian. Itulah salah satu pesan yang sering disampaikan melalui hadis-hadis. Semoga kita semua mampu meneladani kepemudaan beliau. Amin. (dwi/k16)

 


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 23:02

Hari Ayah Nasional

Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda   BANYAK sebutan untuk memanggil…

Selasa, 12 November 2019 11:31

Ibu Kota Negara di Kaltim, Siapkah Sumber Daya Airnya?

Prof Dr Ir Pitojo Tri Juwono MT IPU Guru Besar…

Jumat, 08 November 2019 22:02

Sujud di Lapangan Bulu Tangkis

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Turnamen bulu tangkis level…

Sabtu, 02 November 2019 21:32

Belajar dari Kepemudaan Rasulullah

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Bulan Rabiul Awwal, bulan…

Rabu, 30 Oktober 2019 14:51

Mempersiapkan Destinasi Wisata di Ibu Kota Negara

Oleh Erny Silalahi ASN, travel enthusiast erny.silalahi@uqconnect.edu.au   Hingar bingar…

Rabu, 30 Oktober 2019 09:17

Memperbaharui (Kembali) Komitmen Integritas Kita

Oleh : Dewi Sartika SE MM Peneliti Muda Puslatbang KDOD…

Kamis, 17 Oktober 2019 13:28

Gebyar Pilkada Serentak Tahun 2020

Oleh: Galeh Akbar Tanjung* Pelaksanaan Pilkada serentak untuk pemilihan Bupati…

Rabu, 09 Oktober 2019 12:13

Indonesia yang Lebih Baik

Oleh Alias Candra Dosen IAIN Samarinda dan Wakil Sekretaris Bidang…

Rabu, 09 Oktober 2019 12:11

Potret Produksi Buah-buahan di Mahulu Tahun Lalu

Oleh: Didit Puji Hariyanto Staf Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*