MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Sabtu, 02 November 2019 21:28
Selamat Jalan Alfin Lestaluhu, Pemain Timnas U-16 Bersuara Merdu
Alfin Lestaluhu (Chandra Satwika/Jawa Pos)

PROKAL.CO, v class="content"> Kesehatan Alfin Lestaluhu menurun saat berada di pengungsian akibat jarang tidur dan pola makan yang tak teratur. Padahal, pelatih sudah menyiapkan posisi bek kanan untuk dia seandainya sembuh.

FAIZAL LESTALUHUAmbonFARID S. MAULANAJakarta, Jawa Pos

SEOLAH baru kemarin Erwin Syahril Al Thalib Lestaluhu menjemput sang buah hati ke bandara. Memeluknya hangat, mencium keningnya, menumpahkan kerinduan karena berbulan-bulan tak berjumpa.

Sekaligus meluapkan kebanggaan. Sebab, Alfin Lestaluhu, sang buyung, baru saja jadi bagian integral tim nasional (timnas) U-16. Tim asuhan Bima Sakti itu sukses meraih tiket ke putaran final Piala AFC U-16 tahun depan di Bahrain setelah menjadi runner-up grup G di Stadion Madya, Jakarta.

Tapi, sekitar sebulan setelah momen membahagiakan di Bandara Pattimura, Ambon, Maluku, pada 24 September lalu itu, Erwin harus tenggelam dalam kedukaan mendalam. Kamis malam lalu (31/10), pukul 22.11, sang putra kebanggaan berpulang di RS Harapan Kita, Jakarta.

Radang otak merenggut nyawa bek timnas U-16 tersebut. Kemarin siang remaja 15 tahun itu dimakamkan di kampung halaman, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Baru, Block 2000, Desa Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah.

”Anak saya datang ke Tulehu dua hari sebelum gempa terjadi dan saat gempa dia masih bisa evakuasi ke gunung. Mungkin yang bikin Alfin drop itu tidurnya tidak betul dan makan tidak teratur (selama mengungsi, Red),” ungkap Erwin, ayah Alfin, dengan mata masih sembap, kepada Ambon Ekspres yang melayat ke rumah duka kemarin.

Alfin bek kanan berbakat. Tak hanya kuat bertahan, insting menyerang pemain dengan kemampuan dribbling prima itu juga tinggi. Dia menyumbangkan satu gol saat Indonesia menghajar Filipina 4-0 dalam laga pertama kualifikasi Piala AFC U-16 grup G.

 
BERDUKA: Pelayat berdoa di makam Alfin Lestaluhu di Kampung Baru, Desa Tulehu, Maluku Tengah, kemarin. (Frizal Lestaluhu/Ambon Ekspres) Saat Alfin dirawat di rumah sakit di Ambon, kemudian dipindahkan ke Jakarta, pelatih Bima Sakti bahkan sengaja tak memanggil bek kanan baru di tim asuhannya. Sebab, dia sudah menyiapkan tempat tersebut untuk Alfin.

”Dia layak, tapi Tuhan punya jalan lain untuk Alfin,” ungkapnya.

Dua hari setelah kepulangan Alfin ke Tulehu, Ambon diguncang gempa berkekuatan 6,5 skala Richter. Alfin dan keluarga selamat. Rumah mereka pun tak hancur. Tapi, mereka harus tetap mengungsi.

Erwin membantah kabar bahwa sang anak mengalami benturan di kepala saat gempa terjadi. Yang jelas, semasa di pengungsian, lindu terus mengguncang. Hampir tiap dua jam.

Alfin, kenang sang ayah, jadi susah tidur di pengungsian. Pola makan anak pertama di antara empat bersaudara itu pun ikut tidak teratur.

Tapi, tak sekali pun Alfin mengeluh. Kegiatan rutinnya mengaji dan salat. ”Karena itu, kami anggap semua baik-baik saja,” katanya.

Dalam percakapan dengan Jawa Pos ketika menjaga sang anak di RS Royal Progress, Jakarta, sebelum Alfin dipindah ke RS Harapan Kita, Erwin mengingat, buah hatinya itu terlihat lemas saat dijemput di bandara. ”Dia sudah mengeluh pusing saat itu.”

Tapi, Erwin juga tidak tahu kenapa. Alfin juga tak pernah bercerita apakah pernah mengalami benturan saat pertandingan atau latihan.

Beberapa hari setelah gempa, Alfin kembali mengeluh sakit kepala. Setelah keluhan itu, kondisinya mulai menurun. Keluarga langsung membawa Alfin ke Rumah Sakit dr Ishak Umarella, Ambon.

Karena kondisinya belum stabil, Alfin kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Tentara, juga di Ambon. Hampir sepekan dirawat di sana, Alfin belum juga membaik.

Akhirnya, pihak PSSI mengambil langkah untuk memindahkan Alfin ke RS Royal Progress di Jakarta. Setelah lima hari dirawat di RS Royal Progress, Alfin dipindahkan ke RS Harapan Kita hingga akhirnya meninggal Kamis (31/10).

Bakat Alfin mulai diasah di Sekolah Sepak Bola (SSB) Maehanu Tulehu, sebelum kemudian bergabung dengan Nusa Ina. Dan, berlanjut ke Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan.

Debut Alfin di timnas U-16 dicatat di Piala AFF U-16 2019. Pada perebutan tempat ketiga melawan Vietnam, karena berakhir imbang tanpa gol, pertandingan harus diakhiri melalui adu penalti.

Bima mengenang, dirinya sempat bingung untuk menunjuk pemain yang siap jadi eksekutor. Sampai kemudian Alfin dengan percaya diri maju menghadapnya. ”Dia bilang, ’Coach, saya siap menendang,’” tutur Bima yang sangat mengapresiasi keberanian Alfin itu.

Apresiasi itu juga dia perlihatkan saat tim asuhannya bertarung di kualifikasi Piala AFC U-16. Alfin tak tergantikan sebagai bek kanan di kualifikasi tersebut. Pemain berpostur setinggi 170 cm itu main terus dalam empat laga.

Karena itulah, Bima sangat terpukul dengan kepergian Alfin. Dia merasa tak cuma kehilangan pemain andalan dengan bakat hebat, tapi juga sosok yang bisa jadi panutan rekan-rekannya. ”Dia rajin sekali beribadah. Kami selalu memilihnya untuk azan (muazin, Red) ketika salat bersama karena suaranya merdu sekali,” kenang Bima dengan mata berkaca-kaca. (jpc)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 16 November 2019 12:57

Ananda Badudu yang Ingin Kembali Teruskan Karir Bermusik

Menjadi jurnalis dan musisi sudah dilakoni Ananda Badudu. Namun, begitu…

Jumat, 15 November 2019 09:43
Amanda Putri Witdarmono, Dirikan We The Teachers untuk Guru di Indonesia

Ibarat Helikopter, Ajak Guru Kembangkan Anak lewat Potensi di Sekitar

GURU memiliki peran penting dalam pendidikan karakter anak sejak usia…

Kamis, 14 November 2019 10:44
Ningrum, Juru Ketik Rental Komputer di Zaman Kiwari

Pelanggannya Didominasi Mahasiswa Pemalas

Kemajuan teknologi tak membuat juru ketik di rental komputer kehilangan…

Selasa, 12 November 2019 13:06
Isu Dunia Kesehatan di Pulau-Pulau Terpencil Indonesia (2-Habis)

Dua Anak Sepiyana Terdiagnosis Stunting

Namanya Coralina. Di usia 6 tahun ini, berat badannya hanya…

Kamis, 07 November 2019 11:54
Achmad Zulkarnaen, Kekurangan Fisik yang Jadi Fotografer

Berguru ke Darwis Triadi, Pegang Kalimat Ali bin Abi Thalib

Achmad Zulkarnaen, pria ini patut menjadi panutan. Memiliki kekurangan fisik…

Sabtu, 02 November 2019 21:28

Selamat Jalan Alfin Lestaluhu, Pemain Timnas U-16 Bersuara Merdu

Kesehatan Alfin Lestaluhu menurun saat berada di pengungsian akibat jarang…

Kamis, 31 Oktober 2019 11:48

Cara Felix K. Nesi Melahirkan Orang-Orang Oetimu

Orang-Orang Oetimu lahir lewat kertas folio, lalu dipindah ke laptop…

Jumat, 25 Oktober 2019 12:03
Komunitas Bocah Pelawak Ngapak Polapike

Mau Jadi Tuntunan, Tak Sekedar Tontonan

Para bocah berbahasa Ngapak ini sekarang sudah jadi selebriti. Mereka…

Jumat, 11 Oktober 2019 11:43

Menghafalkan Alquran Hanya Setahun di Pesantren Asy-Syahadah Surabaya

Menghafalkan Alquran sering terasa berat. Namun, itu tidak berlaku bagi…

Bahaya Terorisme, Awasi Pintu Masuk Tarakan

Ini Dia Rupanya Si Maling Helm, Sebulan Bisa Curi 52 Helm

Desember 2019, SMSI Gelar Kongres Pertama

Pengawasan Lemah Jadi Celah Penyelundupan Satwa

Setahun Kasus Hukum Menggantung, Akhirnya Mantan Dekan Fahutan Divonis Bebas

Tercebur ke Selokan, SD Ditemukan Meninggal

Masih Banyak Ketimpangan Pengawasan

Soal ASN yang Dipecat namun Masih Gajian, Pemangku Kebijakan Saling Lempar

Evaluasi Hasil Pengawasan Pemilu Serentak 2019, Ternyata Lemah Tangani Pidana Pemilu

Soal Judicial Review UU KPK, Pemerintah Janji Patuhi Apa pun Putusan MK
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*