MANAGED BY:
SENIN
06 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 02 November 2019 10:55
Penurunan Fed Rate Beri Ruang Tumbuh
Sri Mulyani

PROKAL.CO,

KEBIJAKAN bank sentral AS The Fed memangkas suku bunga acuan 25 basis poin ke kisaran 1,5–1,75 persen membawa angin segar bagi Indonesia. Penurunan suku bunga The Fed kali ketiga tahun ini tersebut memberikan ruang kepada Indonesia untuk memacu ekonomi.

“Momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian, terutama dari sisi investasi,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kamis (31/10).

Penurunan suku bunga, lanjut dia, bakal membuat cost of money lebih rendah. Pihaknya berharap momen ini muncul pada akhir 2019 dan akan terus dijaga hingga 2020. “Kalau dilihat dari sisi kemungkinan policy dari RRT dengan AS bisa sepakat (perang dagang), tentu kita berharap momen positif ini menguat,” tuturnya.

Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menuturkan, penurunan suku bunga acuan The Fed ini harus dimanfaatkan perbankan maupun dunia usaha untuk mendorong ekonomi domestik. Pelonggaran kebijakan moneter itu pasti bakal diikuti Bank Indonesia (BI) sehingga memberikan ruang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi. “Ada ruang cukup besar dengan penurunan suku bunga The Fed yang akan ditransmisikan ke penurunan BI rate,” jelasnya.

Karena itu, Wimboh menekankan bahwa pengusaha sebaiknya tidak melewatkan momen ini untuk melakukan ekspansi sekaligus investasi baru. Hingga akhir September ini, kredit investasi mencatat pertumbuhan signifikan, yakni mencapai 12 persen. “Tandanya, sektor riil sudah mulai investasi. Kalau investasi, biasanya akan timbul dampak peningkatan kredit modal kerja. Ini tanda bagus ekonomi menggeliat,” ujarnya.

Gubernur BI Perry Warjiyo juga optimistis kondisi ekonomi Indonesia tetap terjaga hingga akhir tahun ini. Terlebih, bank sentral telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan momentum pertumbuhan di dalam negeri. BI sejauh ini memangkas suku bunga acuan 100 basis poin (bps) selama empat bulan berturut-turut hingga di level 5 persen. Pelonggaran likuiditas juga diberikan dengan menurunkan giro wajib minimum (GWM).

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers