MANAGED BY:
JUMAT
06 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Sabtu, 02 November 2019 10:37
Pengetap Tumbuh Subur, Dalam Kota Tak Boleh Mengecer, Antarkota Harus Berizin
BISA DITINDAK: Penjualan BBM dengan mengecer kini mendapat perhatian pemerintah untuk tidak menjual sementara waktu. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO, Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi dalam sepekan. Masalahnya ada keterlambatan distribusi. Namun, yang kini dalam sorotan adalah aktivitas pengetap. Terlebih, operasinya tak jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

AKTIVITAS pengetap memang kerap membuat geram. Pengisian kendaraan yang tangkinya sudah dimodifikasi, seolah tak diketahui operator SPBU. Dijual kembali tanpa mengantongi izin, tentu sudah melanggar aturan. Menjamurnya pengetap dan pengecer di Kutim, menjadikan stok BBM cepat habis, akibatnya pengecer bisa meraup keuntungan lebih.

Menanggapi kelangkaan BBM berkepanjangan, jajaran Polres Kutim mengadakan rapat dengan Pemkab Kutim, Pertamina hingga pemilik usaha SPBU se-Sangatta, kemarin (1/11). Manajer SBM Pertamina Samarinda Herdi menyampaikan, kelangkaan bukan hanya di Sangatta. Seluruh pendistribusian yang di bawah kendali Samarinda mengalami keterlambatan pengiriman, seperti Bontang, Mahulu, hingga Kutim.

"Enggak langka, tapi lambat pengiriman. Kapal ada keterlambatan sandar di Samarinda, karena antre di Jetty V Balikpapan. Kami melakukan alternatif dengan mengirim pakai mobil tangki langsung dari Balikpapan. Tapi karena jaraknya jauh, sampai di Sangatta juga cukup lama," ujarnya saat menyampaikan laporan. Untuk mengganti keterlambatan, pihaknya akan menambah jumlah pasokan untuk Kutim. Jika biasanya hanya 100–120 kiloliter, kali ini Pertamina akan mengirim sekira 160 kiloliter per hari.

"Ditambahkan lebih banyak untuk seluruh SPBU. Tidak ada kelangkaan, apalagi isu kenaikan harga, itu tidak berkaitan. Ini murni terlambat dan segera diganti untuk recovery," tandasnya. Menurut dia, Pertamina hanya mendistribusikan sesuai permintaan dari pemerintah kabupaten, yang dilanjutkan ke pemerintah provinsi lalu disahkan SKK Migas.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang membenarkan terjadinya antrean panjang di hampir seluruh SPBU. Orang nomor dua di Kutim itu menyebut, ada keluhan dari masyarakat. Tidak hanya itu, dia juga memantau langsung kondisi di lapangan. Namun, bersama Pertamina, akan mencari solusi jangka panjang. "Berarti nanti harus pertegas kuota, karena saya baru tahu juga ini ternyata ada peranan penting dari pemerintah," jelasnya.

Wabup menginginkan seluruh pengecer bisa diberikan pemahaman, agar masalah kelangkaan BBM bisa teratasi, dan pedagang kecil tidak lagi menjadi penyebabnya. "Dibuatkan aturan, agar teratur dan terkoordinasi, jadi tidak ada lagi yang membeli semaunya di SPBU. Sejauh ini tidak boleh ada pengecer. Nanti dibuatkan edaran," ungkapnya. (*/la/dra2/k8)


BACA JUGA

Kamis, 05 Desember 2019 23:09

Waspada Potensi Bencana, Tim BPBD Siaga 24 Jam

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau meminta masyarakat waspada…

Rabu, 04 Desember 2019 12:28

Banyak TMS, Berkas CPNS Diverifikasi Faktual

SANGATTA–Seusai melaksanakan rapat persiapan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS),…

Rabu, 04 Desember 2019 12:23

Bincang-Bincang dengan Kepala BPN Kukar Herman Hidayat

Sosok Herman Hidayat tidak asing di kalangan pejabat agraria. Mantan…

Rabu, 04 Desember 2019 12:20

Total Ada 2.128 Pendaftar Online CPNS Paser

TANA PASER - Hingga hari penutupan 30 November 2019, Plt…

Rabu, 04 Desember 2019 12:17

Dua Calon Independen Sudah Penuhi Target Syarat Suara

TANA PASER - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Paser secara resmi…

Rabu, 04 Desember 2019 12:14

Lahan Bandara Paser Sudah Klir Sertifikatnya

TANA PASER - Kendala pembangunan kelanjutan Bandara Paser  di Desa…

Selasa, 03 Desember 2019 10:48

Gaji dan Insentif Dianggarkan Setahun

Sering terlambat pembayaran gaji tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) dan…

Selasa, 03 Desember 2019 10:47

Mirisnya, Lima Tahun Perpustakaan Berjalan, tapi Banyak Ditinggalkan

Zaman serba digital. Di tengah kemajuan teknologi tinggi, hampir semuanya…

Selasa, 03 Desember 2019 10:44

Sembilan Rumah Hangus di Jembayan

TENGGARONG - Peristiwa kebakaran kembali melanda warga di Kecamatan Loa…

Selasa, 03 Desember 2019 10:44

Bantuan Masjid Beloan Tak Kunjung Cair

SENDAWAR - Dua sumber bantuan kelanjutan pembangunan Masjid Khairul Ummah,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.