MANAGED BY:
SELASA
29 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Sabtu, 02 November 2019 10:37
Pengetap Tumbuh Subur, Dalam Kota Tak Boleh Mengecer, Antarkota Harus Berizin
BISA DITINDAK: Penjualan BBM dengan mengecer kini mendapat perhatian pemerintah untuk tidak menjual sementara waktu. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO,

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi dalam sepekan. Masalahnya ada keterlambatan distribusi. Namun, yang kini dalam sorotan adalah aktivitas pengetap. Terlebih, operasinya tak jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

AKTIVITAS pengetap memang kerap membuat geram. Pengisian kendaraan yang tangkinya sudah dimodifikasi, seolah tak diketahui operator SPBU. Dijual kembali tanpa mengantongi izin, tentu sudah melanggar aturan. Menjamurnya pengetap dan pengecer di Kutim, menjadikan stok BBM cepat habis, akibatnya pengecer bisa meraup keuntungan lebih.

Menanggapi kelangkaan BBM berkepanjangan, jajaran Polres Kutim mengadakan rapat dengan Pemkab Kutim, Pertamina hingga pemilik usaha SPBU se-Sangatta, kemarin (1/11). Manajer SBM Pertamina Samarinda Herdi menyampaikan, kelangkaan bukan hanya di Sangatta. Seluruh pendistribusian yang di bawah kendali Samarinda mengalami keterlambatan pengiriman, seperti Bontang, Mahulu, hingga Kutim.

"Enggak langka, tapi lambat pengiriman. Kapal ada keterlambatan sandar di Samarinda, karena antre di Jetty V Balikpapan. Kami melakukan alternatif dengan mengirim pakai mobil tangki langsung dari Balikpapan. Tapi karena jaraknya jauh, sampai di Sangatta juga cukup lama," ujarnya saat menyampaikan laporan. Untuk mengganti keterlambatan, pihaknya akan menambah jumlah pasokan untuk Kutim. Jika biasanya hanya 100–120 kiloliter, kali ini Pertamina akan mengirim sekira 160 kiloliter per hari.

"Ditambahkan lebih banyak untuk seluruh SPBU. Tidak ada kelangkaan, apalagi isu kenaikan harga, itu tidak berkaitan. Ini murni terlambat dan segera diganti untuk recovery," tandasnya. Menurut dia, Pertamina hanya mendistribusikan sesuai permintaan dari pemerintah kabupaten, yang dilanjutkan ke pemerintah provinsi lalu disahkan SKK Migas.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang membenarkan terjadinya antrean panjang di hampir seluruh SPBU. Orang nomor dua di Kutim itu menyebut, ada keluhan dari masyarakat. Tidak hanya itu, dia juga memantau langsung kondisi di lapangan. Namun, bersama Pertamina, akan mencari solusi jangka panjang. "Berarti nanti harus pertegas kuota, karena saya baru tahu juga ini ternyata ada peranan penting dari pemerintah," jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 29 September 2020 12:58

Sulit Jaringan Internet, Hambat Pendidikan

Bukan perkara mudah, kebanyakan orangtua yang gagap teknologi (gaptek) kerap…

Selasa, 29 September 2020 12:57

Ditangkap Warga, Ini Dia Pelaku Kacak Susu di Tanjung Redeb

TANJUNG REDEB – Begal payudara cukup meresahkan warga, khususnya bagi…

Selasa, 29 September 2020 12:53

Hari Pertama Ngantor, Pj Bupati Kutim Kaget Kondisi Pemkab

Pejabat sementara (Pjs) Bupati Kutai Timur (Kutim) Jauhar Effendi turun…

Selasa, 29 September 2020 12:50

Di Bontang Tembus 27 Klaster Keluarga, Ketatkan Pengawasan Pasien Isolasi Mandiri

Pandemi di Kota Taman kini cenderung menyebar di antara anggota…

Selasa, 29 September 2020 12:48

Ngeri..!! Hingga September, Ada 5 Kali Serangan Buaya di Sini

Januari hingga penghujung September 2020, tercatat sudah 5 kali terjadi…

Senin, 28 September 2020 18:04

Untuk Sementara, Wisatawan Dilarang ke Tenggarong

TENGGARONG­­­-Untuk menekan laju penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kukar,…

Senin, 28 September 2020 18:01

Uji Coba Penimbangan Tera via Daring

SENDAWAR-Pelayanan maksimal terhadap pelaku usaha di tengah pandemi Covid-19 tetap…

Senin, 28 September 2020 17:59

Efektifkan Waktu, Buka Lagi Jalan Bantala-Kalsel

Usulan membuka kembali jalan di Kecamatan Batu Engau, Desa Kerang…

Senin, 28 September 2020 17:57
Penjaga Rumah Aman Tak Boleh Sembarangan

Tersangka Persetubuhan Diusulkan Dikeluarkan dari Forkomda

TANA PASER-Ulah tersangka persetubuhan terhadap anak di bawah umur, RCS…

Senin, 28 September 2020 17:55

Di Paser, Masih Banyak Abai Protokol Kesehatan

TANA PASER - Setelah ditetapkan Peraturan Bupati (Perbup) Paser tentang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers