MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 01 November 2019 10:36
Temukan Kembali 297 Fintech Ilegal, Ini Ciri-Ciri Fintech Ilegal
Pameran dan eksebisi Fintech di Big Mall Samarinda, 3-4 September lalu. Ternyata masih ditemukan fintech ilegal (PROKAL.CO)

PROKAL.CO, JAKARTA - Upaya penertiban platform financial technology (fintech) ilegal terus dilakukan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan telah melakukan sejumlah penindakan, diantaranya upaya pemblokiran platform terkait. Namun, fintech-fintech tak berizin tersebut masih terus bermunculan. Yang terbaru, per 31 Oktober, OJK melalui Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 297 entitas baru yang melakukan kegiatan fintech peer to peer lending ilegal yang tidak terdaftar secara resmi.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing menuturkan, kemajuan teknologi cukup berkontribusi dalam hal menjamurnya fintech illegal. Sebab, orang makin mudah membikin aplikasi dan website. Sehingga sekalipun pembuat aplikasi fintech tak berizin telah ditindak, mereka tetap bisa beroperasi kembali dengan membuat aplikasi baru dengan nama yang berbeda.

 “Jadi pada saat dihentikan, muncul nama baru. Ini memang karena kemajuan teknologi yang sangat memudahkan,”jelas Tongam, di kantornya (31/10).

Bahkan, lanjut Tongam, fintech-fintech illegal tersebut menggunakan modus untuk menggaet nasabah, tidak lagi dari website. Melainkan memanfaatkan media sosial dan juga SMS. Dengan cara ini, aplikasi fintech illegal tersebut tidak hanya bisa diunduh di apps store seperti playstore, tapi juga melalui link download melalui pesan SMS. “Sehingga ini makin memudahkan masyarakat untuk mengakses fintech illegal ini,”jelasnya.

Untuk itu, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Google  untuk mendeteksi sejak dini pergerakan aplikasi fintech ilegal tersebut. Selain itu, untuk upaya penindakan,  OJK bekerjasama dengan Kemenkominfo dan Bareskrim Polri.  "Kami melakukan deteksi sejak dini saat muncul fintech ilegal yang baru dapat info dari kominfo dan bareskrim saya minta hentikan,"tegasnya.

Tongam mengungkapkan, upaya pemberantasan fintech illegal ini pun akan makin massif. Untuk itu, Satgas Waspada Investasi bersama 13 kementerian/lembaga (K/L) terkait, berinisiatif membuka Warung Waspada Investasi secara fisik. Warung tersebut akan memberikan lanan pengaduan, konsultasi dan sosialisasi langsung mengenai berbagai persoalan terkait investasi, fintech lending dan gadai swasta ilegal kepada masyarakat.

Sebagai tahap awal, Warung Waspada Investasi ini akan dibuka setiap hari Jumat pukul 09.00 – 11.00 WIB bertempat di The Gade Coffee & Gold, Jalan H. Agus Salim, Jakarta Pusat. Dalam Warung ini akan hadir perwakilan dari 13 K/L anggota Satgas Waspada Investasi yang akan melayani pertanyaan ataupun aduan masyarakat mengenai kegiatan investasi ilegal, fintech lending ilegal ataupun gadai swasta ilegal.

 “Selama ini laporan ataupun pertanyaan masyarakat lebih banyak masuk melalui saluran komunikasi seperti Kontak OJK 157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id. Dengan adanya Warung ini diharapkan masyarakat akan semakin mudah untuk melapor dan bertanya langsung,” kata Tongam.

Pada kesempatan yang sama, Plt Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kemenkominfo  Antonius Malau menambahkan, dalam upaya memberantas fintech lending illegal, pihaknya melakukan penyisiran setiap harinya. Jika ditemukan platform pinjaman online yang tak berizin, maka pihaknya segera menginformasikan pada OJK untuk selanjutnya dilakukan verifikasi.

 “Setelah diverifikasi bahwa itu fintech ilegal maka kami akan langsung memblokirnya. Kami harapkan pemblokiran ini bisa membantu perlindungan konsumen dan masyarakat,” tambahnya,.

Sebagai infromasi, total entitas fintech lending ilegal yang ditangani Satgas Waspada Investasi sampai dengan 31 Oktober 2019 adalah sebanyak 1.369 entitas. Sementara total yang telah ditangani Satgas sejak tahun 2018 s.d. 31 Oktober 2019 sudah mencapai 1.773 entitas fintech lending ilegal.

Selain itu, dalam penindakannya Satgas Waspada Investasi juga telah menghentikan 13 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.  Dari 13 entitas tersebut diantaranya melakukan beberapa kegiatan, diantaranya tiga trading forex tanpa izin, tiga multi level marketing tanpa izin, satu investasi cryptocurrency tanpa izin, satu koperasi tanpa izin dan lima money game. Total kegiatan usaha yang diduga dilakukan tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat yang telah dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi selama tahun 2019 sebanyak 263 entitas.

Sementara jumlah perusahaan fintech lending yang telah terdaftar dan berizin OJK sampai September sebanyak 127 perusahaan yang daftarnya bisa dilihat di portal OJK.go.id.(ken)

 

Ciri-ciri Fintech Ilegal:

1. Tidak memiliki izin resmi.

2. Tidak ada identitas dan alamat kantor yang jelas.

3. Pemberian pinjaman sangat mudah.

4. Informasi bunga dan denda tidak jelas.

5. Bunga tidak terbatas.

6. Denda tidak terbatas.

7. Penagihan tidak batas waktu.

8. Akses ke seluruh data yang ada di ponsel.

9. Ancaman teror kekerasan, penghinaan, pencemaran nama baik, menyebarkan foto/video

pribadi.

10. Tidak ada layanan pengaduan.

sumber : OJK, 2019


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 12:59

Dukung Pelarangan Minyak Curah

PEMERINTAH daerah berharap larangan peredaran minyak curah di pasar tradisional…

Jumat, 13 Desember 2019 11:59

Menunggu Hadirnya Pengolahan Sarang Walet

BALIKPAPAN- Industri burung walet di Kaltim belum maksimal. Pasalnya hingga…

Jumat, 13 Desember 2019 11:47

Bangkok Bank Akuisisi Bank Permata

JAKARTA– Bangkok Bank Public Company Limited resmi mengakuisisi saham PT…

Kamis, 12 Desember 2019 12:29

Pengusaha Berharap Harga Domestik Batu Bara Dievaluasi

Pengusaha batu bara meminta pemerintah mengkaji ulang harga jual batu…

Kamis, 12 Desember 2019 11:58

Hotel Bumi Senyiur Siapkan Paket, Hadirkan “Serba-Lima” pada Perayaan Tahun Baru

SAMARINDA–Tidak terasa waktu cepat berlalu dan tahun baru sudah di…

Rabu, 11 Desember 2019 13:08

Ekonomi Kaltim Diproyeksi Tumbuh 5 Persen

Derasnya ekspor batu bara hingga triwulan III/2019 membuat pertumbuhan ekonomi…

Rabu, 11 Desember 2019 13:05

2020, Pemerintah Larang Peredaran Minyak Curah, Asa Baru Bisnis Kelapa Sawit

SAMARINDA- Mulai 1 Januari 2020, Kementerian Perdagangan berencana melarang peredaran…

Rabu, 11 Desember 2019 13:03

Suplai Pisang Kepok Masih Kurang

SAMARINDA- Petani pisang kepok di Kaltim dituntut meningkatkan produksi. Pasalnya,…

Senin, 09 Desember 2019 12:57

Pembangunan IKN, Para Pekerja Wajib Bersertifikat

Tenaga kerja lokal bisa diandalkan untuk menyukseskan pengerjaan proyek konstruksi…

Senin, 09 Desember 2019 12:51

Penurunan Harga Tiket Jangan Setengah-Setengah

SAMARINDA – Wacana penurunan harga tiket pesawat sebesar 30 persen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.