MANAGED BY:
MINGGU
08 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 30 Oktober 2019 15:51
Bisa Tambah Dua Provinsi di Papua

Besok Mahfud Kumpulkan Menteri dan Pimpinan Lembaga

Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua, Sabtu (26/10). (Biro pers Setpres)

PROKAL.CO, JAKARTA– Pemerintah berencana membahas pemekaran daerah di Papua dalam waktu dekat. Selasa (29/10) Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto sudah membahas itu bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Walau moratorium pemekaran masih berlaku, bukan tidak mungkin pemerintah akan menambah provinsi di Bumi Cendrawasih.

Papua dan Papua Barat memang sudah dipisah. Namun, pemerintah melihat ada kebutuhan lain. ”Agar rentang kendalinya dan pengelolaan pembangunan di sana secara efektif dilakukan,” ungkap Mahfud kemarin. Karena itu, sangat mungkin ada Papua Selatan dan Papua bagian lainnya. ”Sehingga Papua nantinya tidak hanya seperti sekarang,” tambah mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Walau belum final, Mahfud menyebutkan bahwa bisa jadi akan ada dua provinsi baru di Papua. Namun demikian, pemerintah harus melihat lebih jauh terlebih dahulu. Mulai kebutuhan antara masyarakat di pegunungan dengan masyarakat di wilayah pantai. Juga kantong-kantong penduduk yang ada di Papua. ”Nanti kan harus dianalisis dulu,” kata dia. Pembahasan tidak dilakukan satu atau dua instansi saja.

Selain Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Mahfud juga akan mengajak bicara menteri dan pimpinan lembaga lain yang berada di bawah koordinasi Kemenko Polhukam. Rencananya besok (31/10) dia rapat bersama dengan para menteri dan pimpinan lembaga. ”Kami lihat dulu bagaimana nanti di Kemenko Polhukam, bagaimana nanti di DPR, tentu saja sebelum ke itu semua dan sesudah itu semua, bagaimana presiden,” jelasnya.

Yang pasti, rencana itu akan didalami. Pemakaran memang sempat disampaikan oleh beberapa tokoh yang diundang presiden ke Istana pasca kerusuhan terjadi di Papua Barat dan Papua. Untuk itu, pemerintah langsung menindaklanjuti. Terkait dengan moratorium pemakaran, Mahfud menyebut, itu bisa saja diubah. ”Memang pemekaran atau penggabungan wilayah itu masuk daftar kumulatif yang bisa sewaktu-waktu dimunculkan,” imbuhnya.

Ketentuan tersebut, lanjut Mahfud, ada dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Terkait dengan beragam persoalan yang terjadi di Papua belakangan ini, Mahfud juga sudah mendapat laporan dari Tito. Mantan kapolri itu memang baru kembali dari Papua usai mendampingi presiden dalam kunjungan di sana. ”Situasi di Papua sekarang sudah relatif lebih kondusif,” ujarnya.

Untuk terus meningkatkan kondusifitas dan stabilitas keamanan di Papua, pemerintah terus melakukan berbagai pendekatan. Baik itu pendekatan keamanan, pertahanan, penegakan hukum, kultural, maupun kemanusiaan. Dia memastikan semua dilaksanakan secara komprehensif. ”Pendekatan kultural dan kemanusiaan harus tetap menjadi fokus utama tanpa menghilangkan pendekatan hukum dan keamanan,” jelasnya.

Sementara itu, Tito membenarkan bahwa dirinya melapor kepada Mahfud terkait Papua. ”Saya menghadap ke beliau untuk menjelaskan situasi di Papua dan langkah-langkah ke depannya,” terang dia. Selain itu, Tito menyampaikan, dirinya juga akan mengevaluasi penyerapan anggaran pemerintah. Sebab, dia menyampaikan ada daerah yang serapannya belum maksimal. ”Kami akan melakukan evaluasi akhir tahun ini,” ujarnya. (syn/)


BACA JUGA

Minggu, 08 Desember 2019 13:44

Ya Tuhan...!! Ada Jasad Bayi Tanpa Kepala Ditemukan di Parit Jalan Pangeran Antasari

SAMARINDA - Sesosok jasad bayi diperkirakan berusia 3 tahun ditemukan…

Sabtu, 07 Desember 2019 12:02

Banyak Pihak Dukung Pencopotan Dirut Garuda

JAKARTA - Tampaknya banyak pihak yang ikut geram dengan kasus…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:46

Anggaran Pemindahan IKN Tertahan

BALIKPAPAN–Sudah lebih dari dua bulan, pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:43

Jembatan Pulau Balang Jadi Jalan Lingkar Luar

BALIKPAPAN–Lelang prakualifikasi untuk pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU)…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:41

Nasib Harley-Davidson; Dimusnahkan atau Dilelang

Setelah skandal penyelundupan Harley-Davidson dan sepeda Brompton oleh dirut Garuda…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:59
Jelajah Kampung Terpencil di Kutai Barat (1)--SUB

Murid SD Cuma 14, Guru Mengajar Enam Kelas Sekaligus

Jalan “bubur” kala hujan, tanpa jangkauan komunikasi, hingga menikmati listrik…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:49

ALHAMDULILLAH..!! SMA/Sederajat Kaltim Kebagian Rp 194,9 Miliar

SAMARINDA–Tahun depan Kaltim mendapat dana alokasi khusus (DAK) dari APBN…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:33

Karena Ini, Ada Peluang Kerek Kunjungan Wisatawan

Kunjungan wisatawan ke Kaltim diprediksi meningkat. Ini dampak dari kepastian…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:06

Melihat “Panti Jompo” Orangutan di Lokasi Ibu Kota Negara

Sekitar dua bulan lalu, orangutan (Pongo pygmaeus) pipi lebar bernama…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:05

ALHAMDULILLAH..!! Pusat Jamin Tambahan Dana Tol Balsam, Berapa Duit...??

BALIKPAPAN–Pemerintah pusat memastikan tidak akan meneruskan megaproyek jembatan tol Balikpapan–Penajam.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.