MANAGED BY:
KAMIS
06 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 29 Oktober 2019 10:39
DUH..!! Enam Polisi Hanya Ditahan 21 Hari, Penembak Mahasiswa Kendari Belum Terungkap
ilustrasi

PROKAL.CO,

KENDARI- Enam anggota polisi yang diduga membawa senjata api (senpi) saat pengamanan aksi demonstrasi pada 26 September lalu terbukti bersalah. Pada sidang disiplin Polri di Provost Polda Sultra, mereka divonis penjara selama 21 hari di sel Provos Polda Sultra. Namun, hingga kemarin belum jelas apakah enam polisi tersebut yang menembak mati dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Immawan Randi dan Yusuf Qardawi.

Enam polisi itu masing-masing berinisial DK, MAP, FS, MI, MA, dan H. Mereka terbukti melanggar standar operasional prosedur (SOP) pengamanan unjuk rasa. Selain dipenjara, mereka dijatuhi sanksi teguran tertulis, penundaan kenaikan pangkat, penundaan gaji, dan penundaan pendidikan selama setahun.

Menurut Kendari Pos, Kasubbid Penmas Polda Sultra Agus Mulyadi mengatakan bahwa enam polisi itu terbukti melakukan pelanggaran disiplin berdasarkan keterangan saksi-saksi dan bukti lain. "Jadi ada lima poin pelanggaran yang dikenakan kepada keenamnya," kata Agus didampingi penyidik Provos Bidpropam Iptu Eko Purwanto saat konferensi pers kemarin. Agus menuturkan, enam oknum polisi itu terbukti menggunakan senpi berjenis HS dan revolver. Dua orang menggunakan revolver dan empat lainnya menggunakan senjata jenis HS. "Mereka ditempatkan di tempat khusus selama 21 hari. Jadi status mereka sekarang adalah terhukum," ujarnya.

Kemarin kelompok mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa di pelataran Polda Sultra. Mereka meminta Polda mengungkap pelaku yang menyebabkan gugurnya dua mahasiswa UHO, Randi dan Yusuf.

Sementara itu, di Jakarta, ratusan mahasiswa kembali berdemonstrasi untuk menagih janji pemerintah. Mereka mendesak presiden menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang untuk membatalkan UU KPK hasil revisi. Para mahasiswa juga menuntut pengusutan atas berbagai kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Secara keseluruhan ada sembilan tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

Sempat berniat berorasi dari seberang Kompleks Istana, massa akhirnya mengurungkan niat tersebut. Sebab, Jalan Medan Merdeka Barat diblokade aparat kepolisian. Meski demikian, semangat ratusan mahasiswa tersebut tidak kendur. Mereka tetap beraksi menyampaikan seluruh tuntutan. Dalam aksi yang digelorakan dengan tanda pagar Indonesia Memanggil itu, Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Manik Margamahendra menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 05 Agustus 2020 12:55

Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Masih di Atas Rata-Rata Global

JAKARTA - Angka kematian karena Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:58

Pandemi Covid-19, Kejahatan Meningkat di Amerika

WASHINGTON – Kejahatan di Amerika Serikat meningkat di tengah situasi…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:41

Potensi Calon Tunggal di 31 Daerah

JAKARTA- Kekhawatiran akan terjadinya kenaikan jumlah calon tunggal dalam gelaran…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:38

Putusan Sidang Etik Firli Digelar Terbuka

JAKARTA - Proses penanganan dugaan pelanggaran etik Ketua Komisi Pemberanta-san…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:15

Dicari..!! Relawan untuk Disuntikan Vaksin Covid-19

JAKARTA - Pengujian vaksin dari Tiongkok, Sinovac, dimulai. Fakultas Kesokteran…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:09

Ledakan Dahsyat Guncang Beirut, Puluhan Orang Tewas

 Sedikitnya sepuluh orang tewas akibat ledakan besar yang terjadi di…

Selasa, 04 Agustus 2020 12:37

Jangan Pesimistis, Harga Minyak Mulai Naik

SAMARINDA – Akibat pandemi Covid-19 pendapatan Kaltim dari Blok Mahakam…

Selasa, 04 Agustus 2020 12:36

Tiga Pelajar yang Coba Merampok, Tetap Belajar Daring meski Ditahan

MESKI harus menjalani proses hukum, tiga oknum pelajar yang tersangkut…

Selasa, 04 Agustus 2020 12:35

Kasus Verfak Fiktif, Pelaku Sempat Kabur ke Sulsel, Tiga Petugas PPS Jadi Tersangka

SANGATTA–Hasil verifikasi faktual (verfak) terhadap data dukungan bagi calon perseorangan…

Selasa, 04 Agustus 2020 11:41

IKN Pindah ke Kaltim, Hermawan: Sektor Pariwisata Jadi Kekuatan

Wabah Covid-19 seperti badai yang memporak-porandakan rencana. Di antaranya, pemindahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers