MANAGED BY:
MINGGU
08 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 25 Oktober 2019 13:06
Harga Daging Naik, Kenaikan Biaya Transportasi Jadi Alasan
MEMASTIKAN: Kepala UPT Pasar Induk Buhori (baju batik) saat mengecek harga di lapak pedagang sapi . LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim menerima laporan, ada kenaikan harga bahan pangan. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah daerah. Di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Induk harga dipastikan agar indikasi monopoli harga tidak terjadi.

 

SANGATTA–Harga daging sapi, ayam, dan beberapa bahan pokok lain mengalami kenaikan. Di beberapa pasar tradisional seperti Sangatta Selatan dan Sangatta Utara, sudah terjadi sejak sepekan terakhir. 

Kepala UPT Pasar Induk Sangatta Utara Buhori mengatakan, beragam alasan jadi pemicu naiknya kebutuhan bahan pokok. Namun, saat ini harga tidak melebihi ambang batas. Menurut dia, masih normal dan tidak berdampak signifikan pada pembeli. Buhori menyebut tidak ada kaitan dengan perayaan Natal mendatang. "Biasanya pedagang membeli sapi dari luar Kalimantan. Kan ongkos ke Sangatta memang agak mahal. Di sini (Sangatta) tidak ada peternakan besar yang menjadi pemasok utama," katanya saat diwawancarai, kemarin (24/10).

Untuk diketahui, daging sapi yang biasanya Rp 120 ribu per kilogram, saat ini Rp 135 ribu per kilogram. Lonjakan harga juga meliputi daging ayam, tembus Rp 45 ribu per kilogram yang sebelumnya berkisar Rp 28–30 ribu per kilogram. Tidak hanya daging, kenaikan terjadi pada cabai yang sebelumnya Rp 45 ribu, sekarang Rp 55 ribu per kilogramnya. Bawang merah sebelumnya Rp 15 ribu, kini menembus Rp 22 ribu per kilogram. Hal itu disebabkan masa panen raya di Indonesia telah usai. Sehingga harga semakin melonjak.

Dikonfirmasi terpisah, Arham, pedagang daging di Pasar Induk, menuturkan kenaikan harga disebabkan biaya transportasi ke Sangatta cukup “mencekik”. Cost yang harus disiapkan harus dipertimbangkan benar-benar. Hal itu lantaran sapi didatangkan langsung dari Sulawesi. "Kadang yang datang empat mobil (pikap). Satu mobil bisa 12 ekor. Kalau rata-rata yang datang sebanyak 160 ekor. Semuanya dari Sulawesi, di Kaltim tidak ada peternakan. Makanya beli dari luar," ungkapnya. Pemerintah bekerja ekstra untuk melakukan pencegahan.

Sedangkan penjualan ayam sering naik-turun. Perubahan dapat terjadi empat kali dalam sebulan. "Naik-turun harga karena stok dari kandang lokal tidak banyak. Jadi, penjualannya berubah-ubah," ungkapnya. Yang menjadi keluhan adalah maraknya pedagang pasar tumpah yang kerap menjajakan dagangannya lebih murah dari harga pasar. Hal tersebut membuat pasar sepi dari pelanggan. Dia berharap, Pemkab Kutim mengakomodasi pedagang pinggir jalan masuk ke pasar dan tidak menurunkan harga. Padahal, lapak di pasar mencukupi jika pedagang di luar ingin berjualan di Pasar Induk. Dia berharap, dinas terkait mencari solusi agar keluhan pedagang dapat selesai. (*/la/dra2/k8)

 

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 10:26

107 Kades Dilantik, Ada Mantan Wartawan hingga Prajurit TNI

Bupati Kukar Edi Damansyah resmi melantik 107 kepala desa di…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:25

Peternak Lokal Semakin Terpinggirkan, Terpaksa Banting Harga

SANGATTA–Usaha peternakan telur lokal di Sangatta Utara, yang binaan Kodim…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:23

Ini Dibalik Makna Ikon Buaya Badas, Binatang yang Jadi Khas Pilkada Serentak di Kutim

Mendengar nama Sangatta, yang terlintas adalah buaya yang ganas. Buaya…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:22

Jalan Rawan Itu Sekadar Diperbaiki

Dianggap membahayakan pengguna jalan, dua ruas jalan sedang dalam penanganan…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:46

Ketua KPU Kaltim Minta KPU Kutim Kurangi Kunker ke Luar Daerah

SANGATTA–Meningkatkan partisipasi pemilih, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim diminta lebih…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:43

Halo Pemerintah dan PLN..!! 75 Kampung yang Belum Teraliri Listrik Nih..!!

Masih banyak kampung di Kubar belum terlayani listrik dari PLN.…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:39

Pernikahan Dibatalkan Gara-Gara Uang Panai Tak Sesuai, Pria Ini Sebar Video Syur ke Keluarga Calonnya

TANA PASER - Niat MM (29) melangsungkan pernikahannya dengan sang…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:35

Stok Beras di Kansilog Tanah Grogot Masih Aman Untuk Akhir Tahun

TANA PASER - Pasokan kebutuhan pangan di Kabupaten Paser dan…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:33

Program Pisew di Desa Lori, Bangun Dermaga Ikan

TANA PASER - Program Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR…

Kamis, 05 Desember 2019 23:10

Wabup Desak Pusat Perbaiki Trans Kalimantan

SENDAWAR - Harapan besar masyarakat terkena imbas pembangunan Ibu Kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.