MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Jumat, 25 Oktober 2019 12:03
Komunitas Bocah Pelawak Ngapak Polapike
Mau Jadi Tuntunan, Tak Sekedar Tontonan
Ilham dan kawan-kawannya.

PROKAL.CO, Para bocah berbahasa Ngapak ini sekarang sudah jadi selebriti. Mereka punya 85 video di YouTube dan acara yang ditayangkan Trans7. Syuting dilakukan tanpa mengganggu hak mereka sebagai anak.

 

 

Agus Dwi Prasetyo, Kebumen, Jawa Pos

 

’’Bar iki sinau ora? (setelah ini belajar tidak?),’’ tanya Rendra kepada Azkal. Dengan muka polos, Azkal menjawab, ’’Oh iya, MTK-ne enek PR. Kelalen nyong. Untung Mas Rendra ngomong (Oh iya, ada PR MTK. Lupa aku. Untung Mas Rendra mengingatkan).’’ Bergegas Azkal mengajak Fadli dan Ilham pulang ke rumah.

Namun, langkah mereka sekonyong-konyong terhenti ketika Ilham, 9, menyela, ’’Tapi inyong ora enek PR (Tapi aku tidak punya PR).’’

Seketika Azkal, 12; Fadli, 11; dan Rendra, 34, menatap tajam ke Ilham bersamaan. ’’Sinau iku ora kudu enek PR, Ham... (Belajar itu tidak harus ada PR, Ham...),’’ jawab Rendra dengan wajah bersungut.

Ekspresi yang mereka munculkan mampu mengundang tawa yang melihat. Dialog itu bukan bagian dari adegan film pendek untuk tayangan televisi atau kanal YouTube Rendra Polapike. Percakapan itu spontan. Ilham memang seperti itu. Kerap menjawab sekenanya. ’’Ilham itu paling polos,’’ kata Yan Rendra Pratiwi, nama lengkap Rendra ditemui di Dusun Loning, Desa Sadangwetan, Kecamatan Sadang, Kebumen, Jawa Tengah.

Berbeda dengan Azkal, Fadli, dan Ilham, nama Rendra barangkali kurang familier di kalangan penggemar film pendek produksi Polapike atau acara komedi situasi Bocah Ngapa(k) Ya yang tayang di Trans7. Bukan karena dia jarang tampil. Tapi lantaran dia lebih sering dipanggil Pak RT karena memang kerap kebagian peran sebagai Pak RT.

Polapike adalah kanal YouTube komedi situasi yang menyedot perhatian selama setahun terakhir. Hampir seluruh konten video yang di-posting telah ditonton ribuan bahkan jutaan kali. Jumlah pelanggannya hingga tadi malam tercatat 803 ribu akun. Nama mereka semakin ngetop setelah bermain dalam program Bocah Ngapa(k) Ya yang ditayangkan Trans7.

Selain mereka, ada anak-anak lain yang melengkapi cerita. Di antaranya, Oktavia Tyastuti (berperan sebagai Tyas/kakak Ilham) dan Yusuf Anwar (Ucup). ’’Orang nyangkanya Polapike itu ada tiga (anak). Polapike itu komunitas,’’ cerita Rendra.

Meski menggunakan bahasa Ngapak, konten video Polapike disukai banyak orang. Tak terbatas hanya mereka yang menggunakan bahasa Ngapak. Barangkali karena faktor keluguan para aktor dalam setiap video serta lokasi pengambilan gambar di pedesaan yang segar dan alami. ’’Dulu sempat dianggap orang gila karena syuting di tempat-tempat sepi,’’ ungkap Rendra.

Jika jeli melihat, dari 85 video yang diunggah di YouTube, Polapike hampir tidak pernah menampilkan adegan memunculkan telepon genggam. Bahkan, Polapike menolak tawaran iklan provider ponsel dan sejenisnya untuk menghindari konten disisipi adegan dengan menggunakan gawai. ’’Sebab, takutnya dijajah handphone,’’ tegasnya.

Sampai sekarang, Polapike lebih konsisten menyisipkan permainan tradisional khas anak desa. Misalnya, patil lele, petak umpet, telepon kaleng, egrang, bermain kelereng, hingga menggiring ban. ’’Kami bisa main dengan permainan yang bikin sendiri,’’ papar pria kelahiran 1985 itu.

Polapike diinisiatori Rendra. Sebelumnya, Rendra yang sempat mengenyam karir sebagai artis figuran di Jakarta pulang kampung. Dia tak berniat balik ke ibu kota. Tak banyak yang dikerjakan di desa, pikirannya tertekan. Hingga muncullah ide mengajak anak-anak di desa untuk membikin konten YouTube yang khas pada Agustus tahun lalu.

Dalam produksinya, Polapike selalu mengedepankan hak anak. Misalnya, menghindari syuting pada jam sekolah, jam mengaji, dan jam belajar malam. Polapike juga tidak mau mengganggu kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti pemainnya seperti Pramuka. ’’Terus, di jam salat, kegiatan syuting dihentikan,’’ kata Rendra.

Sebagai pentolan komunitas, Rendra tidak hanya mengatur jadwal, tapi juga membangun karakter anak-anak dalam fragmen cerita yang dibuat. Pembentukan karakter dilakukan dengan menyisipkan pesan moral dalam setiap kegiatan Polapike. ’’Jadi, tak tempel terus. Tak perhatikan benar-benar perkembangannya,’’ jelasnya.

Pendekatan itu pun membuat Rendra dikenal sebagai pawang anak-anak oleh warga kampung. Pada awal-awal Polapike terbentuk, Rendra sulit mengatur ritme. Banyak anak yang minggatan (kabur) ketika pengambilan gambar. ’’Ada yang suka bercanda sendiri juga,’’ ungkapnya.

Rendra juga sempat dianggap orang gila oleh orang kampung karena selalu bergerombol dengan anak-anak. ’’Dulu ada orang yang bilang, ’Oh gemblung dolane karo cah cilik-cilik.’ Tapi, sekarang orang tua yang dulu nyinyir malah minta anaknya diajak syuting,’’ ujar Rendra.

Meminta anak-anak itu berakting bukanlah hal mudah. Apalagi, di antara mereka semua, tidak ada yang punya latar belakang seni peran. Rendra harus ekstrasabar mengajari mereka.

Dia mencontohkan Ilham. Bocah kelas III MI Ma’arif Sadangwetan itu awalnya jarang mau tersenyum ketika bertemu orang. Dia juga paling lambat dalam menghafal dialog-dialog panjang. Ilham kerap menjadi sasaran perundungan Azkal dan Fadli karena kelemotannya itu.

’’Tapi, ternyata yang menjadi perhatian sekarang malah Si Ilham. Dia jadi lebih percaya diri dan karakter baiknya terus berkembang,’’ jelasnya.

Proses pembentukan karakter itu sejalan dengan harapan orang tua Azkal cs. Kepada Rendra, para orang tua menitipkan anak-anak mereka agar memiliki kepribadian yang baik. ’’Kalau kami, penginnya (Ilham) jadi anak mandiri, lebih pintar. Sejak syuting, kepercayaan dirinya meningkat. Kendel,’’ ungkap Tarmah, ibu Ilham.

Begitu pula orang tua Fadli. Ruwiyo, ayah Fadli, merasakan anaknya mendapat tambahan ilmu selama bergabung dalam komunitas Polapike. ’’Seperti pelajaran bahasa Inggris, kalau di sekolah belum dapat, tapi kadang-kadang sudah dimasukkan (disisipkan) di syuting,’’ tuturnya.

Polapike bertekad terus menjaga konsistensi komunitas yang bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan. Yang tak kalah penting adalah terus menjaga ciri khas wong ndeso dalam setiap konten. ’’Kalau diminta mengubah itu (ciri khas ndeso), saya sangat menolak,’’ tegas Rendra. (*/c5/ayi)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:05

Lebih Dekat dengan Aktivis Lingkungan Muda Aeshina Azzahra Aqilani

Terlahir dari orang tua yang merupakan pejuang lingkungan memunculkan kepedulian…

Senin, 20 Januari 2020 14:19
Menikmati Family Fun Rally Sambut Kejuaraan Provinsi Kaltim 2020

Memperkuat Pariwisata, Ingin Lebih Banyak Orang Datang ke Balikpapan

Family Fun Rally 2020 gelaran Kaltim Post berakhir meriah, Ahad…

Kamis, 16 Januari 2020 16:10

Cerita Mengharukan, Kembar Identik yang Terpisah 16 Tahun Akhirnya Bertemu

Kisah hidup dua remaja kembar ini begitu mengharukan. Enam belas…

Rabu, 15 Januari 2020 13:45
Keraton Baru ”Calon Pemersatu Dunia”, Nasibmu Kini...

Nasib Keraton Agung Sejagat, "Keraton" Disegel Pemkab, Sang Raja dan Ratu Ditangkap Polisi

Keraton Agung Sejagat boleh menyebut diri sebagai pendamai bumi, pemulih…

Selasa, 14 Januari 2020 14:39

Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih, Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat

Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:24
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (4-habis)

Warisan Tiongkok-Thailand hingga Surga Belanja Tepi Sungai

Sungai Chao Phraya adalah nadi kehidupan dan transportasi di Bangkok.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:21
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (3)

Berpose di Puncak Tertinggi, Selfie dengan 75 Tokoh Sedunia

PIngin berjalan di atas kaca dari tinggi 314 meter? Menyaksikan…

Jumat, 27 Desember 2019 00:19
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (2)

Balet Atas Air dan Habiskan Malam bersama Waria

Informasi umum jika Thailand populer dengan waria atau lady boys…

Jumat, 27 Desember 2019 00:16
Wisata Baru Negeri Gajah Putih (1)

Taman Terluas Se-Asia Tenggara hingga Lukisan Bergerak

Pattaya dikenal sebagai kota wisata dengan hiburan malam tiada henti.…

Kamis, 26 Desember 2019 11:34

Kiprah Bripka Riko Rizki Masri dan FKPM Teman Hati

Membantu sesama tak perlu menunggu punya jabatan tinggi atau uang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers