MANAGED BY:
MINGGU
05 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 25 Oktober 2019 11:31
Untuk Pacu Pertumbuhan, Pangkas Lagi Bunga Acuan
ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA – Untuk melonggarkan moneter, Bank Indonesia kembali memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (bps) dari 5,25 persen menjadi 5 persen. Pemangkasan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR) itu tercatat menjadi kali keempat tahun ini. Bunga acuan tersebut dipangkas bank sentral secara terus-menerus dari Juli hingga Oktober. Dengan kondisi itu, suku bunga deposit facility dan lending facility turun 25 bps menjadi 4,25 persen dan 5,75 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, bunga acuan tersebut dipangkas secara konsisten sesuai dengan perkiraan inflasi yang terkendali dan imbal hasil investasi keuangan domestik yang tetap menarik. ’’Serta sebagai langkah preemtif lanjutan untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah kondisi ekonomi global yang melambat,’’ ujarnya di Jakarta kemarin.

Kebijakan itu juga didukung strategi operasi moneter yang terus diperkuat untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif. Selain itu, kebijakan makroprudensial yang diambil tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian.

Namun, sayang, penurunan suku bunga acuan tersebut belum sepenuhnya diikuti suku bunga deposito maupun kredit. Menurut Perry, suku bunga deposito baru turun 26 bps atau 0,26 persen. Artinya, suku bunga deposito masih bisa turun lagi karena bank butuh waktu untuk melakukan penyesuaian. Suku bunga kredit penurunannya malah lebih kecil lagi, yakni 8 bps atau 0,08 persen.

Menurut dia, penyesuaian penurunan suku bunga kredit memang memerlukan waktu yang lebih lama daripada suku bunga deposito. Dia memperkirakan, banyak faktor yang mengakibatkan pertumbuhan kredit tak signifikan pada kuartal III tahun ini. Salah satunya, masih adanya kecenderungan investor wait and see seiring dengan momentum pascapemilu.

Dia menyebutkan, optimisme konsumen dan pelaku usaha akan membaik dalam enam bulan ke depan hingga Februari 2020. ’’SKDU (survei kegiatan dunia usaha) menunjukkan, ekspektasi kegiatan ekonomi kuartal IV akan membaik,’’ urainya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers