MANAGED BY:
JUMAT
22 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 22 Oktober 2019 14:18
Rencana Induk Lalin Tunggu Revisi RTRW
OVERKAPASITAS: Jalan Juanda dan Jembatan Sungai Dama termasuk kawasan rawan macet di Kota Tepian. RAMA SIHOTANG/KP

PROKAL.CO, SAMARINDA – Laju pertumbuhan kendaraan bertolak belakang dengan lebar jalan raya di Kota Tepian. Pengaturan lalu lintas (lalin) yang efektif mesti diambil segera agar kemacetan tak terus jadi tontonan.

Kemacetan jadi tontonan rutin warga Samarinda pada jam-jam tertentu. Bahkan tak sedikit, roda dua yang bandel mengebiri hak-hak pejalan kaki demi “cepat” sampai tujuan. Sebut saja, simpang empat Jalan P Antasari, Jalan Juanda, Jalan MT Haryono, dan Jalan P Suryanata.

Lalu, Jalan Letjen Suprapto (eks Pembangunan) menuju flyover, dan tak lupa, Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Sungai Dama yang kompleks persoalan.

Selain banyaknya debit kendaraan yang lalu-lalang, luas jalan, hingga ego pengemudi jadi alasan munculnya kemacetan di Ibu Kota Kaltim ini. Khusus Jalan Otista, persoalan pedagang kaki lima yang memakan badan jalan untuk berjualan terselip dalam daftar penyebab.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Ismansyah menyebut pihaknya masih menyusun kajian untuk mengurai kemacetan di beberapa ruas jalan se-Samarinda. Rekayasa lalin jadi opsi yang bisa diambil sedini mungkin. “Mau gak mau harus ditempuh, tapi efeknya hanya sesaat,” tuturnya, kemarin.

Jalan Letjen Suprapto misalnya, di persimpangan jalan dengan Jalan Anggur jelas terjadi penumpukan kendaraan karena jalan tersodet ke sisi Jalan Letjen Suprapto lain. Untuk itu, Ismansyah berencana menutup persimpangan jalan tersebut. “Termasuk persimpangan Jalan Elai, sebelum simpang empat Lembuswana,” sambungnya

Menurut dia, langkah ini bisa mengurai kendaraan yang memadat di kawasan itu. Mau tak mau, pengendara harus memutar jauh agar kapasitas jalan mampu menampung kendaraan.

Selain itu, Dishub berencana menyusun rencana induk lalin se-Samarinda. Namun, wacana tersebut baru bisa direalisasikan ketika revisi rancangan tata ruang wilayah (RTRW) Samarinda yang tengah berjalan telah rampung. “Sebab kami butuh pemetaan wilayah. Mana kawasan industri, kawasan padat penduduk jadi bisa menentukan skema arus lalin yang efektif,” ulasnya.

Hadirnya rencana induk lalin ini, sebut dia, bisa mengubah semua arus kendaraan yang ada. Tentu, semua kembali dengan adaptasi warga Samarinda dengan kebijakan tersebut. “Di Basuki Rahmat sekarang lebih lengang meski belum efektif mengurai penumpukan kendaraan,” tutupnya. (*/ryu/kri/k16)


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 09:29

PARAH..!! Lahan di Depan Sekolah Ditambang

 SAMARINDA sepertinya sulit lepas dari kasus tambang. Mulai masalah lubang…

Kamis, 21 November 2019 23:35

Penyelundupan Satwa Liar Digagalkan. Pelaku Katanya Sih Belum Tertangkap Hehehe...

SAMARINDA–Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Samarinda berhasil menggagalkan penyelundupan…

Kamis, 21 November 2019 23:31

Cegah Peredaran Narkotika di Jalur Laut

SAMARINDA–Alur peredaran narkotika di Kalimantan Timur tidak selalu sama. Tidak…

Kamis, 21 November 2019 23:28

Giliran Gaffar Tempuh PK

SAMARINDA–Heri Susanto Gun alias Abun telah mengajukan peninjauan kembali (PK)…

Kamis, 21 November 2019 23:26

Setelah Bertemu Wawali Barkati, Pemilik Lahan Sepakati Akses SMP 38

SAMARINDA–Pembangunan jalan SMP 38 telah menuai titik terang. Hasil negosiasi…

Rabu, 20 November 2019 22:47

Warga SMP 38 Pakai Air Kolam Eks Tambang

Pembebasan lahan menjadi polemik utama SMP 38, Kelurahan Loa Bakung.…

Rabu, 20 November 2019 22:45

Seminggu Tiga Motor Digondol

SAMARINDA–Jajaran Satreskrim Polresta Samarinda berhasil meringkus Sofyan (32), Senin (11/11).…

Rabu, 20 November 2019 22:43

Mengaku Tak Tahu Izin Jual Kosmetik

SAMARINDA–Perkara peredaran kosmetik tanpa izin edar hasil inspeksi Balai Besar…

Rabu, 20 November 2019 22:41

Jelang Tutup Tahun, Progres Mahakam IV Baru 60 Persen

SAMARINDA–Tidak mudah, apabila proyek progres baru mencapai 60 persen, sedangkan…

Rabu, 20 November 2019 16:47

45 Burung Khas Kalimantan Mau Diselundupkan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sebanyak 45 burung berbagai jenis di Kalimantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*