MANAGED BY:
SELASA
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 22 Oktober 2019 13:39
Skema Pengelolaan Bandara Terkait IKN di Kaltim
Balikpapan Fokus Rute Internasional, Samarinda Domestik
Bandara APT Pranoto difokuskan penerbangan domestik.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Konektivitas transportasi udara di Kaltim jadi prioritas pemerintah pusat. Imbas pemindahan ibu kota negara (IKN) ke provinsi ini, kapasitas Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, akan ditingkatkan.

Sebagai bandara internasional IKN, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Kemenhub akan menambah panjang landasan (runway) jadi 3.250x60 meter. Kemudian, kapasitas terminal diperluas hingga mampu menampung 30 juta penumpang per tahun.

Sementara itu, sebagai pelabuhan udara domestik di Kaltim, panjang landasan pacu Bandara APT Pranoto ditingkatkan jadi 3.000x45 meter. Adapun kapasitas terminal menjadi 20 juta penumpang per tahun. Balitbanghub juga menyiapkan kajian terkait bandara VVIP. Fasilitas bandara VVIP dirasa perlu dibangun pada jarak 15–20 kilometer dari pusat pemerintahan IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Tiga bandara tersebut dinyatakan Balitbanghub mengusung konsep multi airport system. Yakni, satu kesatuan bandara yang terdiri atas dua bandara atau lebih yang cukup besar. Kemudian melayani satu kawasan metropolitan atau megapolitan tertentu.

Dikonfirmasi Kaltim Post, General Manager (GM) Bandara SAMS Sepinggan Farid Indra Nugraha memastikan bandara di sekitar pusat pemerintahan IKN bakal diperbesar. Mulai menambah panjang landasan pacu hingga memperluas areal terminal penumpang. Itu dilakukan sebagai langkah antisipasi lonjakan penumpang saat pusat pemerintahan resmi dipindah ke Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) dan Kecamatan Samboja di Kutai Kartanegara (Kukar) pada 2024.

Lanjut dia, studi perpanjangan landasan pacu saat ini masih dilakukan. Diperkirakan memerlukan waktu sekira setahun. Penghitungan terkait kegiatan fisik tersebut masih dibahas stakeholder terkait dengan Kemenhub.

“Insyaallah pada 2020 (Bandara SAMS Sepinggan) akan dipersiapkan (perpanjangan landasan pacu) dan diusulkan ke pemerintah,” ucapnya. Diketahui, panjang landasan pacu Bandara SAMS Sepinggan saat ini 2.500 meter dengan kapasitas penumpang maksimal 10 juta orang per tahun.

Pria berkacamata tersebut melanjutkan, semua pembiayaan terkait perpanjangan landasan pacu tersebut dibicarakan PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara SAMS Balikpapan. Sumber pembiayaan berasal dari internal korporasi. Berdasarkan keputusan manajemen, landasan pacu akan ditambah sepanjang 500 meter.

“Pembiayaannya masih dikonsolidasikan. Apakah itu melalui proses sindikasi (gabungan) atau dana internal lainnya,” imbuh dia. Menurutnya, perpanjangan landasan pacu membutuhkan anggaran yang relatif besar karena ada kegiatan reklamasi. Mengingat, tidak seluruhnya landasan berada di daratan. Besaran biaya untuk setiap lokasi yang akan direklamasi berbeda.

Bergantung kedalaman dan jarak area pesisir pantai dari daratan yang direklamasi nanti. Termasuk wajib mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Harus ada studi penyelaman seberapa jauh dan seberapa dalam area pesisir pantainya. Itu yang akan menimbulkan biaya yang berbeda,” jelas Farid.

Mantan direktur Operasional dan Marketing Angkasa Pura (AP) Hotel ini menuturkan, pengembangan terminal penumpang akan dilakukan perluasan ke arah timur dan barat. Dengan luasan 110 ribu meter persegi, terminal penumpang saat ini baru mampu menampung sekira 10 juta penumpang. Menurut perkiraan, kebutuhan penumpang di bandara nanti setelah IKN resmi beroperasi harus mampu menampung sekira 30 juta penumpang.

“Masih dikaji dan dihitung. Termasuk desain dan RAB (rencana anggaran biaya)-nya. Insyaallah akan kami publikasikan pada 2020,” janji dia. Diakuinya, sejak Kaltim ditetapkan sebagai IKN pada Agustus lalu, belum berpengaruh pada alu lintas penumpang di Bandara SAMS Sepinggan. Sejak awal tahun hingga akhir September 2019, tercatat ada 4 juta penumpang yang menggunakan bandara tersebut. “Karena sudah terbagi dengan (Bandara) APT Pranoto, segmen penumpangnya sudah terpisah. Belum ada lonjakan penumpang,” ungkap Farid.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong menuturkan, Bandara APT Pranoto Samarinda masih memerlukan banyak pembenahan. Dalam desain yang sebelumnya disusun pihaknya, anggaran yang diperlukan agar bandara tersebut paripurna sekira Rp 500–600 miliar. Untuk penambahan taxiway (jalan penghubung antara landasan pacu dan apron), exit way, apron (pelataran pesawat), garbarata (jembatan yang menghubungkan antara terminal bandara dan pesawat) termasuk pembangunan jalan masuk sisi darat bandara.

“Tidak ada kaitannya dengan IKN. Kalau IKN hanya perpanjangan runway dan perluasan terminal,” katanya saat dihubungi Kaltim Post kemarin. Bandara yang berada di Kelurahan Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara itu, sudah dikelola Kemenhub. Setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 25 Oktober 2018. Rencana pengembangan akan dimulai Kemenhub mulai 2020–2023. Selain perpanjangan landasan pacu menjadi 3 ribu meter, terminal penumpang akan diperluas jadi 120 ribu meter persegi.

Adapun panjang landasan pacu saat ini hanya 2.250 meter. Dengan luas bangunan terminal sekira 12 ribu meter. Hanya mampu menampung 1,5 juta penumpang per tahun. “Dengan pengembangan tersebut, Kemenhub akan menjadikan Bandara APT Pranoto Samarinda sebagai bandara penerbangan domestik. Bandara Sepinggan Balikpapan akan menjadi hub untuk rute domestik dan internasional,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bandara APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi mengungkapkan, Kemenhub akan menyiapkan anggaran pengembangan APT Pranoto Samarinda hingga Rp 300 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk perpanjangan runway menjadi 3 ribu meter dan terminal penumpang akan diperluas menjadi 120 ribu meter persegi. Mengingat, luasan lahan tersedia di Bandara APT Pranoto masih cukup luas sekira 300 hektare.

“Sekarang lagi proses review master plan. Perluasan terminal mendesak. Sebab, kondisi sekarang, luas terminal 12 ribu meter persegi untuk 1,5 juta penumpang. Dengan estimasi 4.500 penumpang per hari,” ujar Dodi. (kip/riz2/k16)


BACA JUGA

Senin, 25 Mei 2020 12:03

POLOS DAN LUCU..!! Ini Pengakuan Lengkap M Nuh soal Lelang Motor Jokowi

M Nuh, pemenang lelang sepeda motor Gesits milik Presiden Joko…

Senin, 25 Mei 2020 11:40

Banjir Semakin Meluas di Samarinda, 20 Ribu Warga Terdampak

SAMARINDA - Banjir di kota Samarinda semakin meluas, Senin (25/5/2020)…

Minggu, 24 Mei 2020 20:35

15 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Hari Lebaran, Banjir Bakal Lama

SAMARINDA - Luapan banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Karang…

Minggu, 24 Mei 2020 13:30

Lebih Ganas, Banjir Lumpuhkan Perumahan Bengkuring di Hari Raya

SAMARINDA - Banjir melumpuhkan perumahan Bengkuring Sempaja di hari raya…

Minggu, 24 Mei 2020 10:56

Pemerintah Usulkan Pilkada Tetap 9 Desember, KPU Beri Banyak Prasyarat

JAKARTA - Pemerintah akhirnya menyampaikan sikapnya terkait nasib pelaksanaan Pilkada…

Minggu, 24 Mei 2020 10:40

Jangan Ada “Klaster Lebaran” Corona di Kaltim

BALIKPAPAN–Tidak ada lagi perdebatan soal awal 1 Syawal 1441 Hijriah.…

Minggu, 24 Mei 2020 10:32

Waspada Orang Tanpa Gejala dan Transmisi Lokal

HINGGA Jumat (22/5), 271 orang di Kaltim dinyatakan positif terjangkit…

Minggu, 24 Mei 2020 10:27

Robot Pengingat Penggunaan Masker

BANGKOK–Di berbagai belahan dunia, mal memang menjadi daya tarik sendiri.…

Minggu, 24 Mei 2020 10:23

JANGAN MAIN-MAIN..!! Pegawai Mudik, Kadis Terancam Dicopot

SANKSI pencopotan mengintaiaparatur sipil negara (ASN) yang nekat mudik Lebaran…

Minggu, 24 Mei 2020 10:21

Waspadai Siklon Mangga saat Lebaran

SAMARINDA – Jelang Lebaran, sebagian wilayah di Kaltim diguyur hujan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers