MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 22 Oktober 2019 13:34
Enam Bulan Tidak Dapat Air, Sawah Kekeringan

Petani Kerja Serabutan agar Bisa Makan

KERING: Potret sawah kering di Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, kemarin (21/10). Agus Eka Purna Negara/Bali Express

PROKAL.CO, AMLAPURA – Petani di Subak Sri Gangga, Banjar Bukit, Desa Bukit, Karangasem, merana. Sejak enam bulan, puluhan hektare sawah di subak tersebut kering akibat tidak kebagian air. Petani biasanya mengandalkan air sungai. Biasanya sungai mengalir karena hujan di hulu. Namun sejak kemarau tiba, petani memilih beranjak mencari pekerjaan lain.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (21/10), beberapa petani mengaku memilih bekerja serabutan. Ada juga petani yang masih berupaya bertani supaya lahan mereka tidak bera alias menganggur. Meski dengan kondisi minim air, petani memilih menanam bunga pacar, ada pula yang menanam jagung. Itu pun tidak semua tanaman bisa bertahan hidup.

Rumput-rumput kering yang ada di sekitar ladang juga dimanfaatkan petani. Sembari menunggu hujan, petani memilih membersihkan area sawah agar bisa dimanfaatkan lagi. Rumput-rumput kering atau masih hijau dikumpulkan untuk dijual ke seseorang yang punya hewan ternak.

Cara ini dilakukan agar petani tetap dapat penghasilan. Sebab selama musim kering ini, petani tidak bisa beraktivitas. "Saya kerja serabutan. Nah kenken men, megae suba ten ngidang. Anak asiki doen (Ya bagaimana lagi. Kerja sudah tidak bisa, cuma satu ini saja," keluh seorang petani, Made Pasek, asal Banjar Bukit, Desa Bukit.

Kekeringan memang jadi langganan tahunan bagi petani di Desa Bukit. Petani hanya bisa menanam padi pada bulan-bulan tertentu, terutama saat ada hujan. Subak Sri Gangga didominasi tanaman padi dengan menyesuaikan pola tanam padi-palawija-padi.

Beberapa di antara mereka sudah ada yang berusaha menanam palawija. Hanya saja, kontur tanah di Desa Bukit cenderung berbatu karena ada di lereng perbukitan. "Petani nunggu sampai ada hujan baru bisa bertani lagi," sebut Pasek.

Petani lainnya, Surya, mengaku sudah biasa dengan kondisi ini. Hanya saja, petani berharap ada bantuan dari pemerintah agar petani yang tak bisa beraktivitas diberikan bantuan bibit palawija supaya petani tidak menganggur. "Mungkin ada teknologi untuk pertanian lahan kering. Kami mohon bantuan bibit palawija atau yang lainnya," ungkap Surya.

Beberapa petani yang terdampak lahan kering diharapkan bisa bersabar. Sebab berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, hujan diperkirakan terjadi dengan itensitas sedang dimulai akhir Oktober 2019. Sementara hujan dengan intensitas sedang bisa saja dimulai awal November atau Desember. (aka/aim)


BACA JUGA

Rabu, 13 November 2019 12:25

Cerita Atlet Renang Difabel Laura Aurelia Dinda Sekar Devanti

Menjadi peraih emas di ajang ASEAN Para Games 2017 mengubah…

Rabu, 13 November 2019 11:40

Penelitian Mahasiswa Ini, Kedondong Jadi Anti-Kudis dan Gatal-Gatal

Tidak hanya dimanfaatkan buahnya saja, pohon kedondong yang hidup di…

Rabu, 13 November 2019 11:36

Anak Menteri Kirim Surat Tak Bisa Penuhi Panggilan KPK

JAKARTA- Anak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna…

Rabu, 13 November 2019 11:34

Indonesia Mau Beli Pesawat Angkut Militer Berkapasitas Besar

JAKARTA– Pemerintah berencana membeli pesawat angkut berkapasitas besar. Tawaran dari…

Rabu, 13 November 2019 11:32

WASPADA..!! Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Terjadi Sepekan Kedepan

BLORA– Setelah Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu lalu, hujan lebat disertai…

Rabu, 13 November 2019 11:30

Beredar Posisi Enam Wakil Menteri Baru

JAKARTA  – Kabar bakal diangkat kembali sejumlah wakil Menteri kembali…

Rabu, 13 November 2019 11:04

Bahas Pendanaan Terorisme di Filipina

JAKARTA -- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menghadiri…

Rabu, 13 November 2019 10:48

Praperadilan Imam Nahrawi Ditolak

JAKARTA – Upaya mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam…

Selasa, 12 November 2019 11:28

BNPT Masih Khawatir Kelompok Pendukung Terorisme

JAKARTA— Kelompok teroris di Indonesia masih berpeluang berkembang di Indonesia.…

Senin, 11 November 2019 22:37
Ingin Jadi Partai Terbuka Berazas Pancasila

Eks Presiden PKS Pimpin Partai Gelora

JAKARTA– Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia secara resmi diperkenalkan ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*