MANAGED BY:
KAMIS
28 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 22 Oktober 2019 13:34
Enam Bulan Tidak Dapat Air, Sawah Kekeringan

Petani Kerja Serabutan agar Bisa Makan

KERING: Potret sawah kering di Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, kemarin (21/10). Agus Eka Purna Negara/Bali Express

PROKAL.CO, AMLAPURA – Petani di Subak Sri Gangga, Banjar Bukit, Desa Bukit, Karangasem, merana. Sejak enam bulan, puluhan hektare sawah di subak tersebut kering akibat tidak kebagian air. Petani biasanya mengandalkan air sungai. Biasanya sungai mengalir karena hujan di hulu. Namun sejak kemarau tiba, petani memilih beranjak mencari pekerjaan lain.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (21/10), beberapa petani mengaku memilih bekerja serabutan. Ada juga petani yang masih berupaya bertani supaya lahan mereka tidak bera alias menganggur. Meski dengan kondisi minim air, petani memilih menanam bunga pacar, ada pula yang menanam jagung. Itu pun tidak semua tanaman bisa bertahan hidup.

Rumput-rumput kering yang ada di sekitar ladang juga dimanfaatkan petani. Sembari menunggu hujan, petani memilih membersihkan area sawah agar bisa dimanfaatkan lagi. Rumput-rumput kering atau masih hijau dikumpulkan untuk dijual ke seseorang yang punya hewan ternak.

Cara ini dilakukan agar petani tetap dapat penghasilan. Sebab selama musim kering ini, petani tidak bisa beraktivitas. "Saya kerja serabutan. Nah kenken men, megae suba ten ngidang. Anak asiki doen (Ya bagaimana lagi. Kerja sudah tidak bisa, cuma satu ini saja," keluh seorang petani, Made Pasek, asal Banjar Bukit, Desa Bukit.

Kekeringan memang jadi langganan tahunan bagi petani di Desa Bukit. Petani hanya bisa menanam padi pada bulan-bulan tertentu, terutama saat ada hujan. Subak Sri Gangga didominasi tanaman padi dengan menyesuaikan pola tanam padi-palawija-padi.

Beberapa di antara mereka sudah ada yang berusaha menanam palawija. Hanya saja, kontur tanah di Desa Bukit cenderung berbatu karena ada di lereng perbukitan. "Petani nunggu sampai ada hujan baru bisa bertani lagi," sebut Pasek.

Petani lainnya, Surya, mengaku sudah biasa dengan kondisi ini. Hanya saja, petani berharap ada bantuan dari pemerintah agar petani yang tak bisa beraktivitas diberikan bantuan bibit palawija supaya petani tidak menganggur. "Mungkin ada teknologi untuk pertanian lahan kering. Kami mohon bantuan bibit palawija atau yang lainnya," ungkap Surya.

Beberapa petani yang terdampak lahan kering diharapkan bisa bersabar. Sebab berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, hujan diperkirakan terjadi dengan itensitas sedang dimulai akhir Oktober 2019. Sementara hujan dengan intensitas sedang bisa saja dimulai awal November atau Desember. (aka/aim)


BACA JUGA

Rabu, 27 Mei 2020 18:56

Update Corona 27 Mei, Pasien Sembuh Sudah 6.057 Orang

Update 27 Mei menyatakan bahwa penambahan pasien sembuh dari coronavirus…

Senin, 25 Mei 2020 15:10

Pemenang Lelang Motor Jokowi Tegaskan Tidak Pernah Ngaku Pengusaha!

 M Nuh, pemenang lelang motor Gesits yang ditandatangani Presiden Jokowi…

Senin, 25 Mei 2020 15:07

Sempat Ketakutan, Pemenang Lelang Motor Presiden Minta Perlindungan Wali Kota Jambi

Pascaditetapkan sebagai pemenang lelang motor Presiden Jokowi, M Nuh yang…

Senin, 25 Mei 2020 11:45

Hoaks, Kemenlu Bantah Indonesia Di-lockdown Dunia

 Di media sosial (medsos) dan WhatsApp Group ramai beredar pesan…

Minggu, 24 Mei 2020 12:58

Sering Dipukul Istri dan Diludahi, Pria Ini Berdoa: Tolonglah Saya Malaikat Izrail, Cabut Nyawa Saya

Malang nasib Aslan Abdullah. Pria 70 tahun ini meratapi nasibnya.…

Minggu, 24 Mei 2020 11:46

Jutaan Data Penduduk Diduga Bocor Lewat Data Pemilih, Ini Kata KPU

JAKARTA - Kasus dugaan kebocoran data penduduk kembali terjadi. Kali…

Minggu, 24 Mei 2020 11:01

Pengamat : KPU Jangan Jadikan Wabah Sebagai Alasan Menunda Pilkada

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai,…

Minggu, 24 Mei 2020 10:53

Upaya Menembus Penyekatan Memuncak, Tertinggi di Jakarta 4 Ribu Kendaraan

JAKARTA -- Larangan mudik sudah hampir sebulan digaungkan. Namun, ternyata…

Minggu, 24 Mei 2020 10:48

Presiden-Wapres Tidak Gelar Open House

JAKARTA– Pandemi Covid-19 membuat suasana Idul Fitri bakal berbeda dari…

Sabtu, 23 Mei 2020 23:21

Akhirnya SMSI Sah Jadi Konstituen Dewan Pers, Siap Emban Amanah

JAKARTA — Segenap pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers