MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 22 Oktober 2019 11:34
Gimana Ngga Tinggi Emisinya, Kendaraan Tak Layak Dibiarkan Jalan
JUGA TAK LAYAK: Penggunaan angkutan umum mampu mengurangi emisi dan kepadatan lalu lintas. Sayang, kondisinya banyak yang tak layak.

PROKAL.CO,  

SAMARINDA - Gas buang dari kendaraan menjadi faktor utama penyebab meningkatnya emisi. Namun, rencana kampanye program pengurangan gas rumah kaca (GRK) tak akan berhasil tanpa membatasi jumlah kendaraan pribadi. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Samarinda Roni Irfansyah menyatakan, hingga kini belum ada aturan terkait pembatasan jumlah kendaraan baru per tahunnya. “Sementara belum ada aturan soal batas waktu penggunaan untuk kendaraan lama,” kata Roni.

Data Samsat Samarinda di Jalan Wahid Hasyim I menyebut, jumlah kendaraan baru di Kota Tepian sebanyak 150 unit per harinya. Terbagi 20 unit roda empat dan kendaraan roda dua 130 unit. Sementara untuk kendaraan lama yang mengurus pajak lima tahunan ada 250 unit. 

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hari Prabowo mengatakan, salah satu cara untuk mengurangi emisi adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Lalu beralih ke angkutan umum. “Ini efektif pula mengurangi kepadatan lalu lintas,” kata Hari.  

Kata dia, hal ini untuk memperkuat penggunaan angkutan umum. Meski ucap dia, dari sejumlah razia dan pengecekan, banyak yang sudah tidak layak jalan. Karena itu, pihaknya harus melakukan kajian tentang investasi agar tak terjadi tumpang tindih penyediaan sarana angkutan. Apakah dilakukan oleh pemerintah atau swasta. 

“Masalah ini perlu dibicarakan lebih dalam,” tuturnya. 

Sebelumnya diketahui dari sumbangan gas rumah kaca, 88 persen berasal dari sektor energi dan transportasi. Dalam tiga tahun terakhir, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda mencatat kenaikan jumlah emisi. Pada 2016 dengan skala CO2e sebanyak 2.79 menjadi 2.91 di 2017. Lalu pada 2018 menjadi 3.23. (*/eza/rdh/k16)

 


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 22:47

Warga SMP 38 Pakai Air Kolam Eks Tambang

Pembebasan lahan menjadi polemik utama SMP 38, Kelurahan Loa Bakung.…

Rabu, 20 November 2019 22:45

Seminggu Tiga Motor Digondol

SAMARINDA–Jajaran Satreskrim Polresta Samarinda berhasil meringkus Sofyan (32), Senin (11/11).…

Rabu, 20 November 2019 22:43

Mengaku Tak Tahu Izin Jual Kosmetik

SAMARINDA–Perkara peredaran kosmetik tanpa izin edar hasil inspeksi Balai Besar…

Rabu, 20 November 2019 22:41

Jelang Tutup Tahun, Progres Mahakam IV Baru 60 Persen

SAMARINDA–Tidak mudah, apabila proyek progres baru mencapai 60 persen, sedangkan…

Rabu, 20 November 2019 16:47

45 Burung Khas Kalimantan Mau Diselundupkan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sebanyak 45 burung berbagai jenis di Kalimantan…

Rabu, 20 November 2019 13:15

Sudah Dipecat, Oknum ASN Masih Terima Gaji

Pemprov Kaltim tampaknya masih setengah hati memberikan sanksi pemotongan gaji…

Rabu, 20 November 2019 13:14

Revisi SK, Pemkot Siap Bebaskan Lahan 1 Desember

SAMARINDA–Ihwal pembebasan lahan sebagai akses menuju SMP 38 Loa Bakung…

Rabu, 20 November 2019 13:12

Baru Bebas April Lalu, Residivis Curanmor Masuk Bui Lagi

SAMARINDA–Meski pernah menjalani masa hukuman penjara selama 1,5 tahun lantaran…

Rabu, 20 November 2019 13:11

Nestapa Muhammad Arrayyan Alfarizqi, Balita 16 Bulan yang Terjangkit Kanker LHC

Tangis Muhammad Arrayyan Alfarizqi mulai terdengar dari balik dinding rumah…

Rabu, 20 November 2019 13:10

DPRD Kaltim Siap Panggil BPJS Kesehatan

SAMARINDA–Persoalan naiknya iuran BPJS Kesehatan bukan persoalan utama bagi kalangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*