MANAGED BY:
SABTU
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 22 Oktober 2019 11:28
Gara-Gara Ini, Status KLA Samarinda Tercoreng

Program Tak Efektif, Kekerasan pada Anak Meningkat

Fitermen

PROKAL.CO, Penghargaan demi penghargaan diperoleh Samarinda sebagai Kota Layak Anak (KLA). Teranyar, Kota Tepian diganjar lagi untuk kategori Madya oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Namun fakta menunjukkan sebuah ironi. 

--

SAMARINDA – Meraih penghargaan KLA Tingkat Pratama di 2017, Kota Tepian melanjutkan prestasinya di 2018 saat meraih KLA Tingkat Madya. Dan predikat  pun kembali direngkuh pada Juli lalu. Saat Menteri PPPA Yohana S Yembise memberikan Samarinda penghargaan untuk kategori Madya bersama tujuh kabupaten dan kota lain di Kaltim.  

Namun, sebuah fakta menunjukkan Samarinda masih berjibaku dengan kekerasan dan eksploitasi terhadap anak. Data menunjukkan, belum tutup 2019, angka kekerasan seksual anak sudah 28 kasus. Sebanding dengan kasus tahun sebelumnya. Sementara secara keseluruhan, terjadi peningkatan jumlah kasus dibandingkan 2018.  

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Samarinda Fitermen menyebut meningkatnya jumlah kasus kekerasan pada anak bisa terjadi di mana saja. Termasuk di Samarinda. Meski kota ini sudah menyandang status KLA. “Biar di kota lain juga ada kok,” ujarnya. 

Menurutnya, ini terjadi bukan hanya karena faktor kejiwaan. Melainkan ekonomi dan lemahnya iman para pelakunya. Yang berdampak pada korban anak. Karena itu pihaknya mengklaim sudah melakukan sosialisasi ke setiap kelurahan. Bahkan membentuk dua unit khusus yang menangani masalah ini. Yakni pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). 

“Puspaga yang melakukan pencegahan. Dan P2TP2A yang mengawal proses hukum serta pendampingan psikis korban,” terang Fitermen. 

Mengenai pencegahan, awak media pun menemui Koordinator Puspaga Samarinda Deasy Evryani. Kata dia, sejumlah unit Puspaga akan dibuka di setiap kecamatan. Untuk menyentuh lebih dalam dan meluas setiap wilayah demi mengurangi potensi munculnya kasus kekerasan. 

“Setiap kecamatan ada kader yang kami bina dulu. Menjadi perpanjangan tangan kami," jelas dokter gigi itu. 

Menurutnya, setiap kasus terkait kekerasan dan penyimpangan seksual yang terjadi selama ini karena pola pengasuhan orangtua dan keluarga yang tidak tepat. Rata-rata pelaku atau korban telah terpapar konten pornografi. “Bisa jadi karena pola asuh orangtua sebelumnya,” sebutnya. 

Sementara itu, Ketua P2TP2A Samarinda Siti Maidatul Jannah menuturkan, status KLA yang diterima Samarinda seharusnya menjadi motivasi untuk menekan kasus kekerasan pada anak. Menurutnya, banyak program pemerintah bahkan hingga tingkat kelurahan yang kurang efektif. Lantaran hanya mengacu pada proses administrasi tanpa mampu menekan angka kasus secara riil. 

“Ini merupakan pekerjaan rumah kita semua dalam menekan angka kekerasan anak,” ucapnya. 

Selama ini P2TP2A telah berperan dalam memberikan trauma healing termasuk bantuan hukum bagi para korban. Namun ada keterbatasan pihaknya untuk bisa menyentuh para pelaku. Dengan tujuan mendalami setiap kasus dan kemungkinan menyembuhkan kelainan atau penyimpangan seksual yang dialami. 

“Kami fokus di korban saja. Walaupun pelaku harus didalami juga. Tapi tupoksi kami terbatas. Dan (untuk pelaku) itu bukan tupoksi kami,” terangnya. 

Selain itu ada kendala soal fasilitas untuk para korban kekerasan. P2TP2A  belum memiliki tempat penitipan anak atau rumah singgah yang mampu menampung para korban dengan waktu yang  panjang. Mengingat rata-rata korban sangat tidak dianjurkan lagi kembali ke lingkungannya dengan alasan psikologis. 

“Ada beberapa kasus anak yang tidak layak kembali ke lingkungannya. Tetapi dengan terpaksa kami kembalikan,” kata wanita berjilbab itu dengan nada menyesal. (*/dad/rdh)

 


BACA JUGA

Jumat, 15 November 2019 13:00

Progres Proyek Sisa 60 Persen, Komisi III Jadwalkan Peninjauan Pembangunan Infrastruktur

  SAMARINDA. Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menegaskan…

Jumat, 15 November 2019 09:18

Satukan Presepsi Terkait Data LTT di Kaltim

SAMARINDA - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kaltim menggelar…

Kamis, 14 November 2019 16:34

Mau Kabur, Kedua Kaki Gembong Curanmor Dibikin Pincang

SAMARINDA - Kepolisian dari Polsek Samarinda Kota terpaksa menembak kedua…

Kamis, 14 November 2019 13:05

Jalan Utama Diportal, SMP 38 Bikin Jalan Baru

Polemik pembebasan lahan menerpa akses jalan menuju SMP 38, Jalan…

Kamis, 14 November 2019 13:05

Diintai Dua Pekan, Pengedar Lawas Akhirnya Ditangkap

SAMARINDA–Satuan Reserse Kriminal Polsek Sungai Kunjang berhasil membekuk Yusril, pelaku…

Kamis, 14 November 2019 13:03
Ngebut Kerjakan Jembatan Mahkota IV

Jembatan Mahakam IV Bakal Cantik Wal..!! Begini Rencananya Pencahayaannya...

SAMARINDA–Sejalan dengan sisa pembetonan bentang tengah Jembatan Mahakam IV. Saat…

Kamis, 14 November 2019 13:01

Kabel Rumah Sakit Islam Dicuri di Siang Bolong

SAMARINDA–Satreskrim Polsek Samarinda Kota membekuk Edy Ramlan alias Mellang, pelaku…

Kamis, 14 November 2019 12:58

Meski Hujan, si Jago Merah Tetap Mengamuk

SAMARINDA–Petugas pemadam kebakaran kali ini harus bekerja lebih keras. Kebakaran…

Kamis, 14 November 2019 12:57

Usulkan Rp 3 Miliar untuk PJU

SAMARINDA–Pelaporan penerangan jalan umum (PJU) sudah memanfaatkan peranti lunak yang…

Kamis, 14 November 2019 12:56

Soal Sisa Proyek Jembatan Kembar yang Dilelang Belakangan, Pengamat: Harusnya Satu Kesatuan

Adanya pelelangan ulang tampaknya membuat sisa pekerjaan Jembatan Mahakam IV…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*